<<<
♥→Key of Heart←♥
“annyeong..” sapa Donghae pada Kibum yang sedang menyalin PR.
“annyeong..” balas Kibum tanpa mengalihkan pandangannya pada buku didepannya itu dan terus menulis.
“aish~ kamu rajin sekali Bumie.” Sindir Donghae yang lalu duduk disebelah Kibum.
“biarlah..”
“Kibum-ya !! aku juga pinjam donk !!” seru Jessica saat melihat Kibum sedang sibuk menyalin PR. Jessica lalu, menyerobot buku yang sedang disalinnya.
“ya !! Jessica Jung kembalikan bukunya.” Kata Kibum sambil mengulurkan tangannya, meminta kembali buku itu.
“jah.. Jessica Jung~” sahut Yoona dari luar kelas, dia lalu datang menghampiri Jessica. Membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku. “ini.. aku sudah buat, tapi ngga taw bener apa ga.” Jeesica lalu meringis kegirangan. Dia lalu mengembalikan buku yang tadi di serobotnya, lalu mengambil buku Yoona.
“ya, Im Yoona, kamu memank pintar.” Katanya. Dia lalu pergi ke tempat duduknya dan segera menyalin PR itu.
Yoona masih tetap berdiri di situ. “mianhae.. Jessica memank rada gila.” Katanya pada kedua orang didepannya. “IM YOONA BILANG APA KAMU ??” seru Jessica yang mendengar perkataan Yoona. Yoona tersenyum pada Donghae dan Kibum.
Terdengar suara berisik dari belakang tempat Kibum dan Donghae duduk. Ya, Yoona dan Jessica sedang ribut sendiri. Jessica sibuk menyalin PR, sedangkan Yoona memperhatikan Jessica dan sesekali menasehati Jessica supaya membuat PR nya sendiri.
“apa mereka selalu begitu ??” tanya Donghae pada Kibum.
Kibum mengangguk, “tenang saja, mereka sudah sering seperti itu. Hampir tiap hari aku melihat mereka menggila seperti itu.”jelasnya.
Senyumnya tadi.. aku seperti pernah melihatnya.. Im Yoona, dan kalung yang dikenakan Jessica Jung.. semuanya tidak asing bagiku. Tapi..
“hei Donghae, kamu kenapa ??” tanya Kibum mebuyarkan lamunan Donghae. Donghae hanya menggelengkan kepalanya.
“aniyo..” balasnya. Kibum lalu menutup bukunya.
Beberapa menit setelahnya bel masuk pun berbunyi. Seluruh murid mulai masuk ke dalam kelas. Donghae pun kembali ketempat duduknya, disebelah jendela. Lalu Laoshi Hankyung datang danmulai mengajar. Pelajaran yang diampunya adalah bahasa mandarin.
Selama pelajaran berlangsung, hanya tentang mimpi itu dan kalung itu yang ada dalam pikirannya. Semuanya seperti bernari – nari di kepala Donghae. Memenuhi setiap memori yang ada dalam otaknya. Sesaat Donghae memandang kalung yang melingkari leher Jessica.
“DONGHAE-SSI !! DONGHAE-SSI !!” seru seseorang memanggil Donghae dengan sangat keras.
“MWO ?!?! APAAN SIH ?!?!” kaget Donghae yang lalu bangkit dari tempatnya duduk. Sambil memukul keras meja di depannya. Suara tertawa dari seluruh kelas pun membuat Donghae tersadar dengan yang dilakukannya. Dia memandang ke seluruh kelas sekilas, dan tatapannya terhenti saat melihat sosok guru di depan kelas yang sedang menyilangkan tangannya di depan dadanya dengan sorot mata yang tajam. Dan sekarang sedang memandangnya. Dengan susah payah Donghae menelan ludahnya. “Glek~” Omo..~ batinnya.
“sekarang juga silahkan keluar dari kelas ini Donghae-ssi” kata Laoshi Hankyung dan menekan nadanya saat berkata ‘Donghae-ssi’. Donghae menghela nafas panjang. Lalu berjalan menuju ke pintu kelas.
