dua orang tersebut tidak bergerak. terlihat sekali mereka sedang berusaha untuk tetap hidup, dengan bantuan berbagai macam alat yang menempel di tubuh. di tengah-tengah mereka, duduk seseorang yang terus-terusan menangis.
ya, dia adalah Min Ra. malam itu benar-benar keajaiban untuknya. saat mobil tersebut terlihat tidak stabil jalannya, Min Ra sudah pasrah bahwa lebih baik malam itu juga dia pergi untuk selama-lamanya. untuk itulah dia memutuskan untuk tetap berdiri di tempatnya berdiri, di samping dia juga merasa tidak bergerak sama sekali.
namun dia tidak tahu, Sung Min, yang memutuskan untuk pergi dari rumah sang kakek, nyatanya tetap mengikutinya selama ini. menjaganya dari jauh, bahkan disaat situasinya semakin buruk dimana dia harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang dicintainya akhirnya berpacaran dengan orang yang sangat disayanginya. malam itu, Sung Min pun diam-diam mengikuti mereka, dan saat dia tahu Min Ra tiba-tiba pergi begitu saja, refleks dia mengikutinya.
saat tahu bahwa sang terkasih bisa saja kehilangan nyawanya saat itu, Sung Min yang melihat Min Ra nyaris ditabrak mobil itu akhirnya memutuskan untuk berlari menyelamatkannya. Sung Min mendorong Min Ra ke pinggir jalan, tepat disaat mobil tersebut sudah di depan mata mereka.Sung Min tidak sempat mengelak, badannya langsung terlempar beberapa meter setelahnya. Min Ra pun sangat shock melihatnya, dia tidak tahu bahwa Sung Min mengikutinya.
keadaan semakin parah ketika Ryeo Wook menyadari hyung yang dikasihinya itu menyelamatkan pacarnya, dia benar-benar tidak bisa bertahan lagi saat itu. mengetahui bahwa hyung nya itu bisa saja mati, Ryeo Wook semakin merasa sakit dadanya, dan akhirnya dia pun dibawa juga ke rumah sakit.
kini, kedua saudara sepupu itu harus berusaha agar tetap hidup dengan cara mereka masing-masing. Ryeo Wook ternyata selama ini menderita lemah jantung dan beberapa penyakit lainnya. kejadian selama ini yang menimpanya membuat keadaannya tambah parah saja. Ryeo Wook telah menjalani operasi pada jantungnya, dan dokter berkata operasi itu sangat beresiko.sementara Sung Min mengalami pendarahan dan berbagai macam luka lainnya yang diakibatkan oleh kecelakaan tersebut. dia pun harus menjalani operasi. kesempatannya untuk hidup pun semakin kecil saja. Sung Min dalam keadaan koma sekarang.
saat Min Ra tetap disamping mereka berdua, berdoa terus-menerus mengharapkan keselamatan oppa-oppa yang sangat disayanginya itu, tiba-tiba saja Eun Mi datang menghampirinya.
“Min Ra-ssi.. maafkan aku.. aku tidak tahu akhirnya akan menjadi seperti ini..” wajah Eun Mi sudah basah oleh air mata.
“kau tidak perlu minta maaf padaku, semua ini justru salahku.. akulah penyebab semua ini..” jawab Min Ra dengan tatapan kosong.
“tidak Min Ra.. kalau saja aku tidak memintamu untuk memutuskan hubunganmu dengan Ryeo Wook oppa, mungkin hasilnya akan lain..” Eun Mi benar-benar merasa bersalah sekali.
“sudahlah.. lebih baik kita berdua saja untuk mereka berdua.” Min Ra menjawab lemah.
Eun Mi pun tidak dapat berkata apa-apa lagi. dia hanya memeluk Min Ra dari belakang dan berusaha menguatkan sahabatnya itu.
yang paling kasihan sebenarnya adalah kakek dan nenek. setelah beberapa cucunya pergi, Sung Min dan Ryeo Wook adalah tumpuan dan harapan mereka satu-satunya. mengetahui kedua cucu kesayangannya itu sedang meregang nyawa, mereka merasa tidak dapat hidup lebih lama lagi. Min Ra sangat merasa bersalah terhadap keduanya, tapi mereka sama sekali tidak menyalahkan Min Ra. Min Ra hanya bisa berusaha untuk tetap menjaga mereka agar tetap semangat untuk kedua cucunya itu.
sampai suatu hari..Min Ra yang tetap berusaha mendampingi mereka berdua akhirnya melihat secercah harapan. Ryeo Wook pun akhirnya menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali. tangannya bergerak sesekali, dan akhirnya dia pun membuka mata.
