BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

.

Rabu, 09 Maret 2011

key of heart 1


Author : Lee Jieun
Genre : Romance
Rated : 15+
Key of Heart
Semua mimpi itu..
Aku tak mengerti..
Apa maksud semua itu..
Senyumnya mengingatkanku pada sesuatu..
Yang telah lama hilang..
Aku benar – benar tak mengerti..
Mungkinkah aku bisa bertemu lagi dengannya ?
Dengan gadis yang telah lama hilang dalam hidupku.
Lambaian tangannya..
Perpisahan..
Mataku hanya bisa melihat kepergiannya..
Dengan sebuah benda yang selama ini ada..
Ada sebagai petunjuk..
Untukmu dan untukku..
Key of Heart..


“Donghae-ah.. aku berikan kalung ini pada mu. Supaya suatu saat nanti jika kita bertemu lagi aku bisa mengenalimu dengan melihat kalung ini.” Kata seorang gadis kepada Donghae. Kalung berbentuk kunci itu diberikannya pada Donghae. “aku pergi dulu ya..” kata gadis itu dengan tersenyum. Dia lalu meninggalkan Donghae, menuju ke kedua orangtuanya. Setelah sampai, dia membalikkan badannya dan melambaikan tangannya. Salam perpisahan untuk gadis itu dengan Donghae.
“DONGHAE-SSI !!! SAMPAI KAPAN KAMU MAU TIDUR ??” teriak seorang wanita dari luar kamarnya. Mendengarnya mata Donghae langsung terbuka lebar. Suara keras tadi membangunkannya dari mimpinya. Donghae mengusap – usap matanya lalu menatap kearah atas. dia lalu bangun dari tidurnya dan keluar.
“cepat makan !! lihat ini sudah jam berapa ??” kata wanita yang tadi meneriaki Donghae dari luar. Dia adalah eomma Donghae, Mrs. Lee. Masih dalam kedaan setengah sadar, Donghae lalu menatap jam dinding yang berada tepat disebelah kanannya. Sekarang sudah pukul enam lebih limabelas menit sedangkan sekolahnya yang baru memulai pelajarannya jam tujuh kurang lima belas menit. Beberapa detik Donghae menatap jam dinding itu tanpa ada reaksi sedikitpun. “MWO ?!?!” serunya yang langsung lari menuju ke kamar mandi dan segera memandikan dirinya.
Lee Donghae memulai kehidupan barunya di kota baru yang kini dia tinggali. Appanya dipindah tugaskan ke kota ini, Seoul dan dengan terpaksa Donghae harus ikud dengan appa dan eommanya. Dia disekolahkan disekolah bernama Hyun Dae SHS. Dan hari ini adalah hari pertamanya masuk kesekolah.
“aku tak bisa bayangkan, hari pertamaku masuk sekolah aku kena hukuman gara – gara telat !” gumamnya. Dia lalu keluar dari kamar mandi mengenakkan segala perlengkapan sekolahnya dan segera menuju ke meja makan. Dilihatnya semua makanan yang ada dihadapannya sekarang. Tanpa pikir panjang lagi dia lalu mengambil sebuah roti dan digigitnya dengan gigi – giginya. Dia lalu segera keluar dari rumahnya.
“DONGHAE !!” seru eommanya berlari mengejar Donghae. Donghae lalu mengehentikan langkahnya dan mebalikkan badannya, “ada apa ?? aku sudah telat nih !!” sahutnya pada eommanya.
“lihat ini tasmu, kamu mau sekolah tanpa membawa tas ??” tanya eomanya tegas. Donghae hanya nyengir mendengarnya. “gamsahamnida eomma.. aku sekolah dulu” katanya sambil berlari meninggalkan eommanya di depan pintu rumahnya.
Setelah sekian lama, kenapa tiba – tiba aku memimpikannya ?? gadis itu.. kalung berbentuk kunci yang diberikannya padaku.. akh !! lebih baik aku segera berlari menuju ke sekolah ! pikir Donghae dengan terus berlari.
Hingga akhirnya dia sampai di depan pintu gerbang sekolah barunya. Gerbang yang berdiri kokoh, dengan lebar kira – kira 4 meter dan tinggi kira – kira 3 meter itu sudah berada di depan matanya, dan.. di kunci.