Donghae lalu duduk bersandar di tembok. Suasananya yang sepi dan udara yang lewat melewati dirinya membuatnya tertidur.
KREEEKK..
Tiba – tiba seseorang mebuka pintu kelasnya, dan melihat Donghae yang sedang tertidur di luar kelas. Lalu tersenyumlah orang itu melihat Donghae yang tertidur. “dia memank manis sekali. Apa aku benar – benar menyukainya ??” Katanya pelan sambil membungkukkan dirinya untuk melihat wajah Donghae.
Namun suaranya yang kecil itu ternyata membuat Donghae tebangun dari tidurnya. Donghae membuka matanya. Saat membuka matanya, dia melihat ada orang didepannya. Beberapa detik mereka saling bertatap muka. “HUWAAA !!” seru Donghae kaget.
“HUWAAA !!” orang tersebut pun ikud berteriak reflek saat mendengar teriakan Donghae. Dia lalu terjatuh kebelakang.
“ADA APA ??” seru Laoshi Hankyung yang langsung keluar saat mendengar teriakan mereka berdua. “Jessica Jung, bukankah tadi kamu ijin ke toilet ? kenapa masih ada di sini ?? dan kenapa kalian berdua teriak – teriak ??” tanyanya bertubi – tubi. Jessica hanya meringis kepada Laoshi Hankyung. Sedangkan Donghae yang tidak tahu apa – apa hanya menunjukkan raut wajah bingung pada Laoshi Hankyung.
“aku ke toilet dulu !!” seru Jessica. Dia beranjak dari tempatnya terjatuh dan berlari. Aish.. malunya~ bagaimana kalau Donghae mendengar ucapanku tadi ?? matilah aku.. batin Jessica.
Ada apa sih ?? batin Donghae bingung.
♥→Key of Heart←♥
“Donghae keren banget tadi !! hahaha.” Tawa Kibum sambil menyantap sepiring mie ramen didepannya.
“diam kau !! dasar tuh guru cerewet amat.” Balas Donghae.
“Hae.. Donghae..”
“apa ??”
“itu minuman mu tumpah tuh..” kata Kibum sambil menunjuk minuman Donghae yang sedang di pegangnya tumpah di bajunya. “untung air putih.. sana bersihin di toilet.”
Donghae hanya mengangguk dan segera pergi ke toilet.
Di perjalanannya ke kamar mandi Donghae berpapasan dengan Yoona dan Jessica yang juga habis dari toilet. Mata Yoona dan Donghae saling bertemu. Yoona lalu tersenyum pada Donghae. Donghae pun membalasnya. Sedangkan Jessica, dia menundukkan keplanya saat tahu ada Donghae didepannya.
“hei ! kamu kenapa Sica ??” tanya Yoona bingung melihat tingkah sahabatnya itu.
“a-aniyo.. ayo.” Kata Jessica sambil terus menunduk. Huwee.. malu banget..~ pikirnya. Dia lalu menarik tangan Yoona pergi dari hadapan Donghae. Donghae lalu menggelengkan kepalanya, tak mengerti.
“Sica ! Sica ! kamu suka Donghae ??” tanya Yoona saat mereka berada di Kantin sekolah. Jessica tak menjawab, tapi dia menganggukkan kepalanya pelan. Yoona yang melihatnya pun kaget. “mwo-ya ?? aish~ sahabatku sekarang sudah punya orang yang disukainya..” kata Yoona merangkul pundak Jessica dan mencubit – cubit pipi Jessica.
♥→Key of Heart←♥
Bel pulang pun berbunyi, semua anak berhamburan keluar kelas, sedangkan Donghae dan Kibum masih berada dikelas. Mereka dihubungi oleh Mr. Nick Bass untuk mengikuti latihan dance khusus, menurutnya mereka berdua memiliki bakat dance yang perlu dikembangkan lagi.
“Donghae ya.. ayo.” Kata Kibum mengajak Donghae untuk segera menemui Mr. Nick Bass di ruang dancenya.
“ne.” jawabnya. Mereka lalu mengambil tas mereka masing – masing dan segera pergi menemui Mr. Nick Bass.