“Ryeo Wook oppa? oppa.. ah.. akhirnya kau sadar juga oppa..” Min Ra hampir menangis karena begitu senang.
Ryeo Wook pun hanya bisa mengangguk lemah. dari bibirnya, akhirnya terucap satu kata yang terdengar begitu lemah..
“Hyung..” satu kata itu saja, tapi itu membuat Min Ra nyaris meledakkan tangisnya kembali di depan Ryeo Wook. dia benar-benar terharu akan kasih sayang di antara keduanya. Shin Dong telah datang dan menceritakan semuanya, termasuk perasaan Sung Min selama ini terhadap Min Ra. Min Ra benar-benar tidak menyangka, Sung Min rela berkorban untuk dongsaeng yang sangat disayanginya itu.
“Hyung mu tidak apa-apa oppa.. dia pasti akan segera sembuh juga.. Oppa juga, harus banyak istirahat ya..” Min Ra berusaha tetap tersenyum, walau hatinya merasa tidak yakin dengan ucapannya.
Ryeo Wook hanya bisa membalasnya dengan senyuman yang lemah.
Ryeo Wook hanya bisa membalasnya dengan senyuman yang lemah.
walaupun Ryeo Wook telah sadar kembali, menurut dokter, semua harus tetap berusaha menjaganya sebaik-baiknya. kemungkinan Ryeo Wook untuk kembali drop tetaplah besar, karena Ryeo Wook tetap saja terlihat sangat lemah. Min Ra merasa belum tenang sama sekali, ditambah lagi Sung Min tidak menunjukkan tanda-tanda ke arah yang lebih baik.
*beberapa hari kemudian*Min Ra terlihat sedang berdoa dengan khusuknya ketika tiba-tiba saja Shin Dong dan Eun Mi menghampirinya dengan wajah basah karena air mata.
“kalian berdua kenapa? ada apa?” Min Ra merasa khawatir.
“Sung Min.. Sung Min..” Shin Dong hanya bisa berkata itu. air mata tetap saja jatuh dari kedua matanya.
“Sung Min oppa kenapa? ada apa dengannya? kalian jangan membuatku takut..” Min Ra mulai menangis.
“oh Min Ra.. kau harus melihatnya.. ayo cepat..” Eun Mi pun segera menarik tangan Min Ra dengan erat.
di depan pintu ruangan Sung Min dirawat.
Min Ra merasa sangat pasrah sekali saat itu. dia berusaha tetap tegar. dia rela, apabila Sung Min dipanggil oleh-Nya. perlahan-lahan dia pun membuka pintu..
Min Ra merasa sangat pasrah sekali saat itu. dia berusaha tetap tegar. dia rela, apabila Sung Min dipanggil oleh-Nya. perlahan-lahan dia pun membuka pintu..
“Oppa…” Min Ra langsung lemas dan menangis.
*2 tahun kemudian*hari ini adalah hari peringatan kematiannya. Min Ra tetap terpaku di depan makam tersebut. Dia berusaha mengingat kembali kejadian hari itu. seseorang pun menggandeng tangannya dan mengajaknya pulang.
sebenarnya apa yang terjadi saat itu?Ingatan Min Ra kembali saat dia diberitahu agar segera melihat keadaan Sung Min. Ya, saat dia datang ke ruangan tempat Sung Min berada, dia langsung merasa lemas, sampai tidak bisa untuk sekedar berdiri sama sekali. air matanya pun langsung keluar tak ada hentinya. Sung Min, yang divonis oleh dokter kemungkinan hidupnya sangat kecil, terlihat tersenyum manis padanya. Sung Min oppa, yang sangat dicintainya, akhirnya kembali sadar. Min Ra pun segera berlari ke arahnya dan memeluknya dengan lembut.
“Oppa.. oppa.. aku tidak mau kehilanganmu.. kau harus berjanji agar cepat sembuh oppa. kau harus berjanji padaku.” Min Ra memeluk Sung Min sambil menangis tiada henti.