Bagus. Hari pertama aku masuk aku sudah terlambat. Batin Donghae. Dia lalu melihat kesekeliling, mungkin ada seseorang yang bisa membukakan gerbang itu untuknya. Dan saat dia melihat kekanan dilihatnya seorang pria mengenakan seragam putih. Mengenakan topi yang bertuliskan “SECURITY”.
“permisi. Bisakah anda membukakan gerbang ini untukku ?? ini hari pertama ku sekolah disini.” Seru Donghae. Satpam tadi lalu berjalan menghampiri Donghae.
“kenapa kamu terlambat, ini sudah jam berapa ?” tanyanya pada Donghae, Donghae menggelengkan kepalanya.
“molla.. aku baru pindah disini, aku tidak tahu jam berapa bel masuknya.” Kata Donghae bohong. Donghae berpikir sejenak, Dia mendapatkan ide agar gerbang itu dibukakan, dia lalu membuat wajahnya semelas mungkin agar satpam itu kasihan melihatnya. Wajahnya yang innocent didukung dengan senyum anak kecil yang polos berhasil mengambil hati satpam itu.
“baiklah, tapi lain kali tidak ada ampun lagi” katanya pada Donghae. Satpam itu lalu mengambil kunci gerbang yang ada di saku nya, dan memasukkannya pada lubang gemboknya. Dan terbukalah gerbang itu. Donghae lalu segera masuk, dia menundukkan kepalanya, “gamsahamnida..” katanya lalu berlari dan pergi meinggalkan satpam itu.
“huft.. untung saja~” katanya sambil menoleh kebelakang dan terus berlari ke dalam, mencari ruang kepala sekolahnya. Dan saat dia meluruskan kembali pandangannya kedepan.
BRRRAAKKKK !!!
Seseorang gadis menubruknya. Buku – buku yang tadi di bawa oleh gadis itu jatuh dan berceceran dilantai. “akh.. mianhae.” Kata gadis itu sambil mengambil semua buku yang dijatuhkannya. Donghae lalu membungkukan badannya membantu gadis itu mengambil buku – bukunya.
“ini..” kata donghae sambil memberikan buku – buku yang ada di tangannya pada gadis itu. Gadis itu mengambilnya, “gamsahamnida, mianhae aku tak melihat jalan..” kata gadis itu pada Donghae.
Donghae menganggukkan kepalanya, “tidak aku yang tidak memperhatikan jalanku” balas Donghae. Gadis itu tersenyum, “aku pergi dulu ya.. gamsahamnida..” katanya pergi meninggalkan Donghae.
Saat Donghae menatap kebawah, ada sebuah benda yang ikud terjatuh tadi. Donghae lalu mengambilnya. Dia menolehkan kepalanya kebelakang melihat apakah gadis itu masih ada, tapi yang dicarinya sudah pergi menghilang. Ini pasti miliknya. Batin Donghae.
Donghae lalu meneruskan perjalanannya ke ruang kepala sekolah. Dilihatnya satu persatu papan yang terpajang di atas pintu di setiap ruangan, hingga akhirnya dia menemukannya berada di paling ujung lorong.
TOK TOK TOK
Diketuk nya pintu yang berada di depannya. “masuk.” terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya untuk masuk. Donghae lalu membuka pintunya dan melangkahkan kakinya ke depan.
♥→Key of Heart←♥
“Sica.. dimana kalungmu ??” tanya Yoona pada Jessica yang baru saja datang dari ruang guru, mengembalikan buku. Jessica yang ditanya memiringkan kepalanya beberapa derajat ke kanan.
“tentu saja ada di sini !!” balasnya sambil menunjuk lehernya dengan jari telunjuk tangan kanannya. Tapi yang ditinjuk sudah menghilang. Yoona yang melihatnya menaikkan sebelah kiri alisnya. Lalu Jeesica meraba – raba lehernya, ternyata kalungnya sudah menghilang.
“aish~ kok bisa hilang ?? aku harus mencarinya !!” seru Jessica, dia lalu hendak berlari keluar. Tapi saat itu juga Yoona menarik tangan Jessica. Dia lalu menggelengkan kepalnya. “nanti saja carinya ! sebentar lagi pelajaran ke-2 dimulai.” kata Yoona menahan Jessica. Jessica memandang Yoona sejenak.
