“wah, tempat apa ini? indah sekali.. damainya…” aku tersenyum senang sambil menghirup udara segar.
dari kejauhan kulihat seseorang sedang berjalan. Tapi, mengapa di sekelilingnya seperti ada uap-uap air? aku tidak bisa melihat wajahnya. tiba-tiba saja dia sudah di depanku, lalu berkata:
“maukah kau menikah denganku?”dari kejauhan kulihat seseorang sedang berjalan. Tapi, mengapa di sekelilingnya seperti ada uap-uap air? aku tidak bisa melihat wajahnya. tiba-tiba saja dia sudah di depanku, lalu berkata:
seketika saja uap-uap air yang menutupi wajahnya perlahan menghilang, nyaris sedikit lagi sampai seluruh uap air itu menghilang, tiba-tiba saja….
“Min Ra.. Min Ra!! YA!! bangunlah, nanti kau terlambat..” aku merasa seseorang sedang menggoyang-goyangkan tubuhku dan memaksaku bangun dari mimpi indahku. kubuka mataku, dan kulihat disana, bukan, bukan seseorang yang seperti pangeran yang ada di mimpiku tadi, melainkan kakakku, dengan tampang sangarnya.
“ah, Oppa.. aku mengantuk sekali.. biarkan aku tidur sebentar..” aku kembali menutup tubuhku dengan selimut.
“ah, begitu. jd kau tidak mau bangun? baiklah..” kakakku, segera pergi.
dan setelah itu..Byur!!
“ah, oppa.. kau iseng sekali sih? bisa tidak sekali saja tidak menggangguku?” aku bangun dengan kesal.
“adeku sayang, cantik, manis.. JAM BERAPA INI? bukankah kau akan pergi interview?” kakakku mulai mengeluarkan jurus 5 oktafnya itu.
“MWO? Aish.. mengapa kau tidak bangunkan aku dari tadi.. ah, kau sangat menyebalkan oppa..” aku segera berlari menuju kamar mandi untuk segera bersiap.
“aigoo… susah kalau punya ade yg aneh kyk dia..” kakakku hanya bisa geleng-geleng kepala.
annyeong.. namaku Park Min Ra, panggil saja Min Ra. aku tinggal berdua di Seoul bersama kakakku, Park Jung Soo. Eomma dan Appa? mereka ada di Ilsan, daerah kelahiranku. Mereka mengirim kami kemari agar kami bisa mendapatkan kehidupan yg lebih baik. sedih sebenarnya tidak bisa tinggal bersama mereka, tapi untung saja Jung Soo oppa tetap menemaniku disini. lagipula kedua orang tuaku selalu tidak pernah lupa berkunjung setiap bulannya.
hari ini, aku berencana akan mengikuti interview di salah satu perusahaan yang selama ini menjadi idamanku. Sapphire Blue Corperation. perusahaan ini bergerak di bidang produksi mainan anak-anak, dan juga menyediakan taman bermain yang juga edukatif. senang sekali rasanya aku berhasil melewati tahapan pertama untuk test masuk kesana, dan hari ini, adalah final test, dimana aku akan langsung di wawancara oleh CEO dari perusahaan tersebut. Wish me luck!! ^^
setengah jam kemudian..“Oppa.. aku pergi dulu..” aku pamit pada kakakku itu.
“kau tidak makan dulu Min Ra? tidak baik pergi interview dalam keadaan perut kosong.”
“aniyo.. aku bisa terlambat oppa.. nanti saja kalau aku pulang, aku pasti akan makan.. doakan aku berhasil ya, oppa..” kataku.
“hum, baiklah..tapi setidaknya, bawalah roti ini. untuk dimakan di jalan. sekedar untuk ganjal perut. bagaimana?”“iya, iya.. gomawo oppaku sayang..” aku melambai padanya, lalu segera pergi.
Min Ra pun akhirnya sampai di tempat interview tersebut.“huahh.. Sapphire Blue Corporation. aku datang!!” aku mulai berteriak gaje sesampainya disana.
“Heh? Min Ra? apa yg kau lakukan? tiba-tiba seseorang datang menghampiriku. Namanya Eun Mi, dia adalah sahabatku tersayang. Eun Mi beruntung, bisa terlebih dahulu bekerja disini. untuk itulah, aku minta beberapa trik agar aku bisa masuk ke perusahaan ini.