Setelah sampai mereka lalu membuka pintunya dan menemui Mr Nick Bass telah berada disitu. “annyeong haseyo Sir.” Kata mereka serentak.
“annyeong.” Balas Mr. Nick. “ayo kita mulai latihannya.” Perintahnya.
♥→Key of Heart←♥
“Bumie..~ aku punya gerakan bagus nih..” kata Donghae.di lalu menunjukkan gerakan dancenya yang sangat keren. Gerakan yang dibuatnya sendiri saat dia masih kecil. Walau terlihat sederhana, tapi gerakannya sangatlah bagus. Dia pun melakukan flow dengan sangat lentur.
“aish..~ bukuku.. bisa – bisanya ketinggalan. Kalau ketinggalan mana bisa aku mengerjakan PR ku ??” seru Yoona berjalan menyusuri lorong. Saat melewati ruang dance, telinganya seperti mendengar seseorang sedang berada disitu. Karena rasa penasarannya yang tinggi, dia lalu mengitip dari sela – sela pintu yang sedikit terbuka. Dilihatnya Donghae yang sedang memamerkan gerakan dancenya pada Kibum.
Keren sekali.. aku.. seperti pernah melihat gerakan seperti itu, tapi dimana yah ? pikir Yoona bingung.
“Yoona, ngapain kamu disitu ??” tanya Kibum yang tiba – tiba muncul di depan Yoona. Reflek Yoona langsung meloncatkan dirinya kebelakang.
Yoona menatap Kibum sesaat, lalu berkata “ aniyo, aku mau mengambil bukuku yang tertinggal.” Jelasnya. Kibum mengangguk – anggukkan kepalanya.
“mau lihat kami latihan ??” tanya Kibum. Yoona yang merasa tertarik dengan tawarannya mengiyakannya.
“boleh.” Jawabnya singkat, lalu melangkahkan kakinya kedalam.
“Yoona mau lihat gerakan dance ku ??” tanya Donghae saat melihat Yoona masuk kedalam. Yoona mengangguk. Lalu Donghae memperlihatkan setiap lekuk indah gerakannya. Yang membuat Yoona sama sekali tak memalingkan pandangannya dari Donghae.
“ARK !!” seru Yoona. Tiba – tiba kepalanya menjadi pusink, entah kenapa setiap melihat dance Donghae kepalanya seakan akan mau pecah. Kenapa?? Bingungnya.
“Yoona kamu tidak apa – apa ??” tanya Donghae. Tapi Yonna tidak menjawabnya, dia langsung lari keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Donghae dan Kibum yang sedang kebingungan.
♥→Key of Heart←♥
Pelajaran pertama pagi ini adalah pelajaran Bahasa Mandarin. Itu artinya mereka akan diajar oleh Laoshi Hankyung. Laoshi Hankyung masuk ke kelas dengan membawa tumpukan buku yang banyak. Entah buku apa itu.
Dan lagi – lagi Donghae kembali melamun. Kali ini yang dilamunkannya sepanjang peljaran adalah apa yang terjadi terhadap Yoona kemarin. Kenapa setiap Yoona melihatnya menari Yoona selalu merasa sakit dikepalanya.
Sebenarnya dia kenapa ya ?? apa dance ku begitu kerennya sampai mebuat Yoona menjadi sakit kepala begitu ??
“Lee Donghae ! LEE DONGHAE !!” seru Laoshi Hankyung.
“MWO ?!” seru Donghae yang kaget mendengar teriakan Laoshi Hankyung..
“LEE DONGHAE !! lagi – lagi kamu tidak konsen di pelajaran saya. Silahkan kamu keluar lagi.”
He ? aku dua kali dikuarin dari pelajaran ?? aigo..~ batinnya. Dia lalu berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan keluar.
“tunggu, untuk hukumannya, tolong tata semua buku yang ada di perpustakaan istirahat nanti.” Perintah Laoshi Hankyung. Donghae menatap Laoshi sekilas, lalu mengangguk pelan.