“ta-tapi..” kata – kata Jessica itu tertahan ketika seseorang masuk ke dalam kelas. Mengenakan pakaian jas berwarna coklat dengan kelapa botak setengah, dan kacamata yang sangat besar dan bulat. Melihatnya Jessica mengurungkan niatnya untuk mencari kalung itu. Jessica lalu duduk di tempatnya.
Jessica Jung dan Im Yoona adalah sahabat sejak mereka duduk dibangku JHS. Jessica Jung adalah anak ceria walau terkadang manja, tapi dia sangatlah baik dengan semua orang. Sedangkan Im Yoona dia sangat manis, dewasa, dan baik dengan semua orang. Banyak yang bilang mereka adalah couple best friends. Setiap hari setiap saat mereka selalu bersama.
“anak – anak, bapak akan memperkenalkan seorang murid baru dikelas ini. Nah, silahkan masuk..” kata Mr. Sooman mempersilahkan seseorang masuk. Semua anak membicarakan siapa anak baru itu.
KRRREEEKKKK
Anak itu membuka pintu kelas itu perlahan, dan melangkahkan kaki nya ke dalam kelas. Dan berjalan mendekati Mr. Sooman. “silahkan memperkenalkan diri.”
“annyeong haseyo, choneun Lee Donghae imnida.” Kata Donghae memperkenalkan diri. Semua anak memperhatikannya. Senyumnya yang seperti anak kecil itu, seakan menarik perhatian seluruh kelas.
“di-dia kan..” gumam Jessica saat memandang wajah Donghae. Wajahnya begitu familiar baginya. O iya.. dia anak yang tadi bertabrakan denganku. Pikirnya.
“kamu tahu siapa dia ??” tanya Yoona memecah lamunan Jessica. Jessica menganggukkan kepalanya. “tadi saat aku mau mengembalikan buku ke ruang guru, aku bertabrakan dengannya” jelas Jessica. Yoona mengangguk – anggukkan kepalanya.
♥→Key of Heart←♥
“Yoona.. aku cari kalungnya dulu ya..” kata Jessica. Yoona tersenyum. “aku bantu ya..” Jessica mengangguk. Bel istirahat sudah berbunyi beberapa detik yang lalu. Mereka lalu segera mencarinya di kelas, di bawah meja tapi mereka tak menemukannya.
“akh !! jangan – jangan..” seru Jessica tiba – tiba dan mengangetkan Yoona. Jessica lalu berlari keluar dari kelasnya dan segera menuju ke sebuah tempat. Tempat yang mungkin dia menjatuhkannya di situ. Yoona hanya menatapnya dengan tatapan bingung saat melihat sahabatnya itu lari keluar kelas.
Setelah berlari – lari, akhirnya dia sampai di lorong tempatnya tadi bertabrakan dengan seseorang. “disini..” dia mencarinya di sekitar lorong itu, tapi tidak ada. Dia lalu menyandarkan dirinya ke tembok. “huft..~” lesu Jessica. “apa aku tak bisa menemukannya lagi??” lanjutnya.
“bisa kok.” sahut seseorang dari kejauhan. Dia berjalan menghampiri Jessica, dan mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Sebuah kalung berbentuk gembok yang sangat indah. “ini yang kamu cari kan ??” tanyanya pada Jessica.
“akh !! ia !! gamsahamnida !!” seru Jessica pada Donghae. Wajah Jessica yang tadinya lesu sekarang berubah. Dia terseyum pada Donghae. Donghae pun membalas senyumnya itu. “ah iya. Aku Jessica Jung, pangil saja Jessica.” Katanya sambil mengulurkan tangannya pada Donghae sebagai tanda perkenalan mereka.
“ne, Donghae imnida..” balas Donghae sambil mengulurkan tangannya membalas salam perkenalan Jessica.
“gomawo sudah mengembalikan kalung ini. Aku kembali dulu ya.” Kata Jessica dia menundukkan kepalanya, dan pergi meninggalkan Donghae.
Kalung itu.. aku seperti pernah melihatnya. Rasanya tak asing bagiku. Batin Donghae sambil mengenggam kalung yang ada di lehernya. Kalung berbentuk kunci yang telah lama berada menghiasi lehernya.