“Ne… sekarang, mana Ryeo Wook? aku rindu sekali padanya..” Sung Min yang masih merasa lemas langsung menanyakan dongsaeng tersayangnya itu.
setelah meminta izin kepada dokter, akhirnya mereka bisa membawa Sung Min ke ruangan tempat Ryeo Wook dirawat.hari itu sebenarnya Ryeo Wook terlihat aneh. dia terlihat capai sekali. tapi segera, saat melihat hyung nya itu datang menghampirinya, walaupun dalam keadaan lemah, Ryeo Wook merasa senang sekali.
“Hyung..” Ryeo Wook langsung mengeluarkan senyum manisnya.
Sung Mi dan Ryeo Wook pun kini berhadap-hadapan. keduanya saling mengenggam tangan satu sama lain.
Sung Mi dan Ryeo Wook pun kini berhadap-hadapan. keduanya saling mengenggam tangan satu sama lain.
“aku senang akhirnya kau sadar kembali hyung.. aku benar-benar merasa lega sekali.” Ryeo Wook mengucapkannya dengan lemah sekali. nafasnya terdengar sangat berat saat itu.
“aku juga senang melihatmu sehat, Wookie. aku masih punya kesempatan untuk minta maaf padamu kan?” Sung Min membalas dengan lemah pula.
“tentu saja hyung.. mengapa kau merasa harus minta maaf padaku? aku tidak merasa kau melakukan kesalahan sedikitpun padaku selama ini..” Ryeo Wook tersenyum.
“dongsaengku..” Sung Min tidak tahu harus berkata apa.
“Hyung..” tiba-tiba Ryeo Wook berbicara kembali.
“ne? ada apa?” Sung Min merasa penasaran.
“kau masih ingat dengan janji kita dulu kan? tentang nama itu..” Ryeo Wook mengingatkan Sung Min.
“ah.. tentu saja aku ingat itu. ada apa memangnya?” Sung Min tidak mengerti arah pembicaraan Ryeo Wook.
“hyung.. aku tahu kau menyukai Min Ra. dan aku yakin, kau pasti bisa membuatnya bahagia..” Ryeo Wook kembali tersenyum lemah.
“Wookie-ah.. kenapa kau berkata seperti itu? aku juga yakin kau pasti bisa menjaganya dengan baik..” Sung Min merasa khawatir.
“aku tidak yakin hyung.. aku sekarang benar-benar merasa lelah.. aku mengantuk sekali.. ” suara Ryeo Wook semakin lemah.
“ah, kalau kau merasa kecapaian, tidurlah.. nanti aku kembali lagi kesini..” Sung Min bersiap pergi ketika tangan Ryeo Wook kembali menggenggamnya dengan erat.
“hyung.. berjanjilah padaku.. jagalah Min Ra baik-baik. aku sayang sekali padamu hyung..” Kali ini kata-kata Ryeo Wook sudah nyaris tak terdengar.
“iya, aku juga sayang sekali padamu.. sekarang istirahatlah..” Sung Min berbalik menggenggam tangan Ryeo Wook dengan erat.
Ryeo Wook terlihat mengambil napas panjang, dan tiba-tiba saja dia seperti jatuh tertidur. ya, dia memang tertidur, tapi Sung Min segera tahu, tidak ada tarikan nafas sama sekali setelah itu. dada Ryeo Wook terlihat tidak menunjukkan tanda seperti layaknya orang bernafas. Sung Min melihat itu semua. kontan, matanya segera mengeluarkan air mata. wajahnya menunduk dan dia pun terlihat menangis. Min Ra segera tahu apa yang terjadi. dia tidak tahu harus berkata apa lagi. di sampingnya, Eun Mi pun segera sadar apa yang terjadi, dan tahu-tahu saja, kedua sahabat itu menangis sekeras-kerasnya.
sepeninggal Ryeo Wook, Min Ra tetap berusaha tegar dan kuat agar tetap bisa menjaga Sung Min. kesehatan Sung Min pun semakin baik. kakek dan nenek telah memaafkannya, dan akhirnya, Sung Min pun benar-benar sehat dan kembali ke rumah nenek.
demi menepati janjinya terhadap Ryeo Wook, akhirnya Sung Min pun melamar Min Ra untuk menjadi istrinya. Min Ra tidak bisa menolak. malam menjelang pernikahan mereka, Ryeo Wook datang ke mimpi mereka berdua, tersenyum sangat manis. Min Ra dan Sung Min tahu, Ryeo Wook pasti merestui pernikahan mereka berdua.