♥→Key of Heart←♥
“dasar guru cerewet !! masa disuruh ngeberesin buku sebanyak ini ?? ark !!” gerutu Donghae yang sekarang sedang membereskan buku di perpustakaan. Tanpa disadarinya, seseorang memperhatikannya dari luar perpustakaan. Entah apa yang dirasakannya sekarang, tapi sedari tadi jantungnya berdegup sangat kencang.
Orang itu lalu berjalan mendekati Donghae. “Donghae-ssi, boleh aku membantumu ??” tanyannya dengan tersenyum. Dirasakannya sekarang wajahnya menjadi panas, bahkan miungkin melebihi panasnya terik matahari.
Donghae lalu mengarahkan pandangannya pada datangnnya suara. “Jessica-ssi ?? akh, tidak usah. Aku bisa menyelesaikannya sendiri kok. Nanti kamu malah repot. Gomawo.” Balas Donghae.
“ti-tidak apa – apa. Aku senang membantumu kok.” Balas Jessica gugup. Donghae lalu tersenyum. “baiklah, kalau itu memang maumu.” Mereka lalu mulai membereskan buku – buku yang berserakan di meja – meja dan tidak tertata rapi di tempatnya.
Saat Jessica mencoba memasukkan buku yang ada di tempat tinggi, dia berjinjit untuk meraih tempatnya, tapi ternyata gagal. “KYAA !!” serunya. Buku – buku yang ingin dia letakkan di atas semua berjatuhan ke bawah. Tapi dia sama sekali tidak merasa sakit. Kenapa tidak sakit ya ? pikirnya bingung.
Ternyata Donghae melindunginya dengan tangannya. Mereka terduduk di lantai perpustakaan itu. Jantung Jessica langsung berdetak dengan cepat saat melihat Donghae melindunginya dari buku – buku yang jatuh itu. Donghae melindungiku ?? Apa aku benar – benar menyukainya ?? pikir Jessica.
“kamu ngga apa ??” tanya Donghae. Jessica yang tertunduk hanya menganggukkan kepalanya.
“TRING” sesuatu lepas dari leher Jessica dan jatuh ke lantai. Ya, kalung gembok itu terlepas.
“jangan pernah lepaskan kalung ini ya.” Kata gadis itu. Dia mengenggam kalung berbentuk kunci yang melingkari leher Donghae, dan kalung berbentuk gembok yang melingkari leher gadis itu dengan kedua tangannya. “Key of Heart.” Kata gadis itu pada Donghae. “kamu adalah kunci hatiku. dan selamanya tak akan pernah berubah.” Lanjutnya.
Tiba – tiba saja Donghae teringat dengan gadis itu. Kalung itu milik cinta pertama ku. benar ! tidak salah lagi ! tapi Jessica Jung ?? bukankah gadis itu bernama Kim Taeyeon ?? bingung Donghae.
Tiba – tiba saja Donghae teringat dengan gadis itu. Kalung itu milik cinta pertama ku. benar ! tidak salah lagi ! tapi Jessica Jung ?? bukankah gadis itu bernama Kim Taeyeon ?? bingung Donghae.
“Donghae-ya ?? kamu tak apa ??” tanya Jessica mengangetkan Donghae. Donghae menatap Jessica dengan tatapan bingung. Semua itu membuatnnya bingung. Dia terus bertanya – tanya dalam benaknya siapa sebenarnya Jessica ??
“siapa sebenarnya kau ?? kenapa kalung ini ada di kamu ??” tanya Donghae sambil mengenggam kalung gembok itu.
“a-apa maksudmu ?? aku Jessica Jung !” balas Jessica.
“tidak mungkin !! kalung ini milik Kim Taeyeon kan ??”
“Kim Taeyeon ??” Jessica sama sekali tak mengerti apa yang dimaksudkan Donghae.
“lalu dari mana kamu mendapatkan kalung ini ??” tanya Donghae dengan serius.
“aku mendapatkannya dari Yoona, katanya sebagai tanda persahabatan kita.” Jelasnya.