“gimana? dah siap? kamu dah makan belum?” ujarnya.“udah dong, beres deh pokoknya. eh, gimana penampilanku, bagus kan? aku mulai narsis.
“hiaaa.. kamu ini. iya, iya, bagus koq. jangan lupa perkataanku kemarin ya, nanti kalau ditanya, cari jawaban seunik dan sebagus mungkin.oke?” Eun Mi memberi saran.
“siap chingu! doakan aku ya..” aku pun memeluk Eun Mi dengan penuh rasa sayang.
“Ne, good luck Min Ra.. my yeongwonhi Chingu, saranghaeyo.. haha..” aku pun sedikit lebih merasa tenang setelah bertemu dengan Eun Mi.
akhirnya giliranku tiba.. aku masuk ke ruangan untuk wawancara tersebut dengan perasaan yang tak menentu.
“Annyeong Haseyo, Min Ra imnida..” aku membungkukkan badan. setelah aku kembali ke posisi semula, di depanku, duduk seseorang dengan ekspresi wajah yang dingin sekali. tapi, oh tapi.. wajahnya tampan sekali..
“Silahkan duduk.” Ujarnya.“Ne, gamsahamnida..” aku pun duduk.
“Park Min Ra.. baiklah, apa motivasimu untuk bekerja disini?” orang tersebut mulai bertanya.
“saya ingin lebih berperan dalam dunia anak-anak. tentunya apabila masuk kesini, saya ingin bisa bergabung untuk membuat mainan untuk anak-anak yang berkualitas, bagus, dan edukatif pastinya.” jawabku panjang lebar.
“hmm.. begitu ya. apa sebelumnya kau tidak pernah bekerja di tempat lain?” orang tersebut mulai bertanya lagi.
“pernah, tapi saya memutuskan untuk keluar karena tidak sesuai dengan visi dan misi saya”. aku merasa lebih deg-degan sekarang.
“bagaimana anda bisa tahu kalau perusahaan ini cocok dengan visi dan misi anda?” dia kembali bertanya dengan nada tajam.
” dari yang saya lihat selama ini pak.” aku kembali menjawab.
“lalu, kalau tidak cocok, kau akan keluar lagi dari perusahaan ini?” pertanyaannya semakin menusuk saja.
“mungkin, tapi toh menurut saya, itu saya yang akan merugi. toh saya yang membutuhkan bekerja disini.” hatiku tambah kebat-kebit saja.
“hmm.. baiklah.” akhirnya suaranya terdengar melunak.
dan kami pun melanjutkan kembali wawancara tersebut hingga selesai.
dan kami pun melanjutkan kembali wawancara tersebut hingga selesai.
“baiklah Park Min Ra, kami tidak bisa langsung memutuskannya sekarang. anda bisa mengecek hasilnya di website kami, satu minggu lagi dari sekarang.” akhirnya wawancara ini selesai juga.
“Ne, gamsahamnida..” aku membungkukkan badan, lalu segera pergi dari ruangan tersebut.
diluar, Eun Mi sahabatku, sudah menungguku.“Bagaimana? apa kau bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan?” tanyanya.
“ya begitulah. doakan saja hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan. tapi ada sesuatu yang ingin kutanyakan. siapa tadi yang mewancaraiku? orangnya dingin sekali..” aku mencibir.
“ah dia.. dia Lee Sung Min. salah satu manager perusahaan ini, dia tampan ya..” Eun Mi mulai memujinya.
“ah, Sung Min ya namanya.. ah, percuma saja kalau tampan tapi hatinya dingin seperti itu.” aku tidak setuju dengannya.
“hahahaha.. sudah, sudah.. kalau nanti kamu jadi kerja disini, kamu harus membiasakan diri menghadapinya. bagaimana kalau kita makan saja sekarang? perutku sudah lapar..” Eun Mi berkata sambil tersenyum.
“baiklah, aku juga langsung merasa lapar setelah diwawancarai olehnya.. ahahhahaa..’ aku sudah bisa tertawa kembali.
“satu minggu kemudian*aku membuka website perusahaan tersebut, dan melihat namaku masuk di daftar yang berhasil lulus dari semua test. saking gembiranya aku langsung berteriak-teriak seperti orang kesetanan.