Pernikahan Sung Min dan Min Ra berlangsung meriah. Jong Woon akhirnya pulang setelah tahu adik satu-satunya pun akhirnya pergi menghadap yang kuasa. setelah mendapat nasehat dan masukan dari berbagai pihak, terutama dari kakek dan nenek, Jong Woon pun akhirnya memutuskan untuk kembali tinggal bersama kakek dan nenek, dan membantu bisnis mereka, dengan tidak mengesampingkan minatnya di bidang musik.
Shin Dong dan Sung Min tetap bersahabat dengan baik. Sung Min pun membantu memberi suntikan dana modal untuk restoran Shin Dong. Sung Min pun tidak lupa memberi bantuan pula untuk restoran kedua teman Ryeo Wook, Han Geng dan Hee Chul.
Kyu Hyun yang sempat menghilang pun akhirnya kembali. dia sekarang menjadi guru matematika di salah satu sekolah. dia datang ke pesta bersama Nam Iseul, tunangannya yang juga menjadi guru bahasa Inggris di sekolah itu. mereka berdua terlihat cocok sekali. Sung Min begitu senang melihatnya.
sementara Si Won, memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk mengembangkan usaha keluarganya. dia mengirimkan beberapa hadiah pernikahan, dan sepucuk surat untuk Sung Min.
sementara Si Won, memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk mengembangkan usaha keluarganya. dia mengirimkan beberapa hadiah pernikahan, dan sepucuk surat untuk Sung Min.
“hyung.. chukhae.. aku senang sekali akhirnya kau menikah. ingat, kalau kau butuh bodyguard lagi, jangan lupa telpon aku.. :p “. Sung Min hanya bisa tertawa membacanya.
Young Woon dan Jung Soo tetap sendiri sampai hari ini. di hari pernikahan itu, Min Ra pun berkata kepada mereka berdua:
“ya, kalian berdua.. segeralah mencari pasangan. Young Woon oppa, kau sudah tahu kan bahwa aku tidak mungkin bersamamu? kau juga Jung Soo oppa, kenapa tidak menikah dari dulu?” Min Ra bertanya.
“aku sengaja tidak mau menikah terlebih dahulu, dongsaeng. aku ingin memastikan kau sudah ada yang menjaga, baru setelah itu aku bisa dengan tenang mencari pasangan..” Jung Soo berkata dengan sangat bijak.
“oppa.. mianhaeyo.. aku sudah merepotkanmu selama ini..” Min Ra memeluk oppa tersayangnya itu.
“Min Ra-ssi.. maafkan atas perbuatanku selama ini. tapi, bolehkah aku mendekati temanmu, Hye Rin? dia terlihat sangat manis..” ujar Young Woon oppa sambil melirik Hye Rin.
“ah oppa.. aku sebenarnya tidak keberatan. tapi kumohon, hentikan kebiasaan jelekmu yang temperamental sebelum mendekatinya..” Min Ra memberi syarat.
“tenang saja.. aku berjanji Min Ra..” Young Woon merasa senang sekali.
“sudah, sudah… Dongsaeng-ah.. bolehkah aku minta tolong padamu?” Seketika saja senyum Jung Soo berubah jahil.
“ne.. ada apa oppa?” Min Ra penasaran.
“kenalkan aku kepada teman-temanmu yang baru datang dari Indonesia itu.. mereka bertiga..” Jung Soo menunjuk ke arah beberapa orang.
“ah.. maksudnya Niezha, Lina, dan Yuni? aigoo.. ya!! kau hanya boleh memilih salah satu saja oppa..” Min Ra memukul Jung Soo lembut.
“omoo.. tapi mereka bertiga manis sekali..” Jung Soo melirik mereka sesekali sambil mengerling nakal. Baik Niezha, Lina, maupun Yuni langsung nyaris pingsan melihatnya.
ah.. kurang dua lagi. Hyuk Jae dan Dong Hae. Sung Min pun merasa senang akhirnya kedua dongsaengnya itu kembali datang kepadanya.