Donghae lalu bangkit berdiri dan pergi keluar meninggalkan Jessica yang masih terduduk di lantai. Kim Taeyeon ?? siapa dia ?? lalu apa hubungannya kalung gembok itu dengan Donghae ?? akh ! kalungnya dibawa Donghae ! aku harus mengambilnya ! pikir Jessica. Dia lalu bangkit berdiri dan segera menyusul Donghae yang entah dimana sekarang.
♥→Key of Heart←♥
“Yoona !! Tunggu !!” seru Donghae menghampiri Yoona. Donghae terlihat kecapean setelah berlari – lari mencari Yoona. Keringat mengalir membasahi wajahnya. Dia lalu mengatur nafasnya perlahan.Yoona pun menoleh keara Donghae.
“kamu kenapa Donghae-ssi ??” tanya Yoona bingung melihat Donghae. Tanpa menjawab pertanyaa Yoona, Donghae lalu memegang pundak Yoona dengan kedua tangannya dan di goyang – goyangkan.
“kamu Kim Taeyeon kan ?? iya kan ??” tanya Donghae. Donghae terus menekan pundak Yoona hingga dia merasa sakit.
“aish~ lepaskan ! apa maksudmu ?!?! aku Im Yoona !” seru Yoona sambil menepis tangan Donghae dari pundaknya.
“kalung ini milikmu kan ??” Donghae lalu menunjukkan kalung gembok itu dihadapan Yoona. “dan ini dari mu untuk ku.” lanjutnya menunjukkan kalung yang sekarang dikenakannya.
Mata Yoona seakan menandakan kalau dia tahu tentang kedua kalung itu. Seketika itu juga, kepala Yoona terasa berputar – putar. Sakit. dia lalu jatuh pingsan dan langsung diterima oleh Donghae.
“Yoona !! Yoona !!” panic Donghae. Tanpa pikir panjang, dia lalu langsung membawa Yoona ke ruang kesehatan.
Kibum yang tidak sengaja lewat disana dan mendengar seluruh percakapan merekapun mengikuti Donghae dari belakang.
♥→Key of Heart←♥
Kibum lalu membuka pintu perlahan. Suara pintunya membuat Donghae kaget dan langsung menengok kebelakang. Dilihatnya Kibum telah berada dalam ruang kesehatan, berdiri tepat didepan pintu. Kibum lalu berjalan mendekati Donghae, lalu menepuk pundak Donghae.
“Donghae-ya.. sepertinya aku perlu menceritakan sesuatu kepadamu.” Kata Kibum. Dia lalu memandang sejenak kearah Yoona yang sedang terbaring diatas tempat tidur. Dia lalu menghela nafasnya dan duduk disebelah kursi Donghae.
“sebenarnya, aku telah berjanji untuk tidak mengatakan ini semua kepada orang lain. Apa lagi Yoona. Ini terlalu menyakitkan baginya.” Lanjudnya. Dalam hatinya dia merasa ragu untuk menceritakan hal tragis tersebut. Hal yang sudah lama terjadi dan disembunyikannya.
“sebenarnya..” kata Kibum tertahan. Masih sulit baginya untuk menceritakan semuanya. Tapi dia harus menceritakannya. Donghae berhak untuk tahu hal ini. Akan lebih baik jika dia mengetahuinya. Donghae terus menunggu Kibum untuk menceritakannya.
Di saat lain Jessica masih terus mencari Donghae. Sampai pada suatu tempat, pencariannya berhenti. Langkahnya berhenti tepat didepan sebuah pintu. Samar – samar terdengar suara seseorang didalamnya. Suara yang sudah tidak asing lagi baginya. Ya, itu adalah suara Kibum di dalam. Jessica lalu segera mencuri dengar seluruh pembicaraan mereka dari luar pintu itu.
“kira – kira satu tahun setelah Yoona pindah ke Seoul, Yoona dan kedua orangtuanya mengalami kecelakaan. Kecelakaan mobil yang benar – benar mengenaskan. Bahkan terlalu tragis.” Jelas Kibum. Kibum menghela nafas kembali, lalu menceritakannya kembali. “benar apa yang kamu katakana tadi. Nama aslinya memang Kim Taeyeon. Tapi semenjak kecelakaan itu, namanya berubah menjadi Im Yoona. Kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan itu. Hanya dia yang selamat. Tapi kerena kecelakaan itu, dia mengalami shock berat, bisa kamu pikirkan bagaimana seorang anak yang masih kecil harus dihadapkan dengan kenyataan setragis itu”
“meninggal ??” bingung Donghae. “jadi yang sekarang dengannya adalah orangtua angkat ??” tanya Donghae. Kibum mengangguk.