♥→Key of Heart←♥
“Donghae-ssi, mau ikud ekstra apa ??” tanya seorang pria pada Donghae saat seluruh pelajaran sudah usai. “akh, aku lupa, aku Kim Kibum, panggil aku Kibum ya..” kata Kibum, teman sekelasnya. Donghae menganggukkan kepalanya.
“akh.. aku mau ikud dance saja..” kata Donghae pada Kibum.
“kalo gitu kita sama !! aku jga ikud dance.. mau aku tunjukin tempat ekstranya ??” tawar Kibum. Donghae tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Lalu Kibum mengantar Donghae ke tempat ekstranya. Tidak jauh dari kelas mereka, hanya berjarak beberapa ruang dari kelas mereka. Setelah beberapa menit mereka telah sampai di depan pintu tempat ekstra dance diadakan.
Kibum lalu membuka pintu nya dan terlihatlah seisi ruangan itu. Yang menjadi dinding nya adalah kaca, yang akan selalu merekam setiap gerakan dance yang mereka lakukan. Ruangannya lebar. Terdapat sebuah speaker besar berwarna hitam di sudut ruangan itu, untuk menyetel lagu yang akan di gunakan untuk dance.
Kibum lalu berjalan menghampiri seseorang yang sudah sedari tadi berdiri disana dan memperhatikan para murid lain yang sedang berlatih. Dialah pelatih dance disana. Nick Bass. Nick Bass adalah orang dari USA. Dia datang ke korea karena ketertarikannya pada kota ini termasuk dengan band – band yang menggunakan dance dalam bernyanyi.
“Good Morning Sir, aku mau memperkenalkan orang baru disini.” Kata Kibum pada Nick Bass. Kibum lalu menarik tangan Donghae yang sedari tadi mengikutinya dari belakang. Ditariknya tangannya itu hingga dia berdiri tepat disebelah Kibum.
Donghae lalu menundukkan kepalanya kepada Nick Bass. “perkenalkan ini Lee Donghae, dia baru saja pindah hari ini.” kata Kibum memperkenalkan Donghae. “Donghae ini Mr. Nick, dia pelatih dance yang nanti akan melatihmu.” Jelas Kibum. Donghae menganggukkan kepalanya mengerti apa yang dikatakan Kibum.
“Hello, Lee Donghae, untuk hari ini kita perkenalan saja dulu, minggu depan baru kamu mulai latihan dengan teman – temanmu. Tapi kamu bisa berlatih dengan teman – temanmu kalau kamu mau.” Jelas Mr. Nick Bass.
“thank you” balas Donghae.
“ayo Donghae, kita lihat – lihat !” kata Kibum.
“ne.” balasnya.
“ADUH ! Sica, yang bener donk, sakit tau..” seru seorang gadis pada temannya, Jessica. Gadis itu baru saja tak sengaja kakinya terinjak oleh Jessica.
“mian.. aku ga liad. Sudahlah, ayo Yoona keburu telat nih !” kata Jessica menarik tangan Yoona.
“kita telat juga gara – gara kamu lama banget makannya.” Balas Yoona. Jessica hanya nyengir mendengarnya.
Mendengarnya Donghae langsung memalingkan wajahnya kearah datangnya suara tadi. Dilihatnya mereka berdua, yang satu sudah tidak asing baginya. Dan yang membuatnya tertarik adalah kalung yang dikenakan salah seorang dari mereka berdua.
Kibum memperhatikan Donghae yang dari tadi melihat kedua orang yang baru saja datang itu. “Donghae-ya, kamu naksir mereka ya ??” tanya Kibum pada Donghae. Tapi Donghae tidak membalasnya. Donghae terus memperhatikan mereka.
“YA ! Donghae !” seru Kibum tepat ditelinga Donghae. Donghae lalu tersentak kaget.
“m-mwo ??” balasnya.
“mereka berdua memank yang paling menonjol di sekolah ini. Apa kamu tertarik pada mereka ??” tanya Kibum. Mendengarnya Donghae menggelengkan kepalanya. Tapi dalam hatinya Donghae terus bertanya – tanya, siapa anak yang mengenakan kalung itu, kalung yang tak asing baginya.
♥→Key of Heart←♥
Saat istirahat ekstra, Yoona dan Jessica pergi ke kantin membeli sesuatu untuk mereka makan. mereka berdua membeli roti coklat. Dan lalu duduk di sebuah
“Yoona~ menurut mu Donghae-ssi cakep ngga ??” tanya Jessica tiba- tiba. Yonna tersenyum, “kenapa ?? kamu suka ya ??” balasnya dengan nada menggoda. Wajah Jessica langsung bersemu merah setelah mendengarnya. “hahaha.. aku pikir dia memank cakep.. senyumnya manis.” Balas Yoona tersenyum. “jadi ?? kamu menyukainya ??” tanya Yoona kembali. Jessica hanya menggelengkan kepalanya.
Jessica lalu mengigit rotinya itu di kunyah dan ditelannya, “mungkin hanya mengaguminya..” balasnya. Yoona menaikkan kedua alisnya. “dasar kamu ini..” seru Yoona sambil menyengol Jessica dengan sikunya. Mengagumi.. batin Jessica.
Setelah selesai makan, mereka segera kembali untuk latihan dance. Saat mereka memasuki ruangan itu, dilihatnya seseorang sedang menari di hadapan cermin. Geraknnya yang sangat indah. Mimic wajahnya yang serius, membuat Yoona terdiam di tempatnya. Pandangannya tidak lepas dari orang itu. Ya, dialah Donghae, sedang berlatih bersama Kibum.
Gerakannya seakan membuat Yoona menjadi tertarik. “akh !!” seru Yoona. Dirasakannya kepalanya sakit, sangat sakit. dia lalu menyandarkan dirinya di salah satu cermin yang menjadi dinding disana.
Meliatnya Jessica lalu panic, “Yoona kamu kenapa ?”

Meliatnya Jessica lalu panic, “Yoona kamu kenapa ?” tanya Jessica sambil memegangi pundak Yoona. “molla..” jawabnya lemah. Sakit dikepalanya itu membuat pertahanan dirinya runtuh. Tubuhnya yang lemas terjatuh di lantai. “kita ke ruang kesehatan saja ya ??” ajak Jessica, tapi Yoona menolak, dia ingin tetap di situ.
“kalian kenapa ??” tanya Kibum yang baru saja datang menghampiri mereka berdua, bersama dengan Donghae.
“entah.. Yoona.. sepertinya kepalanya pusing..” jawab Jessica.
Donghae memperhatikan Yoona yang sedari tadi menundukkan kepalanya menahan sakit. “ayo ke ruang kesehatan..” ajak Donghae pada Yoona. Mendengarnya Yoona lalu mendongakkan kepalanya. Dan mendapati Donghae berada tepat di depannya, sedang membungkukan badannya. Donghae lalu mengulurkan tangannya pada Yoona, tapi saat Yoona ingin membalasnya sakit di kepalanya malah semakin menjadi – jadi. Yoona kembali memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
“sudah biar aku saja yang membawanya keruang kesehatan.” Seru Jessica yang lalu membopong Yoona ke ruang kesehatan.
“aish~ biarpun sedang sakit, Yoona tetap terlihat cantik ya..” kata Kibum. “ya Donghae, ayo kita latihan lagi.” Ajak Kibum. Donghae mengangguk.
♥→Key of Heart←♥
“Tunggu !!” seru Donghae pada gadis itu. Donghae berlari – lari kecil menghampiri gadis itu. “kita pasti akan bertemu lagi kan ??” tanya Donghae. Gadis itu mengangguk dan tersenyum. “ne, kita pasti bertemu lagi. Aku janji.” Katanya sambil mengulurkan jari kelingkingnya pada Donghae. Donghae tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada gadis itu.
Sinar matahari yang masuk melalui sela – sela jendela kamarnya membuat Donghae terbangun dari tidurnya, membuka matanya perlahan dan terus menatap kosong ke langit – langit kamarnya. Mimpinya barusan mengingatkannya pada cinta pertamanya yang hilang entah kemana. Yang hanya meninggalkan sebuah kalung yang sekarang masih dipakainya.
Gadis itu.. mimpi itu.. dan kalung ini.. semuanya membuatku bingung. Apa sebenarnya maksud dari semua ini. Cinta pertamaku yang hilang. Dan sampai sekarang belum kembali. Batin Donghae.

next,,
^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1OkC3Xc7e