“aigoo.. kalian ini jahat sekali. baru sekarang datang mengunjungiku..” Sung Min terlihat merajuk.
“maafkan kami hyung.. kami berjanji tidak akan pergi lagi sekarang. kami akan setia mendampingimu..” Dong Hae tersenyum, tapi matanya melihat ke satu arah.
“Ya! Dong Hae-ah.. kau sedang melihat apa?” Sung Min terlihat sedikit kesal.
“Bukan begitu hyng.. siapa gadis itu? dia terlihat manis sekali..” Dong Hae terlihat sangat fokus melihat ke satu arah.
“oh itu.. itu Eun Mi.. sahabat Min Ra.. ada apa? kau menyukainya?” Sung Min melambai pada Eun Mi.
“sepertinya begitu hyung.. bisakah kau mengenalkan aku padanya?” Dong Hae terlihat senang.
“ya! kau ini.. tapi kau harus berjanji dulu untuk tidak menyakitinya. aku sungguh kasihan padanya.” Sung Min juga memberi syarat, dan Dong Hae pun mengangguk.
“kau? bagaimana denganmu Hyuk Jae? apa kabarnya Sora? Sung Min pun bertanya tentang Sora.
“ah dia.. aku masih dengannya hyung.. tapi.. gadis itu manis sekali.. aku juga mau berkenalan padanya” Hyuk Jae melirik nakal ke satu orang.
“kau? bagaimana denganmu Hyuk Jae? apa kabarnya Sora? Sung Min pun bertanya tentang Sora.
“ah dia.. aku masih dengannya hyung.. tapi.. gadis itu manis sekali.. aku juga mau berkenalan padanya” Hyuk Jae melirik nakal ke satu orang.
“ya!! itu Indri, temannya Min Ra dari Indonesia! kau ini, Hyuk Jae, sifat playboy mu belum hilang juga sampai sekarang”, Sung Min memukul kepala adiknya itu pelan.
benar-benar ramai sekali saat itu, tapi yang terpenting adalah saat itu semua orang merasa senang. baik Min Ra maupun Sung Min belum merasa pernah sebahagia ini. walaupun mereka tetap merasa ada yang kurang. ya tidak ada Ryeo Wook disana.
*kembali lagi ke masa 2 tahun setelahnya*Min Ra dan Sung Min terlihat sedang melihat-lihat album foto lama. sesekali mereka berdua tertawa. di samping mereka, kini sudah ada seorang anak. ya, anak yang sangat mereka sayangi.
namanya..Lee Ryeo Min.
nama itu mereka berikan untuk menepati janji Sung Min kepada Ryeo Wook. dulu Sung Min dan Ryeo Wook pernah berjanji satu sama lain, siapa yang mempunyai anak laki-laki terlebih dahulu, maka mereka harus menamakan anaknya dengan nama Ryeo Min. dan itulah yang terjadi.
Sung Min membuka album foto dimana dia dan Ryeo Wook terlihat sedang bermain bersama. seketika saja air matanya jatuh tak tertahan. pelan, dia menyandarkan kepalanya ke bahu Min Ra. Min Ra segera mengusap kepala Sung Min dengan lembut.
“kau tahu chagiya? aku benar-benar rindu sekali padanya..” ujar Sung Min pelan.
“aku pun begitu, Sayang.. tapi kita harus yakin, dia pasti juga bahagia sekarang.” Min Ra berusaha menenangkan suaminya itu.
“ya, dia pasti sedang bermain-main disana. seperti di foto itu..” Sung Min pun segera memejamkan matanya dan membayangkan kebersamaannya dengan Ryeo Wook selama ini.
Min Ra mengambil satu foto dimana Sung Min dan Ryeo Wook sedang tertawa senang. dia pun membalik foto tersebut. dan membaca beberapa kata yang tertulis disana.


“hyung dan Aku. RYEOMIN. Yeongwonhi Saranghae.. <3 <3″
terlihat tulisan tangan Ryeo Wook oppa yang tersusun rapih.
Min Ra pun segera menangis pelan. dia memeluk foto itu sambil berkata lirih..
Min Ra pun segera menangis pelan. dia memeluk foto itu sambil berkata lirih..
“RyeoMin.. yeongwonhi, saranghaeyo..”
-the End-






Tidak ada komentar:
Posting Komentar