“akibatnya dia kehilangan seluruh ingatannya bahkan tentang kedua orangtuanya. Dan akhirnya dia diangkat oleh orangtuanya yang sekarang. Namanya diganti dan mereka sepakat untuk tidak menceritakan hal ini pada siapapun.” lanjud kibum.
Donghae lalu mengelus rambut Yoona yang sedang tertidur itu. Setelah sekian lama tidak bertemu. Dia harus mengalami hal tragis seperti itu. Kenyataan yang terlalu pahit untuk diceritakan.
“aku.. adalah teman sepermainannya dulu. Kami selalu bermain bersama. Tapi dia lalu pergi meninggalkanku dan meninggalkan kalung kunci ini untukku. ‘Key of Heart’. Dialah cinta pertamaku yang selama ini menghilang.” Jelas Donghae. Dia lalu mengulurkan tangannya dan mengenggam erat tangan Yoona.
Diluar Jessica yang telah mendengar semua pembicaraan mereka mulai meneteskan satu persatu bulir – buliar air mata. Orang yang disukainya menyukai orang lain, sahabatnya sendiri. Memang bukan salah Yoona, tapi ini terlalu menyakitkan baginya. Serasa hatinya hancur berkeping – keping.
KREEKKK
Tiba – tiba Kibum membuka pintu dan mendapati Jessica sedang menangis didepan pintu. “Jess..” Kibum yang tidak tega melihatnya lalu memeluk Jessica. Membiarkannya menangis dalam pelukannya. Membasahi seragamnya. Sudah berakhir. Batin Jessica.
♥→Key of Heart←♥
Di dalam ruang kesehatan. Donghae terus memandangi kedua kalung yang sekarang ada dalam genggamannya. Kunci dan gembok ?? aku mikir apa ?? mana mungkin bisa terbuka ?? pikir Donghae. Tapi rasa penasarannya membuat tangannya bergerak dan memasukkan kunci itu kedalam lubang gembok.
TEK
Terbuka. Gembok itu terbuka. Dan didalamnya terdapat sebuah foto. foto yang sudah sangat lama sekali. Foto dua orang anak kecil yang sedang tertawa. Yang satu laki – laki dan yang satu perempuan. Yang laki – laki mengenakkan sebuah topi dan dipakai terbalik, dengakan yang perempuan, rambutnya diikat dua keatas. Dalam wajah mereka terpancar keceriaan. Donghae tersenyum melihatnya. Foto ini.. pikirnya.
“enng..” terdengar suara Yoona yang terbangun dari pingsannya. Matanya terbuka perlahan, dan tangannya mulai tergerak. Yoona pun mendudukkan dirinya. Donghae langsung memeluk Yoona saat tahu Yoona telah siuman.
Yoona hanya terbingung – bingung melihat tingkah Donghae yang aneh. Hanya saja, dia sama sekali tak menolak saat Donghae memeluknya. Pelukkan yang hangat untuknya. Bahkan rasanya dia tak ingin melepaskan pelukkan ini. Hatinya terasa sangat tenang.
“Yoona.. lihat ini.” Kata Donghae yang lalu melepaskan pelukkannya itu. Di lalu menunjakkan photo yang terdapat didalam kalung gembok tersebut. Yoona menatapnya dalam.
“Donghae, ayo foto ! lihat eomma sudah menyiapkan camera. Ayo Donghae-ya !” bujuk Taeyeon pada Donghae. Donghae lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Taeyeon menggandeng Donghae dan menariknya untuk berlari menghampiri eomamnya.
“eomma ayo foto kami !!” seru Taeyeon pada eommanya.
“ayo!” balas eommanya. “hana, dul, set. Say CHEESE !”
PLASH bunyi camera yang telah berhasil mengabadikan saat – saat bahagia mereka.