“oppa, oppa, AKU LULUS!!! YEA!!!” lalu aku mulai menari-nari. kali ini aku melakukan octopus dance. kakakku hanya bisa tertawa melihat kelakuanku.
*dua hari kemudian*ini hari pertamaku masuk kerja. aku berusaha tampil sebaik-baiknya. semoga aku bisa betah disana.
ternyata, Lee Sung Min itu akan langsung menjadi pemimpin divisiku. mula-mula aku merasa takut, apalagi ternyata Eun Mi ada di divisi yang berbeda denganku. tapi ternyata dugaanku salah, teman-teman di divisiku sangatlah baik dan ramah. mereka tidak segan menolongku. hasil kerjaku pun tidak terlalu mengecewakan sampai sejauh ini. aku merasa beruntung sekali bisa masuk sini.
*dua bulan kemudian*“Park Min Ra, bisa ke ruangan saya sekarang?” tiba-tiba saja bosku memanggilku.
“baik pak, saya segera kesana.” aku segera menuju ruangannya.
kuketok pintunya..“masuk”, kulihat, dia, Lee Sung Min, bosku yang dingin itu, sedang sibuk dengan berkasnya.
“ada perlu apa pak, memanggil saya?” tanyaku.
“tolong buatkan contoh design mainan untuk anak laki-laki usia 3-6 tahun. saya ingin mainan yang colorful, tapi juga mendidik, dan tentunya tidak berbahaya. bisa?” dia mulai bertanya.
“bisa pak. berapa jenis mainan yang harus saya buat?” tanyaku.
” buat lima saja. jangan lupa diberi warna. saya tunggu besok pengumpulannya. jam 10 pagi. silahkan kembali ke tempatmu.” dia kembali sibuk dengan berkas-berkas di hadapannya.
“Ne..” aku pun kembali ke tempatku.
malamnya, aku bekerja keras mengerjakan tugas yang dia berikan. sebenarnya aku merasa mengantuk sekali, tapi aku tetap paksakan untuk terus mengerjakannya. hasilnya, malam itu aku hanya tidur satu jam saja.
tapi apa yang kudapat? keesokan harinya..“gambar apa ini? mainan ini sudah pernah ada sebelumnya. yang ini, saya tidak menemukan manfaatnya sama sekali. dan pewarnaannya, benar-benar berantakan. tolong direvisi.” tiba-tiba saja dia langsung main tembak tanpa memperdulikan perasaanku. aku hanya bisa berjalan tertunduk lesu dan keluar dari ruangannya.
malamnya, aku kembali merevisi gambar-gambar tersebut. mencari ide baru. dan lagi-lagi, aku hanya tidur satu jam saja malam itu.
dan keesokan harinya..“hmm.. baiklah, ini sudah lebih bagus dari yang kemarin. walau saja, tetap masih banyak kekurangan. bawalah ini, kau simpan sendiri.” ujar Lee Sung Min yang makin lama semakin menyebalkan itu.
“design ini tidak diterima pak?” tanyaku merasa sedih.“diterima? saya hanya mencari ide-ide baru saja. saya membutuhkan penjelasan yang lebih detail, melalui gambar, tapi sekarang ini memang tidak ada produksi khusus. anggap saja ini sebagai latihan.” ujarnya dengan enteng.
“mwo? latihan? gw cuma tidur 2 jam dari kemarin dianggap apaan?” ujarku dalam hati.
“baiklah pak, saya pergi dulu.” kataku menahan geram.“Min Ra, kau tidak apa-apa?” Hye Rin, teman satu divisiku mulai melihat perubahan wajahku yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan akut.
“ne.. gwenchanayo.. aku turun ke lantai bawah dulu ya..” kataku sambil merapihkan tas.
“apa perlu kutemani? kau terlihat benar-benar tidak sehat..” Hye Rin mulai khawatir.
“sudah, tidak apa-apa.. aku pergi dulu ya..”
di depan lift. aku menunggu lift yang akan mengantarku ke lantai bawah, tapi tiba-tiba saja, aku merasa pusing sekali, dan aku mulai merasa gelap. segera saja aku jatuh dengan lunglai di depan lift, sebelum kesadaranku benar-benar hilang, aku merasa seperti ada yang menangkap tubuhku. siapa dia???





Tidak ada komentar:
Posting Komentar