Melihatnya, kepingan – kepingan memory yang selama ini hilang seakan – akan kembali lagi kedalam memory otaknya. Semua kenangan bersama Donghae, kedua orangtuanya, dan juga tentang kecelakaan tragis tersebut. Semua telah kembali lagi dalam memorynya.
Tanpa disadari Yoona, butiran – butiran irmatapun mulai mengalir keluar dari matanya. Satu persatu membasahi kedua pipinya. Donghae lalu segera menyeka airmata Yoona dengan kedua tangannya. Lalu kembali menarik Yoona kedalam pelukkannya.
“aku tahu kamu pasti mengingat semuanya kembali.” Bisik Donghae. Yoona tak menjawabnya, dia hanya mengangguk pelan. “Yoona apa kamu masih ingat janji kita ?” tanya Donghae kembali berbisik.
“janji untuk selalu bersama selamanya, walau jarak memisahkan kita.” Kata Yoona. Donghae lalu tersenyum dan mengecup kening Yoona lembut. “aku akan tepati janji itu.” Balas Donghae.
“ta-tapi..” Yoona tahu bahwa sekarang mereka bisa bersama lagi.tapi bagaimana dengan Jessica ?? Jessica menyukai Donghae. Dia tak ingin membuat Jessica menjadi sedih. Apalagi selama ini mereka selalu bersama. Dia sudah menganggap Jessica seperti adik kandungnya sendiri.
“tapi ? tapi kenapa ?” bingung Donghae mendengar jawaban Yoona.
“Jessica menyukaimu. Aku.. aku tak mau dia kecewa padaku. Aku sayang padanya seperti adik kandungku sendiri.” Donghae lalu menepuk kedua pundak Yoona.
“tenang saja. Kita bisa bicarakan ini dengan Jessica. Aku yakin Jessica pasti mengerti. Dia sudah besar, bukan anak kecil lagi kan ??” tanya Donghae. Yoona menatap Donghae. Donghae berhasil menenangkan hati Yoona. Benar apa kata Donghae. Jessica sudah bukan anak kecil lagi.
♥→Key of Heart←♥
“Jessica.. ada yang mau aku bicarakan.” Ajak Yoona pada Jessica yang sedang termenung di dalam kelas. Jessica menatap Yoona dengan tatapan datar. Dia sama sekali tidak membalas kata – kata Yoona. Tapi dia mengikuti Yoona. Menuju ketempat dimana mereka akan bicara. Dalam perjalanan mereke terus diam seribu bahasa.
Sesampainya di tempat yang mereka tuju yaitu atap sekolah, Jessica mulai angkat bicara. “aku sudah tahu semua.” Kata Jessica. Mendengarnya jantung Yoona langsung berdetak dengan cepat. Yoona menundukkan kepalanya. “tentangmu dan tentang Donghae. Semuanya.” Lanjudnya.
Yoona menatap Jessica. Lalu menghela nafasnya perlahan. “mianhae..” katanya pelan. Jeesica lalu mengangkat tangannya seperti hendak menampar Yoona. Langsung Yoona menutup matanya. Menunggu apa yang akan dilakukan Jessica.
Tapi tiba – tiba saja sebuah pelukan mendarat di tubuh Yoona. Yoona lalu membuka matanya. “mana mungkin aku marah padamu ?” kata Jessica. Terdengar isakkan tangis dari suaranya. Yoona lalu membalas pelukkan Jessica dan ikud meneteskan air mata bersamanya.
BRRAAAKKK
Tiba tiba saja pintu atap sekolah terbuka dengan keras. Ternyata Donghae dan Kibum datang. Donghae datang dengan nafas yang tersenggal – senggal, sedangkan Kibum terlihat santai saja.
“oppa.. Kibum-ya ??” heran Yoona melihat mereka berdua. Yoona lalu melepaskan pelukkannya dan menatap mereka berdua dengan tatapan bingung. Sedangkan Jessica tertawa – tawa melihat mereka.
“kok Donghae-ssi km keringetan gitu ?? Kibum aja nggak..” tawanya.
“aish~ aku khawatir taw.. kirain bakal ada perang dunia ke-3” balas Donghae.
Yoona dan Jessica saling menatap satu sama lain. Dan tertawa.
“ingat, jika sekali saja kamu membuat sahabat ku ini sedih atau pun menangis, tak akan kubiarkan kamu mendekatinya lagi !” seru Jessica sambil menjunjuk Donghae dengan jari telunjuknya. Donghae tersenyum.
“tenang saja, aku pasti akan membahasiakannya.” Balas Donghae. Kibum lalu mengulurkan tangannya menepuk – nepuk pundak Donghae. “tak kusangka kamu bisa bicara seperti itu.” Kata Kibum.
“lagian, masih banyak cowok yang mau sama aku, cuma orang babo aja yang menolakku.” Lanjut Jessica, yang membuat Yoona dan Kibum tertawa, sedangkan Donghae menyipitkan matanya kearah Jessica yang terkekeh – kekeh setelah melanjutkan kata – katanya tadi.
♥→Key of Heart←♥
“Yoona..” kata Donghae lembut sambil mengelus rambut Yoona di depannya. Sekarang mereka berdua sedang berada di makam kedua orang tua Yoona. Memang berat bagi Yoona untuk tahu kenyataan ini. Kehilangan orang tuanya, dan baru bisa mengunjungi makamnya sekarang. Tangisnya pun tak mereda – reda sejak tadi. Walaupun dia ingin berhenti menangis, tapi air matanya terus memaksa untuk keluar.
“Yoona ayo pulang.” Ajak Donghae sambil mengulurkan tangannya memeluk pundak Yoona. Yoona mengangguk.
“appa.. eomma.. aku pasti jaga diri baik – baik. Sudah dulu ya..” kata Yoona. Donghae lalu menyeka air mata Yoona dengan kedua tangannya.
“jangan nagis lagi.” Katanya tersenyum.
“gimana kalau kita nonton ??” ajak Donghae. Yoona menatap Donghae sekilas. Lalu memalingkan wajahnya.
“ngga mau akh. Aku maunya ke taman bermain.” Katanya lalu menjulurkan lidahnya pada Donghae. Donghae lalu mencubit kedua pipi Yoona.
“aish~ jagiya ku ini banyak maunya.. oke deh kita ke taman bermain aja !” seru Donghae.
“tapi lepasin cubitan oppa donk..~”
“akh.. ngga mau akh.. kamu lebih cantik kalo begini..” goda Donghae.
“OPPA ?!?!” seru Yoona. Donghae lalu berlari, kabur dari Yoona. Yoona lalu berlari mengejar Donghae. Tiba – tiba saja kakinya tersandung batu dan jatuh tapat dipelukkan Donghae. Yoona lalu menatap Donghae. Wajah Donghae yang lama – lama mendekat membuat wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Dan sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Yoona.
“oppa.. nappa..~”
“liad deh.. mukamu kek kepiting rebus, jagi..~ hahaha” sindir Donghae. Yoona tersenyum. Lalu memeluk Donghae. “oppa aku sayang kamu..~” bisiknya tepat pada telinga Donghae, dan kali ini wajah Donghae yang memerah.
“aku juga..” balas Donghae. “ingat ngga gerakan dance ku dulu ?” tanya Donghae. Yoona menengadahkan kepalanya, mengingat – ingat. Dia lalu tersenyum, dan menganggukan kepalanya.
“Donghae-ya.. tunjukan dancemu padaku donk ! aku mau liad..” bujuk gadis itu pada Donghae. Donghae tersenyum lalu mulai menjukkan setiap gerakan sederhana yang telah dibuatnya sendiri. Gadis itu tercengang melihatnya. Dan langsung memberikan standing applause pada Donghae.
“bagaimana ? kerenkan ??” tanya Donghae. Gadis itu mengangguk.
“kita buat ini sebagai gerakan dance kita saat kita menikah nantinya..” bisik gadis itu tepat pada telinga Donghae. Mendengarnya wajah Donghae jadi bersemu merah.
“BAIKLAH !” seru Donghae.
♥~The End~♥
Rabu, 09 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar