i wanna be boyband [4x]
dari dulu udah ngeband
tapi tidak pernah bisa jadi beken
padahal gayanya udah cukup keren
tapi kata orang kita ini cemen
tiba-tiba ada grup yang baru muncul
anak baru kok bisa langsung menyusul
laki-laki gak pake band tapi gayanya cool
lagunya ngehits langsung saja menyundul
reff:
ooo i wanna be boyband
boyband, i wanna be boyband
kepalaku cekat-cekot cekat-cekot kot
rasanya pusing kayak kejedot-jedot dot
iri hati melihat yang kiyut-kiyut yut
aku pikir aku sudah cukup imut mut
aku pikir semua orang bisa jadi boyband
asal kita punya mimpi punya cita-cita
yang penting kita semua rajin berusaha
O M G i wanna be boyband!
repeat reff
aku sukanya boyband dari korea
kalau kamunya kaya' sakit kolera
oh tell me boy how can i love you
please tell me boy how can i heart you
go boyband go boyband go go go [2x]
go boyband go boyband
kepalaku cekat-cekot cekat-cekot kot
rasanya pusing kayak kejedot-jedot dot
gemes banget melihat yang kiyut-kiyut yut
oh aku suka sama boyband
repeat reff [2x]
kot cekat-cekot cekat-cekot cekat-cekot cekat-cekot
cekat-cekot cekat-cekot kot kot kot kot kot kot
Selasa, 26 April 2011
Senin, 25 April 2011
about bigbang
Big Bang
Big Bang adalah salah satu Boyband Korea yang terkenal, terdiri dari lima anggota: G-Dragon, Tae Yang, Seung Ri, Dae Sung, dan TOP. Big Bang mungkin Boyband Korea yang paling baik setelah Tohoshinki. Meskipun debut mereka sedikit berhasil, itu tidak sampai release "Lies" kelompok yang memperoleh kesuksesan mainstream. Big Bang telah mencatat musik mereka sebaik selera mereka dalam fashion, menjadi terkenal di seluruh Negara.
Big Bang juga terkenal di Jepang, karena mereka juga merilis album dalam bahasa Jepang. Pada tahun 2008, "Big Bang" memasuki pasar Jepang dengan album Jepang mereka yang berjudul " For The World " (yang berisi kumpulan dari single2 Korea mereka sebelumnya selain lagu baru " How Gee"). Sebuah mini album ketiga-Korea "Stand Up" juga dirilis.
Big Bang adalah tim yang lengkap. Para anggota band semua personilnya sangat berbakat, dari suara dan rap hingga menari dan menulis lagu, Big Bang mengisi album debutnya dengan musik yang diciptakan oleh para anggota itu sendiri. G. DRAGON dan TOP menulis lirik single perdana mereka. Semua personil tidak akan mengambil bagian dalam setiap lagu, setiap anggota band ini akan memilih lagu-lagu yang menampilkan bakat mereka yang terbaik. G. DRAGON dan TOP, keduanya unggul dalam Rap, akan tampil dengan "We Belong Together" dan R & B ballad "A Tearful Fool" akan dilakukan oleh Tae-yang, Dae-sung dan Seung-ri.
Big Bang membuat debut mereka di YG Family Concert, yang diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 2006 di Gymnastics Arena di Seoul Olympic Park. Boyband ini awalnya terdiri dari enam anggota, tetapi satunya telah dikeluarkan pada episode kesembilan dari video dokumenter mereka. Awalnya, dua orang yang dimaksudkan untuk di keluarkan SO-1 dan Seung Ri. Namun kemudian hanya SO-1 dikeluarkan dan Seung Ri tetap bergabung dalam Boyband ini.Big Bang merilis single pertama mereka, " The First Single Album" pada tanggal 29 Agustus 2006 dengan lagu "This Love" permintaan tinggi didapat di antara stasiun radio. single kedua mereka "Big Bang is V.I.P." dirilis sebulan kemudian pada tanggal 28 September 2006. Sekali lagi kembali sukses. Pada tanggal 22 November 2006 mereka merilis single ketiga mereka yang berjudul "BIGBANG 0 3". Pada tanggal 30 Desember 2006, Big Bang telah melakukan konser mereka yang pertama berjudul “The Real”. Konser ini sukses, semua kursi terisi lebih dari 12.000. Mereka juga merilis sebuah MV dari lagu penutup mereka dari Israel "My Girl", dengan Tae Yang sebagai pemain solo, membawa banyak perhatian kepadanya. Bulan berikutnya, album pertama mereka "Sejak 2007" dirilis, dengan total 110.408 eksemplar terjual.
About Big Bang Members
G-Dragon
Posisi : Leader / Main Rapper / Composer / Penulis Lagu
Nama : Kwon Ji Yong (권지용)
Real name : Kwon Ji-yong
Tanggal lahir : 18 Agustus 1988
Physique : 170cm, 54kg
Pendidikan : Sekolah Menengah Seni Tradisional
Hobi : Menggambar, mendengarkan musik
Bakat : Rap, Dance, Beat Box, Penulis lagu
Note : G-Dragon adalah Leader dari Big Bang. Dia telah dilatih oleh YG Entertainment sejak usia 12 tahun, sering di samping sesama anggota Tae Yang. Ia sering menyusun dan menghasilkan materi kelompok. Mini-album pertamanya dirilis pada bulan Agustus, 2009.
Posisi : Vokalis / Pemimpin Kedua / Center
Real Name : Bae Yong Dong (동영배)
Tanggal lahir : 18 Mei 1988
Physique : 170cm, 56kg
Hobi : Bermain basket, mendengarkan musik, menonton TV
Bakat : Rap, tari
Note : Tae Yang adalah penampilan pertama, bersama dengan G-Dragon, yang buat di salah satu MV dari 1TYM's. Tae Yang memulai karirnya sebagai seorang rapper, tapi sekarang aia adalah vokalis utama Big Bang. Dia yang pertama merilis album solo yang berjudul “HOT” selama musim panas 2008 dan telah melakukan konser solo pertamanya. Pada 07 Agustus 2008 ia membuka konser Alicia Keys di Korea Selatan, di mana ia dilakukan 2 nya single: “Prayer” dan “Look only at me”. Tae Yang juga dikenal dengan kemampuannya menari dengan gaya bebasnya, yang menjadi lebih menonjol sejak debut Big Bang. Menurut Naver, album Tae Yang berikutnya akan menjadi album penuh (bukan mini) dan dijadwalkan akan dirilis pada salah Agustus atau September. Ini akan diproduksi oleh produsen YG Entertainment dan 1Tym Member Teddy. Saat ini, Teddy sibuk mengerjakan album 2NE1 tapi ia akan segera focus pada Taeyang setelah menyelesaikan album 2NE1.
Posisi : Vocalist / Mangnae
Real Name : Lee Seung Hyun (이승현)
Nama Panggung : Seung Ri (승리); V.I
Tanggal lahir : 12 Desember 1990
Physique : 174cm, 57kg
Note : Seungri awalnya bergabung dalam Battle Shinhwa, sebuah reality show yang bertujuan untuk menemukan Shinhwa berikutnya, ia ditolak setelah episode 13. Dia kemudian mencoba bergabung pada Big Bang dan berhasil. Seung-Ri adalah " little brother", juga disebut "Maknae" dalam Big Bang. Ia menetapkan Dance dan keterampilan koreografi untuk pertunjukan Big Bang. Seung-Ri adalah anggota pertama yang dalam musik, membintangi Sonagi. Seung-Ri adalah member kedua dari Big Bang untuk berpartisipasi dalam kegiatan solo, mempromosikan solo singlenya "Strong Baby" yang termasuk dalam album kedua Big Bang. Seung-Ri juga merupakan Member kedua sebagai aktor. Dia bintang dalam film Oorijibae Wae Watni ("Why Did You Come To Our House") yang dirilis pada April 2009.
Daesung
Posisi : Lead Vocalist
Real Name : Kang Dae Sung (강대성)
Tanggal lahir : 26 April 1989
Physique : 173cm, 62kg
Pendidikan : Sekolah Kyung-di High
Note : Daesung adalah Big Bang member kedua untuk membintangi dalam sebuah musikal, the Korean adaptation of Cats. Dia adalah seorang fixture permanen pada Family Outing, sebuah variety show yang merupakan bagian dari SBS “Good Sunday line-up”. Ia juga merilis dua single berderap, satu pada tahun 2008 dan yang lainnya di awal 2009
Posisi : Rapper / Beat Boxer / Composer / Oldest
Nama : Choi Seung Hyun (최승현)
Nama asli : Choi Seung-hyun
Tanggal lahir : 4 November 1987
Physique : 180cm, 65kg
Pendidikan : Seoul Arts College
Bakat : Rap, Beat Box, Penulis Lagu
Note : Sebelum bergabung dengan Big Bang, ia menerima pengakuan dengan memenangkan KBS's "Rap Battle" di tahun 2003. T.O.P. berperan dalam drama televisi Korea I Am Sam. Dia juga membintangi Drama “Iris” bersama aktor Kim Tae Hee dan Lee Byung Hun. Ia juga membintangi drama suspense remaja 19 bersama member Big Bang lainnya Seung Ri. Selain dari perannya dalam Big Bang, ia telah berkolaborasi dengan berbagai artis, termasuk Red Roc's "Hello," penyanyi Gummy's "Mianhaeyo" ("I'm Sorry"), dan Uhm Jung-hwa untuk "DISCO", dia adalah member yang tertua dalam Big Bang.
SS501
Fakta unik tentang SS501
All members SS501
1. Bagian yang pertama kali dicuci saat member SS501 mandi
- Hyun Joong : Gigi
- Young Saeng : Dada
- Kyu Jong : Kepala
- Jung Min : Wajah
- Hyung Joon : Kepala
2. Jung Min bilang kalo Kyu Jong pake kacamata hitam kayak elang dan Jung Min mulai memanggil Kyu Jong sebagai ‘Kim Eagle’.
3. Hal yang paling di takuti para member SS501 di Jepang Hyun Joong: Gempa bumi, Young Saeng: Pikiran orang-orang Jepang, Kyu Jong: Jalanannya Jung Min: engga ada, karena sebelum aku datang ke Jepang aku sudah melakukan beberapa penelitian….Hyung Joon: Jalanannya berbeda arah dengan di Korea.
4. Young Saeng pernah membuka selimut Jung Min, dia menemukan Jung Min lagi makan di dalem selimut. Jung Min menyangkal “Lebih hangat makan seperti ini”.
5. Fans baru SS501 sering bingung antara Kim Hyun Joong dan Kim Hyung Joon. Mereka berdua bilang mereka itu beda dan mohon di bedain,
6. Ukuran kaki member SS501
- Kyu Jong : 275mm
- Young Saeng : 270 mm
- Hyun Joong : 265 mm
- Hyun Joong : 275 mm
- JungMin: 270 mm
7. Tempat fav member SS501:
- Hyung Joon : Balkon
- Kyu Jong : Dibelakang pintu
- Hyun Joong : tempat tidur
- Jung Min : tempat tidur
- Young Saeng : kamarnya
Kim Hyun Joong
1. Kim Hyun Joong punya motto yang dari dulu sampe sekarang enggak berubah yaitu: ”Hidup adalah satu kesempatan”.
2. Kim Hyun Joong Bersahabat baik dengan Hero Jae Joong (DBSK), Micky Yoo Chun (DBSK), dan TOP (Big Bang).
3. Kim Hyun Joong itu Leader sangat suka tidur. Kalau udah tidur, yang ngebangunin bisa abis akal, mulai dari ditaruh anjing peliharaannya di tempat tidur, sampe es batu di tubuhnya, bahkan pernah diolesi bibirnya pake lipstick sama Park Jung Min, tapi tetep aja tidurnya pulas.
4. Julukan Kim Hyun Joong yang paling sering di denger adalah “pria cantik”, “cowok 4 Dimensi”, “Pangeran 4 Dimensi”, “Leader”, “dog atau cow”, karena matanya yang besar.
5. 3 keinginan Kim Hyun Joong: 1. Menjadi bintang, kelas dunia universal 2. Gathering fans dari seluruh dunia dan mengadakan konser gratis bagi mereka 3. Setelah itu, hidup damai dan bahagia.
6. Selain wajahnya yang lembut dan imut, Kim Hyun Joong sebenernya suka ngatur orang, keras kepala, tapi punya insting tajam.
7. Kim Hyun Joong bilang dia paling anti merayu orang, apalagi mendengar kata-kata rayuan yang bisa membuat wajah merah karena malu.
8. Kim Hyun Joong punya anjing peliharaan yang diberi nama Jaksalie. Arti ‘Jaksal’ sama dengan ‘tombak’ atau ‘bunuh’.
9. Kim Hyun Joong pernah iseng menulis cerita fiksi lucu yang mengisahkan cinta sesama jenis antara pria. Karakter utama cerita itu adalah dirinya sendiri dan Park Jung Min (rekannya di SS501).
10. Kim Hyun Joong Paling benci dan takut dengan capung, lebah, serta jenis serangga lainnya. Namun dia engga takut ama hantu.
11. Kim Hyun Joong bisa minum soju sampai 5 botol,bahkan kadang lebih dari 5 kalo kondisi suasana hatinya lagi senang.
12. Kelas 4 SD Kim Hyun Joong pernah ikut Olimpiade matematika dan menang dengan mendali emas. Hasinya dia selalu peringkat 1 di seluruh sekolah saat SD.
13. Kim Hyun Joong waktu SMA itu pernah di keluarin gara2 dia ngedengerin lagu ‘Ultramani’ punya Seo Taiji dan dia kabur dari rumah.
14. Kim Hyun Joong punya sabuk hitam taekwondo sama lisensi mengemudi (vehicles, motorcycles, cars)
15. Hal yang pertama dilakuin Kim Hyun Joong setelah bangun yaitu mandi.
16. Kim Hyun Joong lebih milih beli gitar daripada rumah dan kata2 favoritenya adalah “Jongmal?” yang artinya “Beneran?”.
17. Dalam 50 tahun ke depan, Kim Hyung Joong mau jadi seorang ayah
18. Kim Hyun Joong paling suka sama soup daging sapi, paling nggak suka sama daging anjing.
19. Kim Hyun Joong paling pinter masak Ramen.
Hyung Joon
1. Hyung Joon memiliki panggilan sayang dari fans yang dia bilang sebenernya rada aneh yaitu,, “Hyung Hyung..” dan yang manggil itu kebanyakan fans cewek,, mereka harusnya manggil “Hyung Oppa”
2. Hyun Joon pernah ngasih rayuan maut buat fansnya dia bilang “Jika kalian telah dewasa, aku akan menikah dengan kalian semua”.
3. Hyung Joon pernah tinggal di Melbourne, Australia selama 2 tahun. Musuh utamanya Jung Min. Hyung Joon suka mencampur kata – kata Bahasa Inggris dalam setiap kata yang dia ucapkan.
4. Hyung Joon mempunyai kulit yang sangat putih. Saat interview, dia mengatakan bahwa ia telah berusaha untuk memakai berbagai make up untuk menghitamkan kulitnya.
5. Mata pelajaran favorite Hyung Joon adalah Sains dan bahasa Inggris sedangkan yang enggak disuka adalah ekonomi.
Kyu Jong
1. Kyu Jong paling suka main basket.
2. Kyu Joong paling suka sama sulap.
3. Tinggi Kyu Jong 181 cm sama kaya Jung Min
4. Kyu Jong itu dulu dari desa sampe mau tanda tangan kontrak aja pinjem bajunya Jung min.
5. Kyu Jong senang memegang boneka beruang putih besar yg tampak jauh lebih besar dari badan nya.
6. Kyu Jong mempunyai kebiasaan ingin berubah, ia selalu menggunakan tangan untuk menutupi wajahnya.
7. Ikannya Kyu Joong dikasih nama ‘Young Saeng’.
8. Kyu Jong paling cepet bangun, kalo ada orang yang pergi ke asrama SS501 dan semua member lagi tidur, Kyu Jong akan menjadi orang pertama yg secara otomatis bangun.
9. Kyu Jong itu orangnyasangat pemalu.
10. Kyu Jong sering membuat orang khawatir. Ia selalu bangun tanpa ada yg tahu. Ketika ditanya kenapa, ia bercerita juga gak tahu.
11. Kyu Jong bilang dia takut anjing, tapi dia akan terpesona ketika melihat seorang perempuan berjalan dengan anjing.
12. Kyu Jong jago bahasa Jepang dan memahami banyak tentang Jepang.
13. Kyu Jong suka menyebut dirinya sebagai ‘Center of SS501′.
14. Alesan Kyu Jong kalo disuruh renang adalah ‘aku takut kalau kakiku tidak menginjak tanah’ tapi waktu sesi memancing, dia adalah orang yang paling semangat dan yang dapat ikan pertama kali.
Jung Min
1. Pesan dari Jung Min “Kalau kalian belajar bahasa Korea dan bisa bicara dengan fasih, cepat hubungi aku dan kita akan ngobrol sama-sama. ok?”.
2. Kalo Jung Min lagi cape’ jangan pernah bangunin Jung Min saat tidur karena dia akan marah. Siapapun yang berusaha membangunkannya akan menerima ‘tinju dan tendangan’. (Katanya refleks).
3. Jung Min adalah Penggila wortel. Dia makan banyak wortel meskipun telah membuat jus wortel. Dia bahkan punya rautan mainan berbentuk wortel.
4. Harapan teraneh Jung Min, dia mau hidup kekal selama-lamanya dan mengobati telapak tangannya yang selalu berkeringat.
5. Hal yang dilakukan Jung Min sebelum tidur adalah menutup telinga, menutup mata dengan penutup mata, berdo’a.
6. Cara Jung Min biar enggak stress berusaha untuk tersenyum.
7. Jung Min sangat bangga bisa terlahir jadi Park Jung Min.
8. Jung Min enggak suka sarapan
9. Hal yang pertama dilakuin setelah bangun: buka mata, tarik napas, stretch, liat jam, cuci muka.
10. Jung Min paling pinter masak Pasta. Suka semua makanan buatan ibunya, dan suka kimchi juga pancake.
Young Saeng
1. Hal yang pertama dilakuin Young Saeng setelah bangun itu minum air putih.
2. Menu sarapan ideal Young Saeng adalah susu dan keju.
3. 3 keinginan Young Saeng: 1. Punya banyak duit, 2. SS501 dan namanya menjadi terkenal di seluruh dunia, 3. Mampu berpikir lebih hati-hati.
4. Young Saeng paling Pinter masak sup kimchi.
5. Young Saeng pernah pacaran sama cewek yang umurnya 3 tahun diatas dia.
6. Young Saeng paling suka sama ayam goreng dan gak suka sama seafood
7. Minuman fav Young Saeng adalah minuman olahraga Dakara, air lemon dan paling gak suka sama minuman bersoda.
8. Saat ditanya “dalam 50 tahun ke depan kau akan jadi apa?” Young Saeng malah jawab: “Mungkin seharusnya aku udah punya cucu” padahal itu lagi serius pertanyaannya,, terus dia ditanya lagi “Benda apa yang nggak bisa di tinggal??” Young Saeng jawab: “Pakaian”.
9. Young Saeng peduli banget dengan image-nya, dia akan lari dari kamera dan memakai topi untuk menutupi rambutnya yang ketika baru bangun tidur. Itu biar enggak ada yang bisa lihat rambutnya acak2kan.
10. Kebiasaan aneh Young Saeng yaitu menggigit bibir dan menjulurkan lidah.
11. Album pertama yg Young Saeng beli adalah H.O.T
12. Artis favoritenya Young Saeng adalah Steveland, Yoshiki dan dia pengen kerja bareng Yoshiki
like a miracle part 6
Terpampang nama Kyu di lcd handphonenya. Ree buru-buru mengangkat handphonenya.
“anyeong oppa,,” Ree tersenyum melihat oppadeulnya.
“anyeong dongsaeng ku sayang, kita bela-belain nih pakek 3G karena ada yang mau ngomong tuh” Hyun melirik Kyu yang hanya tersenyum melihat Ree.
“Kyu oppa, mau ngomong apa?”
“Kyu?” Ji moon terbelalak mendengar Ree menyebutkan nama Kyu dan merebut handphone yang di pegang oleh Ree.
“eh” Ree kaget.
“Kyu oppa,,” Ji moon berteriak histeris.
“idih, siapa pula ini! heh jangan ganggu kita ma adek-adek kita ya! Lu dah jelek buang-buang waktu kita aja!” Jung min ngomel-ngomel di belakang telinga Hyun.
“heh kuda, bisa slow dikit nggak si!” Hyun ikut ngomel, Ree dan Hyorien hanya tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“jelek?? Cantik gini di bilang jelek! Kyu oppa,,” Ji moon manyun manja.
“najis gua!!” Kyu angkat bicara.
“hahaha, ternyata Kyu bisa juga ya,,” Saeng ngakak liat Kyu angkat bicara dengan kata-kata kasarnya.
“hah! Kyu oppaaaaa” Ji moon merengek dan memanyunkan bibirnya.
“udah, dari pada lu nambah masalah ma mereka plus ganggu gua tidur, kasik tu handphone minggat lu sekarang!” Yong jun yang sedari tidur angkat bicara karena terganggu dengan suara jeritan Ji moon.
“hahaha,,” semuanya mentertawakan Ji moon.
“nih!” Ji moon dengan mulut manyunnya dan pergi meninggalkan Ree dan yang lainnya. Yong jun memperhatikan kepergian Ji moon dan kembali tidur.
“haha, oppa Ree kangen ma kalian” Ree sok imut di depan oppadeulnya.
“idih, sayangnya Cuma Kyu yang kangen ma kamu, hhe” Jung min nyeletuk.
“yah oppa” Ree memanyunkan bibirnya.
“oh ya Ree di sebelah mu itu siapa?” Tanya Hyun.
“oh ini Hyorien, bukan Hyorie loh ya,,” Ree asal melirik Jung min yang pipinya langsung memerah karena malu. Ree tak tau jika Jung min memang benar-benar suka dengan Hyorie.
“Jung min oppa, kenapa mukanya merah?” tambah Ree.
“Aish, diem kau anak kecil! Ni gara-gara kamu sii, gak bisa makan wortel jadinya!” Jung min asal-asal mencari alasan.
“dasar kuda!!” celetuk Ree.
“udah-udah!” Hyun menutup telinganya yang lagi-lagi karena suara teriakan Jung min yang mengarah pada teling Hyun.
“oh ya, salam kenal ya Hyorien” Sahut Saeng dengan senyum mautnya.
“salam kenal,,” Hyorien tersenyum manis.
“udah-udah, Saeng bukan waktunya tebar pesona!” Hyun yang tak pikir panjang langsung menaruk telapak tangannya di depan muka Young Saeng.
“hahaha” Ree dan Hyorien tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“emh, Ree ntar malem ikut kita ya ke basecamp” ajak Jung min.
“emh, pasti aku dateng oppa, oh ya Hyun oppa,,” Ree mengecilkan suaranya.
“apa saengi?” Hyun yang masih menaruk tangannya di depan muka Saeng sok imut.
“Yong jun itu kok cuek trus dingin banget si? Ku malah nemuin Jun ma Jung min oppa kedua!” Jung min membelalakkan matanya, yang lain hanya tertawa menimpali perkataan Ree.
“awas ya ntar malem, ku cubit kau” Jung min ngomel-ngomel.
“hahaha, Yong jun memang begitu, DIA ITU ALERGI DENGAN CEWEK!!” Hyun teriak mengungkapkan kata-kata, Yong jun yang tadinya mencoba naik kembali ke atas awan tertinggi kembali jatuh ke bumi, Yong jun langsung beranjak menghampiri Ree dan Hyorien.
“Hyun, apaan sii! Mang aku gay!! Jung min tuh” semua tertawa menimpali perkataan Yong jun.
“ternyata Yong jun nggak buruk-buruk banget, pantas saja Hyorien suka padanya” bisik Ree dalam hatinya.
“aish, kok pada mojokin aku si!” Jung min tambah ngomel.
“oh ya, Ree ntar aku jemput ya, nanti aku baru bicara, ya sudah see you pulang sekolah ya,,” Kyu tersenyum lembut pada Ree.
“emh” Ree mengangguk.
“da Ree, Hyorien,, da Yong jun gay,,” Hyun langsung menutup handphonenya.
“aish” Yong jun beranjak kembali ketempat duduknya.
“dia itu memang suka tidur dari pada harus kumpul dengan teman-temannya, pada hal teman-temannya ashik, tapi ya gitu,,” Hyorie mengeluarkan nafas panjang.
Di sekolah tempat SS501, Jun masih belum menampakkan hidungnya setelah bel istirahat, Hyun yang ingin memastikan Jun datang ke basecamp sibuk mencari Jun di sekitar sekolah. Di kelas Kyu, Saeng, dan Jung min hanya duduk mendengarkan lagu perdana milik mereka sampai Jun datang.
“Jun, mana Jung?” tanya Kyu sambil mengecilkan volum ipodnya.
“Jung? Aku tidak bertemu dengannya?!”
“kemana ya dia?” Kyu mengerutkan dahinya.
Tak berapa lama Jung datang, Jung datang dengan tangan yang di tarik paksa oleh Merry. Jun yang melihat Merry langsung menarik panjang nafasnya, terlihat kelelahan di mata Jun. Sedangkan Jung min dengan kondisi muka merah karena panas. Merry jingkrak-jingkrak melihat Jun dan langsung memeluk Jun yang sudah tidak bisa apa-apa. Member yang lain hanya tertawa melihat kawand tersiksa, Hyun langsung menggunakan handphonenya dan memutar lagunya keras-keras.
“Jun sorry, tuh mak lampir ngerjar tadi ampek mukaku kebakar ma matahari, nggak minta maaf pula!” Jung min ngomel dan beranjak menghampiri Kyu yang mulai mencium bau parfum Merry.
“ukhuk-ukhuk”
“yah, Kyu!” Saeng buru-buru memberikan minum untuk Kyu.
“gomawo, eh mak lampir. Bisa nggak si kamu jauh-jauh dari kita, aku capek harus nyium bau parfum mu itu!! Calon cewek ku ilang malah mak lampir yang datang!!” Kyu melipat tangannya dan beranjak menghampiri Hyun yang duduk agak jauh. Merry hanya cuek.
“calon cewek?” Jun mengernyitkan alisnya.
“ia, siapa lagi Jun kalok bukan Ree” Sahut Jung min.
“Deg”
“Kyu suka Ree, tapi,, nggak papa Jun. Ini yang terbaik buat Ree” bisik hati Jun sambil menggenggam erat kalung yang ia sembunyikan di balik kantong almamaternya.
“eh Jun nanti kita nonton yuk” ajak Merry.
“sorry aku nggak bisa, dan nggak akan pernah bisa!! Jun melepaskan pelukannya dan beranjak meninggalkan Merry.
Sepulang sekolah Kyu buru-buru pergi ke parkiran di ikuti member yang lainnya. Kyu membawa mobil milik Hyun untuk menjemput Ree di sekolahnya. Jun yang tak tau apa-apa mengernyitkan kedua alisnya.
“Kyu mau kemana?” tanya Jun.
“dia mau menjemput pujaan hatinya dulu,,” Hyun menepuk pundak Jun.
“pujaan hatinya?” Jun kaget dan membelalakkan matanya. “Ree, mungkin dia lebih baik untuk mu” bisik Jun.
“emh, sayangnya mobil dapet minjem, hahaha” Jung min nyeletuk dari belakang Saeng.
“belum waktunya, yang penting sekarang aku akan bicara padanya tentang perasaan ku, hheeee,,” Kyu masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.
***
Sesampai Kyu di sekolah Ree, lagi-lagi Ji moon menghampiri Kyu sebelum Ree datang. Ji moon mendekati Kyu mati-matian hingga Ree dan Hyorien tiba, Kyu yang melihat Ree buru-buru menghampirinya dan menjaga jarak dari Ji moon. Ji moon memanyunkan bibirnya memandang Kyu.
“Kyu oppa liat dunk wajah Ree, lebih cantik aku kan! Kenapa mau-maunya Kyu dengannya?!” Ji moon menuding muka Ree tajam.
“biarkan saja dia bicara, yang penting ada sesuatu yang ingin aku katakan” Kyu memegang tangan Ree, Hyorien yang sedari tadi di sebelah Ree hanya tersenyum melihat sahabat barunya.
“Kyu,,” Ji moon merengek.
“Ree, kamu mau kan jadi orang terpenting dalam hidupku?” Kyu memandang dalam-dalam mata Ree.
“eh?” Ree, Hyorien, dan Ji moon terbelalak mendengar pernyataan Kyu.
“tapi kalok kamu belum siap buat jawab nggak apa sii,,” Kyu merasa bersalah.
“nggak kogh, bukan begitu maksudku” Ree memandang Kyu yang terlihat begitu tulus mencintainya. “mungkin dengan begini, aku bisa melupakan Jun” bisik Ree dalam hatinya.
“Kyu!!!” Ji moon marah dan buru-buru pergi meninggalkan mereka.
“udah Ree terima saja,,” Hyorien menyenggol pundak Ree.
“eh, baiklaah tapi awas ya nggak pakek ngekang!” Ree menyetujui permintaan Kyu dan tersenyum.
“gomawo” Kyu tersenyum dan memeluk Ree erat.
“ukhuk, ukhuk Kyu oppa, sesek nii” Ree menepuk lengan Kyu.
“oh ya ya” Kyu terlihat bahagia.
“oh ya, tapi inget jangan lupa traktirannya ya,,” Hyorien memeluk Ree.
“emh, haha” Kyu dan Ree tertawa melihat Hyorien yang memeluk Ree manja.
“ya udah aku pulang dulu, sampai jumpa besok ya,,” Hyorien beranjak pergi meninggalkan Ree dan Kyu yang ikut pergi meninggalkan sekolah.
Kyu dan Ree pergi menuju basecamp, Kyu tak sabar untuk mengumumkan status barunya pada para member lainnya. Sepanjang perjalanan Kyu menggenggam tangan Ree erat, tertawa bersama kebahagiaan baru yang mengikat mereka berdua hingga sampai ke basecamp. Kyu membantu kekasihnya itu membuka pintu mobil dan menggandeng tangannya, Ree beranjak dari mobil dan tersenyum menatap kekasihnya yang tersenyum bahagia. Seperjalanan menuju basecamp Kyu terus menggandeng tangan Ree hingga didepan pintu basecamp, Ree melepas gandengan Kyu dari tangannya, Ree ragu.
“kenapa chagia?”Kyu menatap Ree yang mematung di belakangnya.
“eh, aku,,”
“oh, kamu tenang aja Ree” Kyu tersenyum dan menengadahkan tangannya di depan Ree.
“gomawo” Ree membalas senyumnya dan kembali menggenggam tangan Kyu.
Kyu dan Ree masuk ke basecamp dan di sambut dengan baik oleh para member termasuk Jun, yang tiba-tiba jingkrak-jingkrak memeluk Kyu, membuat seisi ruangan mendadak diem terpaku melihat Jun yang tiba-tiba berubah.
“Kyuuuu” Jun jingkrak-jingkrak memeluk Kyu.
“Jun??” semua kaget serentak.
“Jun Jun Jun, ukhuk ukhuk” Kyu batuk-batuk karena pelukan Jun.
“eh sorry” Jun melepas pelukannya dan menatap Ree sembari tersenyum.
“Jun tersenyum padaku?” bisik hati Ree.
“kamu sakit Jun?” sahut Saengi yang berdiri di sebelah Hyun.
“ia, kenapa kau Jun, biasanya setelah Ree datang kamu marah-marah, sekarang malah jingkrak-jingkrak?” Jung ikut nyeletuk.
“bayi kita sudah kembali rupanya!” Hyun menghampiri Jun dan merangkulnya.
“hehehe,,” Jun hanya tertawa melihat kawan-kawannya.
“tapi coba kalian tau, hatiku miris melihat orang yang aku cintai bersama dengan orang lain dan dia adalah sahabatku sendiri” bisik Jun dalam hatinya.
“Jun?!” kata Ree pelan.
“kenapa saengi, apa aku nggak boleh seneng setelah kamu jadian dengan Kyu??” kata Jun sambil merangkul Ree dan Kyu.
“Jun benar-benar bahagia melihat aku bersama Kyu oppa!” bisik Ree dalam hatinya.
“kau benar-benar kembali Jun!!” kata Jung min yang langsung mempiting leher Jun dengan tangannya.
“hahahaha” semua member tertawa kecuali Saeng yang mengernyitkat alisnya.
“Jun berubah begitu saja?!, pasti ada yang nggak beres dengan mereka berdua” pikir Saeng.
“ya sudah sekarang giliran Hyun, kenapa kamu minta kita kumpul di sini?” Jung min yang masih mempiting Jun angkat bicara lagi dan melepaskan pitingannya.
“ehm begini, kalian tau kan sudah lama kita nggak ngadain fans meeting kan?” semua mengangguk di ikuti Kyu yang menarik tangan Ree untuk duduk bersamanya.
“maka karena itu aku minta kalian berempat kumpul di basecamp, gara-gara itu juga akun resmi milikku ful dengan koment-koment para fans!” Hyun ikut duduk di sebelah Ree.
“hahaha, rasain lu!” Jun ngakak sejadinya.
“heh, ni anak!!” Jung min menjitak kepala Jun keras, membuat semua orang dalam basecamp tertawa terbahak-bahak.
“oh ya, acaranya dua hari lagi” kata Hyun dan membuat Jun kaget setengah mati.
“hah? Dua hari lagi??”
“napa Jun?” sahut Saeng penasaran.
“eh nggak pa” Jun langsung tertunduk termenung mengingat kejadian kemaren malam di balkon apartemen bersama Shiwon.
Setibanya Jun di apartemennya seperti biasa Jun langsung menuju balkon di ikuti Shiwon. Jun berteriak sejadinya di balkon dan menjambak kuat-kuat rambutnya, sedangkan Shiwon bersembunyi di balik pintu memperhatikan tingkah adiknya. Jun mengeluarkan kalung milik Ree yang Ree buang di Seoul park beberapa minggu lalu.
“Aish!!, tak seharusnya aku seperti itu padamu, tapi hanya ini jalan satu-satunya!!” Jun menangis menatap kalung milik Ree. Shiwon beranjak dari tempat persembunyiannya menghampiri Jun.
“hyung!” Jun tersentak melihat Shiwon datang dan buru-buru menghapus air matanya.
“aku tak tau apa masalahmu dengan Ree, dan aku tak ingin tau itu apa! Tapi sebaiknya kamu dengarkan apa kata isi hatimu baik-baik, jujur saja yang kamu lakukan saat ini begitu keterlaluan” Shiwon tersenyum memandang adiknya.
“hyung mian, aku hanya belum siap untuk memberi tahu mu tentang semua hal yang selama ini aku rahasiakan dari kalian semua”
“aku tau, yang jelas lakukan apa yang menurut mu itu baik.” Shiwon menyentuh pundak adiknya dan pergi dari balkon.
“Jun benar kamu tidak apa?” tambah Kyu.
“....”
“Jun! Kamu benar nggak papa? Ulang Kyu.
“...”
“aish, anak ini, selalu saja bertingkah aneh!!” gerutu Jung min.
“Jun!!” Jung min menjitak kepala Jun.
“KUDA!!! Aish, bisa nggak sii kamu tidak memperlalukan aku seperti anak tiri!!” Jun mengomel sejadinya dengan tangan yang mengelus kepala nya yang sakit.
“jangan salahkan aku jika tanganku melayang ke kepalamu lagi!!” ujar Jung min sembari membalikkan badannya membelakangi Jun.
“mwo?”
see you next time,,,
“anyeong oppa,,” Ree tersenyum melihat oppadeulnya.
“anyeong dongsaeng ku sayang, kita bela-belain nih pakek 3G karena ada yang mau ngomong tuh” Hyun melirik Kyu yang hanya tersenyum melihat Ree.
“Kyu oppa, mau ngomong apa?”
“Kyu?” Ji moon terbelalak mendengar Ree menyebutkan nama Kyu dan merebut handphone yang di pegang oleh Ree.
“eh” Ree kaget.
“Kyu oppa,,” Ji moon berteriak histeris.
“idih, siapa pula ini! heh jangan ganggu kita ma adek-adek kita ya! Lu dah jelek buang-buang waktu kita aja!” Jung min ngomel-ngomel di belakang telinga Hyun.
“heh kuda, bisa slow dikit nggak si!” Hyun ikut ngomel, Ree dan Hyorien hanya tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“jelek?? Cantik gini di bilang jelek! Kyu oppa,,” Ji moon manyun manja.
“najis gua!!” Kyu angkat bicara.
“hahaha, ternyata Kyu bisa juga ya,,” Saeng ngakak liat Kyu angkat bicara dengan kata-kata kasarnya.
“hah! Kyu oppaaaaa” Ji moon merengek dan memanyunkan bibirnya.
“udah, dari pada lu nambah masalah ma mereka plus ganggu gua tidur, kasik tu handphone minggat lu sekarang!” Yong jun yang sedari tidur angkat bicara karena terganggu dengan suara jeritan Ji moon.
“hahaha,,” semuanya mentertawakan Ji moon.
“nih!” Ji moon dengan mulut manyunnya dan pergi meninggalkan Ree dan yang lainnya. Yong jun memperhatikan kepergian Ji moon dan kembali tidur.
“haha, oppa Ree kangen ma kalian” Ree sok imut di depan oppadeulnya.
“idih, sayangnya Cuma Kyu yang kangen ma kamu, hhe” Jung min nyeletuk.
“yah oppa” Ree memanyunkan bibirnya.
“oh ya Ree di sebelah mu itu siapa?” Tanya Hyun.
“oh ini Hyorien, bukan Hyorie loh ya,,” Ree asal melirik Jung min yang pipinya langsung memerah karena malu. Ree tak tau jika Jung min memang benar-benar suka dengan Hyorie.
“Jung min oppa, kenapa mukanya merah?” tambah Ree.
“Aish, diem kau anak kecil! Ni gara-gara kamu sii, gak bisa makan wortel jadinya!” Jung min asal-asal mencari alasan.
“dasar kuda!!” celetuk Ree.
“udah-udah!” Hyun menutup telinganya yang lagi-lagi karena suara teriakan Jung min yang mengarah pada teling Hyun.
“oh ya, salam kenal ya Hyorien” Sahut Saeng dengan senyum mautnya.
“salam kenal,,” Hyorien tersenyum manis.
“udah-udah, Saeng bukan waktunya tebar pesona!” Hyun yang tak pikir panjang langsung menaruk telapak tangannya di depan muka Young Saeng.
“hahaha” Ree dan Hyorien tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“emh, Ree ntar malem ikut kita ya ke basecamp” ajak Jung min.
“emh, pasti aku dateng oppa, oh ya Hyun oppa,,” Ree mengecilkan suaranya.
“apa saengi?” Hyun yang masih menaruk tangannya di depan muka Saeng sok imut.
“Yong jun itu kok cuek trus dingin banget si? Ku malah nemuin Jun ma Jung min oppa kedua!” Jung min membelalakkan matanya, yang lain hanya tertawa menimpali perkataan Ree.
“awas ya ntar malem, ku cubit kau” Jung min ngomel-ngomel.
“hahaha, Yong jun memang begitu, DIA ITU ALERGI DENGAN CEWEK!!” Hyun teriak mengungkapkan kata-kata, Yong jun yang tadinya mencoba naik kembali ke atas awan tertinggi kembali jatuh ke bumi, Yong jun langsung beranjak menghampiri Ree dan Hyorien.
“Hyun, apaan sii! Mang aku gay!! Jung min tuh” semua tertawa menimpali perkataan Yong jun.
“ternyata Yong jun nggak buruk-buruk banget, pantas saja Hyorien suka padanya” bisik Ree dalam hatinya.
“aish, kok pada mojokin aku si!” Jung min tambah ngomel.
“oh ya, Ree ntar aku jemput ya, nanti aku baru bicara, ya sudah see you pulang sekolah ya,,” Kyu tersenyum lembut pada Ree.
“emh” Ree mengangguk.
“da Ree, Hyorien,, da Yong jun gay,,” Hyun langsung menutup handphonenya.
“aish” Yong jun beranjak kembali ketempat duduknya.
“dia itu memang suka tidur dari pada harus kumpul dengan teman-temannya, pada hal teman-temannya ashik, tapi ya gitu,,” Hyorie mengeluarkan nafas panjang.
Di sekolah tempat SS501, Jun masih belum menampakkan hidungnya setelah bel istirahat, Hyun yang ingin memastikan Jun datang ke basecamp sibuk mencari Jun di sekitar sekolah. Di kelas Kyu, Saeng, dan Jung min hanya duduk mendengarkan lagu perdana milik mereka sampai Jun datang.
“Jun, mana Jung?” tanya Kyu sambil mengecilkan volum ipodnya.
“Jung? Aku tidak bertemu dengannya?!”
“kemana ya dia?” Kyu mengerutkan dahinya.
Tak berapa lama Jung datang, Jung datang dengan tangan yang di tarik paksa oleh Merry. Jun yang melihat Merry langsung menarik panjang nafasnya, terlihat kelelahan di mata Jun. Sedangkan Jung min dengan kondisi muka merah karena panas. Merry jingkrak-jingkrak melihat Jun dan langsung memeluk Jun yang sudah tidak bisa apa-apa. Member yang lain hanya tertawa melihat kawand tersiksa, Hyun langsung menggunakan handphonenya dan memutar lagunya keras-keras.
“Jun sorry, tuh mak lampir ngerjar tadi ampek mukaku kebakar ma matahari, nggak minta maaf pula!” Jung min ngomel dan beranjak menghampiri Kyu yang mulai mencium bau parfum Merry.
“ukhuk-ukhuk”
“yah, Kyu!” Saeng buru-buru memberikan minum untuk Kyu.
“gomawo, eh mak lampir. Bisa nggak si kamu jauh-jauh dari kita, aku capek harus nyium bau parfum mu itu!! Calon cewek ku ilang malah mak lampir yang datang!!” Kyu melipat tangannya dan beranjak menghampiri Hyun yang duduk agak jauh. Merry hanya cuek.
“calon cewek?” Jun mengernyitkan alisnya.
“ia, siapa lagi Jun kalok bukan Ree” Sahut Jung min.
“Deg”
“Kyu suka Ree, tapi,, nggak papa Jun. Ini yang terbaik buat Ree” bisik hati Jun sambil menggenggam erat kalung yang ia sembunyikan di balik kantong almamaternya.
“eh Jun nanti kita nonton yuk” ajak Merry.
“sorry aku nggak bisa, dan nggak akan pernah bisa!! Jun melepaskan pelukannya dan beranjak meninggalkan Merry.
Sepulang sekolah Kyu buru-buru pergi ke parkiran di ikuti member yang lainnya. Kyu membawa mobil milik Hyun untuk menjemput Ree di sekolahnya. Jun yang tak tau apa-apa mengernyitkan kedua alisnya.
“Kyu mau kemana?” tanya Jun.
“dia mau menjemput pujaan hatinya dulu,,” Hyun menepuk pundak Jun.
“pujaan hatinya?” Jun kaget dan membelalakkan matanya. “Ree, mungkin dia lebih baik untuk mu” bisik Jun.
“emh, sayangnya mobil dapet minjem, hahaha” Jung min nyeletuk dari belakang Saeng.
“belum waktunya, yang penting sekarang aku akan bicara padanya tentang perasaan ku, hheeee,,” Kyu masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.
***
Sesampai Kyu di sekolah Ree, lagi-lagi Ji moon menghampiri Kyu sebelum Ree datang. Ji moon mendekati Kyu mati-matian hingga Ree dan Hyorien tiba, Kyu yang melihat Ree buru-buru menghampirinya dan menjaga jarak dari Ji moon. Ji moon memanyunkan bibirnya memandang Kyu.
“Kyu oppa liat dunk wajah Ree, lebih cantik aku kan! Kenapa mau-maunya Kyu dengannya?!” Ji moon menuding muka Ree tajam.
“biarkan saja dia bicara, yang penting ada sesuatu yang ingin aku katakan” Kyu memegang tangan Ree, Hyorien yang sedari tadi di sebelah Ree hanya tersenyum melihat sahabat barunya.
“Kyu,,” Ji moon merengek.
“Ree, kamu mau kan jadi orang terpenting dalam hidupku?” Kyu memandang dalam-dalam mata Ree.
“eh?” Ree, Hyorien, dan Ji moon terbelalak mendengar pernyataan Kyu.
“tapi kalok kamu belum siap buat jawab nggak apa sii,,” Kyu merasa bersalah.
“nggak kogh, bukan begitu maksudku” Ree memandang Kyu yang terlihat begitu tulus mencintainya. “mungkin dengan begini, aku bisa melupakan Jun” bisik Ree dalam hatinya.
“Kyu!!!” Ji moon marah dan buru-buru pergi meninggalkan mereka.
“udah Ree terima saja,,” Hyorien menyenggol pundak Ree.
“eh, baiklaah tapi awas ya nggak pakek ngekang!” Ree menyetujui permintaan Kyu dan tersenyum.
“gomawo” Kyu tersenyum dan memeluk Ree erat.
“ukhuk, ukhuk Kyu oppa, sesek nii” Ree menepuk lengan Kyu.
“oh ya ya” Kyu terlihat bahagia.
“oh ya, tapi inget jangan lupa traktirannya ya,,” Hyorien memeluk Ree.
“emh, haha” Kyu dan Ree tertawa melihat Hyorien yang memeluk Ree manja.
“ya udah aku pulang dulu, sampai jumpa besok ya,,” Hyorien beranjak pergi meninggalkan Ree dan Kyu yang ikut pergi meninggalkan sekolah.
Kyu dan Ree pergi menuju basecamp, Kyu tak sabar untuk mengumumkan status barunya pada para member lainnya. Sepanjang perjalanan Kyu menggenggam tangan Ree erat, tertawa bersama kebahagiaan baru yang mengikat mereka berdua hingga sampai ke basecamp. Kyu membantu kekasihnya itu membuka pintu mobil dan menggandeng tangannya, Ree beranjak dari mobil dan tersenyum menatap kekasihnya yang tersenyum bahagia. Seperjalanan menuju basecamp Kyu terus menggandeng tangan Ree hingga didepan pintu basecamp, Ree melepas gandengan Kyu dari tangannya, Ree ragu.
“kenapa chagia?”Kyu menatap Ree yang mematung di belakangnya.
“eh, aku,,”
“oh, kamu tenang aja Ree” Kyu tersenyum dan menengadahkan tangannya di depan Ree.
“gomawo” Ree membalas senyumnya dan kembali menggenggam tangan Kyu.
Kyu dan Ree masuk ke basecamp dan di sambut dengan baik oleh para member termasuk Jun, yang tiba-tiba jingkrak-jingkrak memeluk Kyu, membuat seisi ruangan mendadak diem terpaku melihat Jun yang tiba-tiba berubah.
“Kyuuuu” Jun jingkrak-jingkrak memeluk Kyu.
“Jun??” semua kaget serentak.
“Jun Jun Jun, ukhuk ukhuk” Kyu batuk-batuk karena pelukan Jun.
“eh sorry” Jun melepas pelukannya dan menatap Ree sembari tersenyum.
“Jun tersenyum padaku?” bisik hati Ree.
“kamu sakit Jun?” sahut Saengi yang berdiri di sebelah Hyun.
“ia, kenapa kau Jun, biasanya setelah Ree datang kamu marah-marah, sekarang malah jingkrak-jingkrak?” Jung ikut nyeletuk.
“bayi kita sudah kembali rupanya!” Hyun menghampiri Jun dan merangkulnya.
“hehehe,,” Jun hanya tertawa melihat kawan-kawannya.
“tapi coba kalian tau, hatiku miris melihat orang yang aku cintai bersama dengan orang lain dan dia adalah sahabatku sendiri” bisik Jun dalam hatinya.
“Jun?!” kata Ree pelan.
“kenapa saengi, apa aku nggak boleh seneng setelah kamu jadian dengan Kyu??” kata Jun sambil merangkul Ree dan Kyu.
“Jun benar-benar bahagia melihat aku bersama Kyu oppa!” bisik Ree dalam hatinya.
“kau benar-benar kembali Jun!!” kata Jung min yang langsung mempiting leher Jun dengan tangannya.
“hahahaha” semua member tertawa kecuali Saeng yang mengernyitkat alisnya.
“Jun berubah begitu saja?!, pasti ada yang nggak beres dengan mereka berdua” pikir Saeng.
“ya sudah sekarang giliran Hyun, kenapa kamu minta kita kumpul di sini?” Jung min yang masih mempiting Jun angkat bicara lagi dan melepaskan pitingannya.
“ehm begini, kalian tau kan sudah lama kita nggak ngadain fans meeting kan?” semua mengangguk di ikuti Kyu yang menarik tangan Ree untuk duduk bersamanya.
“maka karena itu aku minta kalian berempat kumpul di basecamp, gara-gara itu juga akun resmi milikku ful dengan koment-koment para fans!” Hyun ikut duduk di sebelah Ree.
“hahaha, rasain lu!” Jun ngakak sejadinya.
“heh, ni anak!!” Jung min menjitak kepala Jun keras, membuat semua orang dalam basecamp tertawa terbahak-bahak.
“oh ya, acaranya dua hari lagi” kata Hyun dan membuat Jun kaget setengah mati.
“hah? Dua hari lagi??”
“napa Jun?” sahut Saeng penasaran.
“eh nggak pa” Jun langsung tertunduk termenung mengingat kejadian kemaren malam di balkon apartemen bersama Shiwon.
Setibanya Jun di apartemennya seperti biasa Jun langsung menuju balkon di ikuti Shiwon. Jun berteriak sejadinya di balkon dan menjambak kuat-kuat rambutnya, sedangkan Shiwon bersembunyi di balik pintu memperhatikan tingkah adiknya. Jun mengeluarkan kalung milik Ree yang Ree buang di Seoul park beberapa minggu lalu.
“Aish!!, tak seharusnya aku seperti itu padamu, tapi hanya ini jalan satu-satunya!!” Jun menangis menatap kalung milik Ree. Shiwon beranjak dari tempat persembunyiannya menghampiri Jun.
“hyung!” Jun tersentak melihat Shiwon datang dan buru-buru menghapus air matanya.
“aku tak tau apa masalahmu dengan Ree, dan aku tak ingin tau itu apa! Tapi sebaiknya kamu dengarkan apa kata isi hatimu baik-baik, jujur saja yang kamu lakukan saat ini begitu keterlaluan” Shiwon tersenyum memandang adiknya.
“hyung mian, aku hanya belum siap untuk memberi tahu mu tentang semua hal yang selama ini aku rahasiakan dari kalian semua”
“aku tau, yang jelas lakukan apa yang menurut mu itu baik.” Shiwon menyentuh pundak adiknya dan pergi dari balkon.
“Jun benar kamu tidak apa?” tambah Kyu.
“....”
“Jun! Kamu benar nggak papa? Ulang Kyu.
“...”
“aish, anak ini, selalu saja bertingkah aneh!!” gerutu Jung min.
“Jun!!” Jung min menjitak kepala Jun.
“KUDA!!! Aish, bisa nggak sii kamu tidak memperlalukan aku seperti anak tiri!!” Jun mengomel sejadinya dengan tangan yang mengelus kepala nya yang sakit.
“jangan salahkan aku jika tanganku melayang ke kepalamu lagi!!” ujar Jung min sembari membalikkan badannya membelakangi Jun.
“mwo?”
see you next time,,,
like a miracle part 5
Di apartemen milik Ree, Shi won dan Kyu mulai hawatir karena sudah 3 jam Ree belum kembali ke apartemen. Kyu yang hawatir menelphon satu per satu member kecuali Jun, Kyu tak mau melihat Jun menyakiti lagi perasaan Ree. Tapi Kyu tak mau egois, ia benar-benar memaksakan diri untuk menghubungi Jun.
“Jun”
“kenapa Kyu, kamu nyesel?”
“kamu sekarang diem dan bantu aku nyari Ree!!”
“Ree???” bisik Jun.
“buat apa aku nyari dia? Dia bukan bayi lagi!!” timpal Jun lagi.
“dari setengah jam yang lalu dia ilang, sekarang hujan deras. Dan sumpah aku nyesel minta bantuan dari kamu!!!” Kyu menutup telphone nya.
Jun langsung menstater mobilnya mencari keberadaan Ree, dia mengelilingi kota Seoul dan pergi menuju basecamp. Ia menemukan Ree tergeletak pinsan, tubuhnya benar-benar lemas dan Ree demam tinggi. Jun membawa Ree ke rumah sakit.
“Ree maafkan aku” Jun hanya bisa menyesal, dan buru-buru menghubungi Jung min untuk menungguinya di rumah sakit sebelum yang lainya datang.
“jung tolong jaga dia, jangan bilang siapa-siapa kalok aku yang membawanya ke rumah sakit.” Jun pun beranjak meninggalkan Jung min dan Ree.
Beberapa menit kemudian semua member dan Shi won datang, Kyu yang semakin marah melihat Jun tak datang dan tak ikut mencari Ree. Dokter yang merawat Ree keluar.
“maaf, kapan terakhir kali dia makan?” tanya dokter yang menangani Ree.
“Shi won?” Kyu semakin hawatir dengan kesehatan Ree.
“emh kalok nggak salah sudah tiga hari dok,” Kyu langsung melirik Shi won.
“pantas saja, keadaan pasien begitu lemah. Dia banyak kehilangan cairan, sebaiknya biarkan dia istirahat dulu karena demamnya masih belum turun.” kata dokter dan langsung pergi meninggalkan semua member dan Shi won. Kyu yang masih menatap Shi won mau angkat bicara.
“Kyu, dia memang nggak mau makan.” Kata Shi won.
“seharusnya kamu bisa paksa,,” dari raut wajahnya dia benar-benar geregetan.
“aku tau dia kayak apa, dia paling keras kepala. Kalok udah marah, ngambek, apalagi sedih, dia bakalan kayak gitu. Dia nggak pernah mikirin dirinya sendiri” Kata Shi won panjang lebar.
“tapi,,”
“Kyu udahlah” Saeng mencoba menahan Kyu.
“Kyu, yang dikatakan Saeng benar. Mau gimanapun ini semua udah terjadi, sebaiknya kita pulang dulu.” Kata Hyun.
“kalian saja yang pulang, aku mau disini bersama Ree.” Timpal Kyu.
“ ya sudah, kita pulang besok kita akan datang lagi ke sini.” Kata Hyun, yang langsung meninggalkan Kyu.
Kyu beranjak masuk menuju kamar perawatan milik Ree, Kyu memegang erat tangan Ree. Kyu begitu cemas melihat orang yang ia sayang terbaring lemah. Kyu begitu menyesal telah membiarkan Ree jalan sendiri dengan beban fikirannya.
“Ree maafkan oppa” Kyu terus menggenggam erat tangan Ree. Ree mulai sadar, ia membalas genggaman Kyu dengan sayang.
“oppa, aku nggak apa-apa oppa jangan hawatir ya” Ree tersenyum.
“kalok ada apa-apa bilang sama oppa, jangan di pendam sendiri ya” Kyu membelai lembut rambut Ree, sedangkan Jun hanya bisa memperhatikan Ree dari balik pintu.
“ya sudah kamu istirahat dulu ya, oppa bakal jagain kamu kugh”
“emh, gomawo oppa”
Saat Jun akan berbalik pergi sesuatu yang dingin dan berbau anyir terasa di rongga hidungnya, Jun buru-buru menghubungi Hyorie dan pergi ke tempat dokter yang biasa ia datangi.
“Jun, mungkin ini berat untuk mu” kata dokter.
“kenapa dok, kenapa dengan Jun?” Hyorie semakin hawatir dengan keadaan sahabatnya. Sedangkan Jun hanya bisa diam meratapi penyakitnya.
“kangker yang ada di otaknya, sekalipun masih jinak tapi juga berbahaya jika tidak di lakukan pengangkatan segera.”
“saya tetap tidak akan melakukan operasi itu” kata Jun dengan nada suara yang mulai meninggi.
“tapi Jun, kamu harus melakukannya!” desak Hyorie.
“tidak Hyorie!”
“tidak apa-apa Hyorie, tidak semua orang bisa terima operasi ini. Karena operasi ini terlalu besar konsekuensinya.”
“apa ada jalan lain kecuali operasi ini?!” tanya Hyorie.
“di Rusia ada dokter ahli, jika Jun mau selama satu bulan dia sudah bisa sembuh pelan-pelan”
“saya akan fikirkan itu semua dulu” kata Jun lalu beranjak pergi.
Di perjalanan pulang Jun hanya bisa termenung, ia memutar otaknya bingung antara memilih untuk pergi ke Rusia atau tidak. Hyorie yang melihat sahabatnya itu ikut bingung dan meneteskan air matanya, Hyorie tidak tega melihat sahabatnya tersiksa dengan penyakitnya.
“arghh” Jun teriak dan mengerem mobilnya.
“J-Jun” Hyorie kaget ia tak lagi bisa melihat sahabatnya tersiksa terus-menerus.
“kenapa harus kayak gini?!!” Jun marah dan menangis.
“Jun” Hyorie yang tak tega memeluk Jun erat.
Tiba-tiba sakit di kepalanya kembali menyerang Jun, Jun meronta kesakitan hingga Hyorie menyuapkan beberapa pil untuk Jun. Kondisi Jun kembali melemah, Hyorie menggantikan Jun membawa mobil dan membawanya pulang ke apartemen. Jun yang bertahan dari penyakitnya selama beberapa tahun lalu, bertahan hanya dengan terapi dan obat pengurang rasa sakit. Tak ada yang tau tentang penyakit yang bersemayam di otaknya, hanya Hyorie yang tau. Sekali pun kangker jinak, tapi cukup berbahaya bagi nyawa Jun.
˜♥˜
Tiga hari Ree di rumah sakit dan malam harinya Ree sudah bisa pulang ke apartemennya, semua member datang kecuali Jun tapi itu tak lagi membuatnya sedih, karena kehadiran member dan kura-kura jelek yang ia sayang. Apartemen yang begitu mewah dan begitu cocok dengan Ree menyambutnya.
“halo saengi,,” Hyun langsung memeluk Ree.
“oppa, nggak bisa nafas!!”
“Hyun lepas Hyun” timpal Kyu.
“Hyun, Hyun dia baru ja sembuh, jangan di piting kayak gitu dong!” Saeng yang menarik pelukan Hyun juga ikut-ikut memeluk Ree.
“Aish, oppaaa,,” Ree buru-buru menarik tubuhnya dari pelukan Saeng, dan berlari kecil ke samping Shi won.
“Ree ternyata kangen juga ya nggak narik idung pesekmu ini” Shi won menarik hidung Ree.
“aish, kura-kura jelek sakit tau!!” Ree mengelus hidungnya yang sakit.
“jiah ni anak, kita masuk yuk,,” Jung min langsung menarik Hyun dan Saeng kedalam.
“aish, nggak pakek narik kayak gini dong Jung!!” Hyun meronta dari tarikan Jung min.
“hahahaha” Kyu, Shi won dan Ree tertawa melihat tingkah kawand-kawandnya.
Di dalam apartemen Ree hanya terdengar canda tawa mereka, semua bergembira atas kembalinya Ree. Semua ingatan dan beban dalam otak Ree terkurang sedikit demi sedikit, keberadaan kawand-kawand begitu penting bagi dirinya. Jam sembilan malam para member pulang dan meninggalkan Ree bersama Shi won di apartemennya.Ree termenung di balkon memandangi bintang-bintang, dan memanjatkan keinginannya saat ia melihat bintang jatuh.
“aku berharap suatu hari nanti Jun bisa berubah dan bisa kembali seperti dulu, menjadi Jun yang aku cintai” bisik Ree dalam hatinya. Di ikuti Shi won yang ikut berdiri di sebelah Ree.
“apa yang kamu doakan?” sahut Shi won.
“emh,,” Ree memandang langit.
“oh,,” Shiwon tersenyum dan ikut memandang langit.
Di sisi lain,,
“aku berharap suatu hari nanti tak ada lagi air mata yang keluar dari mata Ree" bisik Jun dalam hatinya saat melihat bintang jatuh. Jun membiarkan tubuhnya di terpa angin malam setelah Hyorie pulang, karena Jun tidak bisa diam di balkon jika Hyorie masih di sana. Saat Hyorie tak ada di apartemennya Jun akan dengan puas tidur dengan pulas di selimuti oleh bintang-bintang yang bertaburan. Hyorie memang sahabat yang baik. J
Pagi-pagi sekali Ree bangun dan lari pagi bersama Shi won, mereka berdua berhenti di menara selatan. Sesaat mereka istirahat ada pesan dari Mita sahabatnya. Ree membuka Headphone nya dan menggantukan di kepalanya.
Mita> tayounk ku sayang, kemana ja? Kugh nggak da kabar?!
Ree > quw baek kugh, kapan kamu ke sini?! Kangen tau!
Mita> sama aku kangen banget ma kamu, tapi kapan-kapan deh,,
Ree > ya dah de, aku mau siap-siap sekolah dulu,, J
Ree tersenyum mengembalikan lagi hapenya, dan memasang kembali headphonenya. Shi won yang melihat Ree tersenyum sendiri merasa aneh dan menjitak kepala Ree. Ree mengelus kepalanya yang selalu jadi sasaran jitakan Shi won. Ree dan Shi won buru-buru pulang ke apartemen masing-masing. Saat keluar apartemen Ree menemulan Kyu menunggunya di loby, bersama-sama mereka berangkat ke sekolah.
Saat sampai di sekolah Kyu dan Ree berpisah di depan kantor BP, Ree pergi ke tengah taman dan tak sengaja bertubrukan dengan seorang cewek baru di sekolahnya. Terjadi percakapan kecil di antara mereka dan mengakrapkan mereka, cewek yang mengaku bernama So Eun ini adalah anak yang menjadi pertukaran pelajar dengan Hyorie. Ree mengantar So Eun ke kantor kepala sekolah dan meninggalkannya di sana.
Bel masuk sekolah membimbing Ree masuk ke dalam kelas, seperti biasa Kyu menyambutnya dengan senyum. Ree mengedarkan matanya ke seluruh ruangan, yang mencolok di matanya hanya Jun yang sibuk dengan Hyorie. Hyun yang sadar menarik Ree dari pintu dan mengajaknya berkumpul dengan yang lainnya, sampai wakil kepala sekolah dateng bersama anak baru yang sebelumnya bersama Ree di taman. Jun yang tadinya sibuk dengan Hyorie tersentak kaget melihat Merry datang.
“S-So Eun!!”
“Hyorie, nanti siang kamu datang ke kantor saya. Semua masalah pertukaran pelajar sudah selesai dan nanti kamu bisa langsung berangkat ke amrik” terang wakasek yang langsung pergi keluar di susul Guru Matematika masuk ke dalam kelas.
“So Eun kamu bisa duduk di sebelah Jun” So Eun yang melihat calon tunangannya tersenyum bahagia.
“Oh, maaf tapi Jung min akan pindah di sebelah saya” kata Jun. Jung min yang kaget hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan kawandnya.
“pak, maaf sekalipun di sebelah saya kosong, saya nggak mau duduk dengan mak lampir satu ini. hehe,,” Saengi ikut menolak. So Eun hanya bisa senyum.
“So Eun, kamu duduk disini saja bareng Kyu oppa, biar aku yang duduk dengan Saeng. Boleh oppa?” Kyu yang ingin menolak tak bisa apa-apa karena Ree, Saeng yang selamat dari So Eun tersenyum lega tapi nggak dengan Kyu.
Setelah Kyu duduk dengan So Eun wajahnya berubah pucat dan tak enak di pandang. Ree yang melihat Kyu merasa bersalah, sedangkan Hyun yang memang duduk sendiri hanya tertawa melihat kesialan di antara kawan-kawannya. Semua orang di sekolah itu tau kalo Hyun anti duduk berdua saat pelajaran, semua guru saja tidak ada yang berani melawan kehendak Hyun. Karena orang tua Hyun adalah investor terbesar setelah Hyorie di sekolah itu. Hyun tertawa tak ada habisnya, setelah di tambah melihat wajah Jun yang asem. Setelah pelajaran usai So Eun buru-buru menghampiri Ree yang akan beranjak meninggalkan tempat duduknya.
“gomawo ya Ree,,”
“eh nggak apa-apa Chingu” kata Ree yang masih tak enak melihat Kyu.
“Jun!” So Eun menyusul Jun yang pergi bersama Hyorie. Ree mengekori dari sudut matanya. Lalu beranjak mengahampiri Kyu di ikuti Saeng dan Jung min.
“eh oppa, kenapa?”
“hhe nggak apa-apa Ree,,” Kyu memaksakan senyumnya.
“Saeng sayang kamu belum tau ya?” Kata Jung min sambil merangkul Ree.
“apa oppa?” Ree semakin penasaran.
“saeng sayang dia itu nyebelin, tambah lagi parfum yang dia pakek itu ukh ennekg banget aku. Pinter si pinter tapi joroknya itu, iiskh” terang Jung min.
“heh, jorok??” Ree bingung.
“Ree, Kyu itu anti sama yang namanya hal-hal berbau jorok. Di tambah lagi parfum yang dia pakek, lihat saja Kyu sudah kayak mayat hidup” timpal Hyun.
“hhaaah? Oppa maaf oppa,,” Ree mengelus tangan Kyu bersalah.
“tenang saja Ree,” kata Saeng sambil menepuk bahu Ree.
“eh Hyun oppa, Kyu oppa duduk dengan Hyun ya” bujuk Ree.
“heh?! Duduk dengan dia??” Hyun mundur dari tempatnya berdiri.
“ayolah Hyun oppa hari ini ja, kasian Kyu oppa,,” Ree memohon pada Hyun dan semakin erat menggenggam tangan Kyu.
“huft, ya udah hari ini saja.” Hyun menyerah.
Di sisi lain Jun dan So Eun sedang terjadi perdebatan besar yang membuat Jun buru-buru kembali ke kelas. Ree memapah Kyu ke tempat duduk Hyun, Jun yang memasuki kelas berhenti melangkah melihat Kyu di papah, yang di ikuti rangkulan oleh So Eun.
“heh, mak lampir bisa nggak sii kamu itu nggak ganggu terus!” Jun menarik tangannya dari rangkulan So Eun.
“Jun kamu kan tunangan aku” rengek So Eun.
“t-tunangan?!” Ree kaget.
“idih, masih calon, lagian mana mau aku tunangan dengan mak lampir kayak kamu!! Ikh!!” Jun mengedarkan matanya ke seluruh ruangan dan melihat aneh Kyu.
“Kyu?” Jun memandang kawand-kawandnya bingung.
“Juuun,,” So Eun masih merengek.
“Diem!! Ini semua gara-gara cewek sial macam kalian berdua!!” Jun langsung mendorong Ree yang berdiri di samping Kyu.
“Ree!!” para member kaget, Saeng buru-buru membantu Ree bangkit dari jatuhnya tapi Ree menepisnya. Ree beranjak dan membendung kuat-kuat air matanya, semua anak yang ada di dalam kelas hanya bisa diam dan tak ada yang berani angkat bicara.
“cukup Jun!!!” Ree menatap Jun tajam.
“apa?! Masih mau mungkir!!!” Jun membentak Ree.
“Jun” Saeng, Hyun, dan Jung min mencoba melerai.
“cukup Jun CUKUP!!” Ree menatap Jun hingga air matanya tumpah. Kyu yang sudah lebih baik beranjak dari duduknya, menatap Ree lirih.
“Deg” saat akan menghampiri Ree perasaan aneh melanda hati Kyu, Kyu mematung tak berdaya dengan perasaannya yang menguasai hati dan pikirannya.
“Jun, udahlah lagian Kyu juga udah baikan kan!?” Hyun mencoba mencairkan suasana.
“nggak bisa, biar dia tau aja aku ennek liat mukanya tiap hari”
“plak” tamparan keras mendarat di pipi Jun.
“sudah cukup jun, kamu bukan lagi Jun kecil yang aku kenal. Kalok memang kamu udah nggak mau ketemu aku lagi aku akan pindah sekolah. Dan maaf telah mengusik kehidupanmu selama ini” Ree berlari keluar di ikuti Hyun dan Kyu.
Saeng dan Jung min menyeret Jun ke basecamp, So Eun yang tak tau apa yang terjadi sebenarnya di antara Jun dan Ree, So EUn memilih pergi menyusul Ree. Kyu dan Hyun mengejar Ree ke taman, Ree tertunduk menangis di bawah pohon mepel tua. Kyu menghampirinya dan memeluknya erat di ikuti Hyun yang duduk di sebelahnya. Kyu yang masih bingung dengan perasaannya terhadap Ree tak bisa tahan melihat Ree di perlakukan serupa oleh sahabatnya sendiri yang tidak lain adalah orang yang sangat penting bagi Ree.
“Ree kamu nggak papa?” Kyu melepas pelukannya.
“...” Ree hanya tertunduk tak berani menatap Kyu. Hyun yang duduk di sebelahnya membelai rambut panjang Ree.
“pa kamu harus pindah sekolah?” Hyun mencoba memastikan ucapan Ree, Ree hanya menganggukkan kepala.
“di sini masih ada kita Ree, pa itu harus??” Kyu mengangkat wajah Ree.
“oppa aku dah nggak tahan jadi pelampiasan Jun, aku akan pindah ke sekolah swasta.” Ree meyakinkan Kyu dan Hyun.
“kenapa harus kau pedulikan dia, biar Jun jadi urusan kita saja” Kyu masih belum bisa menerima niat kepindahan Ree.
“oppa, aku akan tetap pindah” Ree menatap Kyu dalam, Hyun yang hanya bisa menerima keputusan Ree memeluk Ree dari samping. Dari kejauhan So Eun yang sejak dulu mencintai Jun meyakinnkan dirinya bahwa Jun akan tetap menjadi tunangannya sekalipun ia tak tau apa yang terjadi antara Ree dan Jun.
Sepulang sekolah Jun pergi terlebih dahulu dari sekolah menuju taman, ia menghubungi Hyorie dan menceritakan semua yang telah terjadi di sekolah. Sedangkan Ree dan Kyu pergi melihat sekolah tempat Ree akan pindah. Saat memasuki sekolah Kyu dan Ree menjadi pusat perhatian semua murit perempuan sampai Kyu dan Ree memasuki ruang kepsek. Tak beberapa lama mereka masuk ke dalam kantor, seorang cowok yang terlihat cuek dan dingin memasuki kantor kepsek. Kepsek yang terlihat sangar tertunduk patuh terhadap cowok dingin itu.
“hhe, ketemu orang yang lebih parah lagi dari Jun dan Jung min. Semoga saja dewi fortuna berpihak padaku selama aku di sekolah ini” bisik batin Ree. (Jung min yang jail memang rada cuek).
Urusan sekolah baru Ree selesai, Kyu mengantar Ree kembali ke apartemennya. Ree yang masih belum sempat menghubungi Shiwon buru-buru menelphone Shiwon dan menjelaskan semua yang terjadi.
***
Esok harinya Hyun dan Kyu datang menjemput Ree di apartemennya, mereka berdua mengantar Ree kesekolah barunya yang memang satu arah sekalipun sekolah Ree lebih jauh beberapa KM dari sekolah sebelumnya. Di mobil Kyu tidak lagi tidur, dia hanya bengong memandang keluar jendela. Kyu menyelami dunia hayalnya di kursi belakang.
“Ree lihat Kyu, dia seperti itu karena kamu pindah sekolah, hahaha” Hyun tertawa.
“heh? Kenapa oppa? Bukannya kita Cuma beda sekolah, bukan beda negarakan?” Ree menatap Kyu yang sedang bengong.
“dia itu takut kamu nggak ada yang jaga dan takut kamu punya pacar, karena dia sayang ma kamu, hhe lihat saja dia,,”
“sayang, bukannya Hyun oppa, Saeng oppa, dan Jung min oppa sekalipun rada cuek sii,, juga sayangkan ma aku, hehehe”
“idih ge er banget!!”
“tapi benerkan,,” kata Ree sambil menarik baju Hyun.
”ia-ia, kamu kan udah kayak saeng ku sendiri, lah dia,,” Hyun menarik hidung Ree.
“oppa, oppa, oppa, sakit tau!!” Ree mengelus hidungnya yang sakit.
“Kyu oppa?!” Ree menatap Kyu yang mematung memandang keluar jendela dengan senyum manisnya. Ree ikut tersenyum melihat tingkah Kyu.
Sesampainya di sekolah baru Ree, Hyun turun dari mobil di ikuti Ree dan Kyu yang masih setengah bengong. Hyun dan Kyu menjadi perhatian semua murid cewek di sekolah baru Ree bahkan tak sedikit murit cewek yang histeris. Tapi seperti biasa Hyun hanya tersenyum simpul, sampai seorang cowok turun dari mobilnya. Cowok dingin yang Ree temui di ruang kepsek kemaren bersama Kyu.
“Hai Hyun” sapa cowok dingin itu dan mengangkat tangannya.
“Hai yun Ho” Hyun menjabat tangan cowok cuek yang memiliki nama Yun ho dan melepaskan jabatannya.
“sedang apa kau disini?”
“aku mengantar temanku yang baru saja pindah di sekolah” Hyun menoleh pada Ree.
“emh” Yun ho melihat ke arah Ree dan menatap Hyun kembali.
“kalian saling kenal? Tapi Kyu oppa?” Ree menatap Kyu yang hanya berdiam diri.
“siapa yang tak kenal dengan Yun ho?!, kalok Kyu sii memang belum sempat bertemu Yun ho” terang Hyun.
“heh?!” Ree mengernyitkan alisnya.
“ya sudah, aku mau pergi dulu, Kyu ayo” Hyun pergi di ikuti Yun ho yang juga pergi memasuki kelas. Kyu masih tetap berdiri di samping Ree.
“emh, oppa nanti bisa jemput aku?”
“ok” Kyu menganggukkan kepalanya dan pergi menyusul Hyun yang sudah menunggu di dalam mobil.
Ree memasuki taman sekolah, sekolah yang jam masuknya kurang lima belas menit lagi Ree gunakan untuk duduk di bawah pohon dan mendengarkan musik favoritnya. Musik mengalun indah di telinganya sampai Ree merasakan suara yang begitu halus dan lembut, suara Jun yang begitu indah mengalun di telinganya. Ree yang begitu memendam perasaannya mengalirkan air mata rindu. Ree buru-buru melepas headphonenya dan menghapus air matanya. Ree memilih beranjak dan tak sengaja tersenggol oleh seorang cewek hingga ipod yang ia pegang terjatuh.
“mianhe, aku tidak sengaja” kata cewek itu sambil membungkukkan badannya sembari mengambil ipod yang jatuh di sebelah kakinya.
“oh, tidak apa-apa chingu” sambut Ree ramah.
Ree memandang cewek berkuncir kuda itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, dia terlihat pucat dan gemetaran. Ree yang tak tega memapahnya duduk di sebelah Ree.
“chingu nggak apa-apa? Aku Ree”
“aku Hyorien, aku nggak apa-apa kugh chingu, oh ya chingu anak baru ya? Kelas berapa?”
“oh aku kelas dua”
“wah kita sekelas rupanya, ya udah kita kekelas yuk” Hyorien menarik tangan Ree sambil berlari melewati koridor menuju kelasnya. Di kelas Hyorien dan Ree duduk bersama di bangku paling belakang. Ree bingung dengan keadaan kelas dan teman barunya itu, Ree mengedarkan matanya dan kembali menatap Hyorien yang ternyata tersenyum memandangnya.
“eh, mian”
“nggak papa kugh, kamu merasa bingung wajar kugh” Hyorien tetap tersenyum.
“ya iyalah nggak apa, mana mau dia bilang kalau dia itu murit paling aneh dan paling di benci di sini, hha” seorang cewek yang terlihat modis dan cantik tiba-tiba ikut nimbrung. Hyorien tertunduk, tubuhnya bergetar ketakutan.
“maksud mu apa si?!” Ree yang tak tega melihat Hyorien memandang tajam cewek di hadapannya.
“masih belum paham juga!? Dia itu aneh dan dia itu miskin, siapa yang mau temenan dengan dia. Dan aku saranin untuk tidak dekat-dekat dengannya!” cewek itu melipat tangannya dan mengangkat kepalanya.
“memang kenapa kalau dia miskin?! Mang apa urusan mu?!” Ree angkat bicara lagi dengan nada tinggi.
“seharusnya kamu berterima kasih! Lihat saja dia, jelek, kumuh, miskin, ANEH!!” cewek itu menyeringai menatap Hyorien yang tertunduk.
“aku nggak butuh ya!!”
“liat saja nanti” cewek dihadapan Ree menyeringai.
“kau!!” Ree sudah mengangkat tangannya bersiap menampar cewek di hadapannya tapi tertahan karena ia mendengar isak tangis Hyorien.
“Hyorien,,” Ree menatap kawannya yang menangis dengan tubuhnya yang semakin bergetar.
“sudah cukup ya Ji moon!” suara cowok di balik pintu mengagetkan ji moon dan kawan-kawan yang baru masuk ke dalam kelas.
Yong jun masuk kedalam kelas di ikuti guru BP. Ji moon buru-buru kembali ketempat duduknya dengan bibir manyunnya. Yong jun hanya cuek dan duduk di tempat duduknya yang tak jauh dari tempat duduk Ree dan Hyorien. Anehnya tatapan mata Hyorien tak lepas dari Yong jun. Hyorien tersenyum memandang Yong jun dan menghapus air matanya. Ree dan Hyorien duduk disertai senyuman dan gelengan kepala dari Ree.
“kita kedatangan teman baru, silahkan Ree” Guru BP mempersilahkan Ree untuk memperkenalkan dirinya.
“emh” Ree mengangguk dan beranjak ke depan kelas.
“anyeong, Rena imnida. Kalian bisa panggil aku Ree karena itu lebih baik. Aku pindah dari sekolah SHINZUU, dan di Korea ini aku tinggal bersama kakak, Shiwon dan member SS501, mohon petunjuknya.” Ree beranjak menuju tempat duduknya, saat melewati Ji moon ia tersenyum sok manis di depan Ree.
Pelajaran berjalan cukup lama di bandingkan sekolah sebelumnya. Ree telihat bosan di dalam kelas, waktu yang di laluinya benar-benar berjalan lambat. Beberapa menit kemudian bel berbunyi dan membuat Ree benar-benar tersenyum lebar. Semua murid beranjak keluar kecuali Hyorie, Ree, Ji moon, dan Yong jun yang sibuk tidur di bangku belajarnya. Ree dan Hyorie yang akan beranjak meninggalkan kelas di halangi oleh Ji moon.
“eh, ada apa lagi?” Ree mengernyitkan alisnya memandang Ji moon.
“jadi, kamu kenal dekat dengan ss501, hm berarti kamu dekat dengan Kyu oppa?”
“mau apa kamu nanyak Kyu oppa?”
“Ree dia itu suka ma Kyu oppa,,” Hyorien ikut nimbrung dengan kepala tertunduk.
“yaps” Ji moon melipat tangannya.
Saat Ree akan angkat bicara, handphonenya berdering dari kantong bajunya.
♪Let me be the one neomanui saram
Naega deogosipdago (Let me be the one)
Let me be the one nan haru jongil
Neoman saenggakhandago (Oh love) #3 (geu sarami narago)
Let me be the one na yaksokhalge
Neoreurwilhae sandago (Let me be the one)
Let me be the one na yeongwontorok #3 ( would you let me be)♪
see you,,,
“Jun”
“kenapa Kyu, kamu nyesel?”
“kamu sekarang diem dan bantu aku nyari Ree!!”
“Ree???” bisik Jun.
“buat apa aku nyari dia? Dia bukan bayi lagi!!” timpal Jun lagi.
“dari setengah jam yang lalu dia ilang, sekarang hujan deras. Dan sumpah aku nyesel minta bantuan dari kamu!!!” Kyu menutup telphone nya.
Jun langsung menstater mobilnya mencari keberadaan Ree, dia mengelilingi kota Seoul dan pergi menuju basecamp. Ia menemukan Ree tergeletak pinsan, tubuhnya benar-benar lemas dan Ree demam tinggi. Jun membawa Ree ke rumah sakit.
“Ree maafkan aku” Jun hanya bisa menyesal, dan buru-buru menghubungi Jung min untuk menungguinya di rumah sakit sebelum yang lainya datang.
“jung tolong jaga dia, jangan bilang siapa-siapa kalok aku yang membawanya ke rumah sakit.” Jun pun beranjak meninggalkan Jung min dan Ree.
Beberapa menit kemudian semua member dan Shi won datang, Kyu yang semakin marah melihat Jun tak datang dan tak ikut mencari Ree. Dokter yang merawat Ree keluar.
“maaf, kapan terakhir kali dia makan?” tanya dokter yang menangani Ree.
“Shi won?” Kyu semakin hawatir dengan kesehatan Ree.
“emh kalok nggak salah sudah tiga hari dok,” Kyu langsung melirik Shi won.
“pantas saja, keadaan pasien begitu lemah. Dia banyak kehilangan cairan, sebaiknya biarkan dia istirahat dulu karena demamnya masih belum turun.” kata dokter dan langsung pergi meninggalkan semua member dan Shi won. Kyu yang masih menatap Shi won mau angkat bicara.
“Kyu, dia memang nggak mau makan.” Kata Shi won.
“seharusnya kamu bisa paksa,,” dari raut wajahnya dia benar-benar geregetan.
“aku tau dia kayak apa, dia paling keras kepala. Kalok udah marah, ngambek, apalagi sedih, dia bakalan kayak gitu. Dia nggak pernah mikirin dirinya sendiri” Kata Shi won panjang lebar.
“tapi,,”
“Kyu udahlah” Saeng mencoba menahan Kyu.
“Kyu, yang dikatakan Saeng benar. Mau gimanapun ini semua udah terjadi, sebaiknya kita pulang dulu.” Kata Hyun.
“kalian saja yang pulang, aku mau disini bersama Ree.” Timpal Kyu.
“ ya sudah, kita pulang besok kita akan datang lagi ke sini.” Kata Hyun, yang langsung meninggalkan Kyu.
Kyu beranjak masuk menuju kamar perawatan milik Ree, Kyu memegang erat tangan Ree. Kyu begitu cemas melihat orang yang ia sayang terbaring lemah. Kyu begitu menyesal telah membiarkan Ree jalan sendiri dengan beban fikirannya.
“Ree maafkan oppa” Kyu terus menggenggam erat tangan Ree. Ree mulai sadar, ia membalas genggaman Kyu dengan sayang.
“oppa, aku nggak apa-apa oppa jangan hawatir ya” Ree tersenyum.
“kalok ada apa-apa bilang sama oppa, jangan di pendam sendiri ya” Kyu membelai lembut rambut Ree, sedangkan Jun hanya bisa memperhatikan Ree dari balik pintu.
“ya sudah kamu istirahat dulu ya, oppa bakal jagain kamu kugh”
“emh, gomawo oppa”
Saat Jun akan berbalik pergi sesuatu yang dingin dan berbau anyir terasa di rongga hidungnya, Jun buru-buru menghubungi Hyorie dan pergi ke tempat dokter yang biasa ia datangi.
“Jun, mungkin ini berat untuk mu” kata dokter.
“kenapa dok, kenapa dengan Jun?” Hyorie semakin hawatir dengan keadaan sahabatnya. Sedangkan Jun hanya bisa diam meratapi penyakitnya.
“kangker yang ada di otaknya, sekalipun masih jinak tapi juga berbahaya jika tidak di lakukan pengangkatan segera.”
“saya tetap tidak akan melakukan operasi itu” kata Jun dengan nada suara yang mulai meninggi.
“tapi Jun, kamu harus melakukannya!” desak Hyorie.
“tidak Hyorie!”
“tidak apa-apa Hyorie, tidak semua orang bisa terima operasi ini. Karena operasi ini terlalu besar konsekuensinya.”
“apa ada jalan lain kecuali operasi ini?!” tanya Hyorie.
“di Rusia ada dokter ahli, jika Jun mau selama satu bulan dia sudah bisa sembuh pelan-pelan”
“saya akan fikirkan itu semua dulu” kata Jun lalu beranjak pergi.
Di perjalanan pulang Jun hanya bisa termenung, ia memutar otaknya bingung antara memilih untuk pergi ke Rusia atau tidak. Hyorie yang melihat sahabatnya itu ikut bingung dan meneteskan air matanya, Hyorie tidak tega melihat sahabatnya tersiksa dengan penyakitnya.
“arghh” Jun teriak dan mengerem mobilnya.
“J-Jun” Hyorie kaget ia tak lagi bisa melihat sahabatnya tersiksa terus-menerus.
“kenapa harus kayak gini?!!” Jun marah dan menangis.
“Jun” Hyorie yang tak tega memeluk Jun erat.
Tiba-tiba sakit di kepalanya kembali menyerang Jun, Jun meronta kesakitan hingga Hyorie menyuapkan beberapa pil untuk Jun. Kondisi Jun kembali melemah, Hyorie menggantikan Jun membawa mobil dan membawanya pulang ke apartemen. Jun yang bertahan dari penyakitnya selama beberapa tahun lalu, bertahan hanya dengan terapi dan obat pengurang rasa sakit. Tak ada yang tau tentang penyakit yang bersemayam di otaknya, hanya Hyorie yang tau. Sekali pun kangker jinak, tapi cukup berbahaya bagi nyawa Jun.
˜♥˜
Tiga hari Ree di rumah sakit dan malam harinya Ree sudah bisa pulang ke apartemennya, semua member datang kecuali Jun tapi itu tak lagi membuatnya sedih, karena kehadiran member dan kura-kura jelek yang ia sayang. Apartemen yang begitu mewah dan begitu cocok dengan Ree menyambutnya.
“halo saengi,,” Hyun langsung memeluk Ree.
“oppa, nggak bisa nafas!!”
“Hyun lepas Hyun” timpal Kyu.
“Hyun, Hyun dia baru ja sembuh, jangan di piting kayak gitu dong!” Saeng yang menarik pelukan Hyun juga ikut-ikut memeluk Ree.
“Aish, oppaaa,,” Ree buru-buru menarik tubuhnya dari pelukan Saeng, dan berlari kecil ke samping Shi won.
“Ree ternyata kangen juga ya nggak narik idung pesekmu ini” Shi won menarik hidung Ree.
“aish, kura-kura jelek sakit tau!!” Ree mengelus hidungnya yang sakit.
“jiah ni anak, kita masuk yuk,,” Jung min langsung menarik Hyun dan Saeng kedalam.
“aish, nggak pakek narik kayak gini dong Jung!!” Hyun meronta dari tarikan Jung min.
“hahahaha” Kyu, Shi won dan Ree tertawa melihat tingkah kawand-kawandnya.
Di dalam apartemen Ree hanya terdengar canda tawa mereka, semua bergembira atas kembalinya Ree. Semua ingatan dan beban dalam otak Ree terkurang sedikit demi sedikit, keberadaan kawand-kawand begitu penting bagi dirinya. Jam sembilan malam para member pulang dan meninggalkan Ree bersama Shi won di apartemennya.Ree termenung di balkon memandangi bintang-bintang, dan memanjatkan keinginannya saat ia melihat bintang jatuh.
“aku berharap suatu hari nanti Jun bisa berubah dan bisa kembali seperti dulu, menjadi Jun yang aku cintai” bisik Ree dalam hatinya. Di ikuti Shi won yang ikut berdiri di sebelah Ree.
“apa yang kamu doakan?” sahut Shi won.
“emh,,” Ree memandang langit.
“oh,,” Shiwon tersenyum dan ikut memandang langit.
Di sisi lain,,
“aku berharap suatu hari nanti tak ada lagi air mata yang keluar dari mata Ree" bisik Jun dalam hatinya saat melihat bintang jatuh. Jun membiarkan tubuhnya di terpa angin malam setelah Hyorie pulang, karena Jun tidak bisa diam di balkon jika Hyorie masih di sana. Saat Hyorie tak ada di apartemennya Jun akan dengan puas tidur dengan pulas di selimuti oleh bintang-bintang yang bertaburan. Hyorie memang sahabat yang baik. J
Pagi-pagi sekali Ree bangun dan lari pagi bersama Shi won, mereka berdua berhenti di menara selatan. Sesaat mereka istirahat ada pesan dari Mita sahabatnya. Ree membuka Headphone nya dan menggantukan di kepalanya.
Mita> tayounk ku sayang, kemana ja? Kugh nggak da kabar?!
Ree > quw baek kugh, kapan kamu ke sini?! Kangen tau!
Mita> sama aku kangen banget ma kamu, tapi kapan-kapan deh,,
Ree > ya dah de, aku mau siap-siap sekolah dulu,, J
Ree tersenyum mengembalikan lagi hapenya, dan memasang kembali headphonenya. Shi won yang melihat Ree tersenyum sendiri merasa aneh dan menjitak kepala Ree. Ree mengelus kepalanya yang selalu jadi sasaran jitakan Shi won. Ree dan Shi won buru-buru pulang ke apartemen masing-masing. Saat keluar apartemen Ree menemulan Kyu menunggunya di loby, bersama-sama mereka berangkat ke sekolah.
Saat sampai di sekolah Kyu dan Ree berpisah di depan kantor BP, Ree pergi ke tengah taman dan tak sengaja bertubrukan dengan seorang cewek baru di sekolahnya. Terjadi percakapan kecil di antara mereka dan mengakrapkan mereka, cewek yang mengaku bernama So Eun ini adalah anak yang menjadi pertukaran pelajar dengan Hyorie. Ree mengantar So Eun ke kantor kepala sekolah dan meninggalkannya di sana.
Bel masuk sekolah membimbing Ree masuk ke dalam kelas, seperti biasa Kyu menyambutnya dengan senyum. Ree mengedarkan matanya ke seluruh ruangan, yang mencolok di matanya hanya Jun yang sibuk dengan Hyorie. Hyun yang sadar menarik Ree dari pintu dan mengajaknya berkumpul dengan yang lainnya, sampai wakil kepala sekolah dateng bersama anak baru yang sebelumnya bersama Ree di taman. Jun yang tadinya sibuk dengan Hyorie tersentak kaget melihat Merry datang.
“S-So Eun!!”
“Hyorie, nanti siang kamu datang ke kantor saya. Semua masalah pertukaran pelajar sudah selesai dan nanti kamu bisa langsung berangkat ke amrik” terang wakasek yang langsung pergi keluar di susul Guru Matematika masuk ke dalam kelas.
“So Eun kamu bisa duduk di sebelah Jun” So Eun yang melihat calon tunangannya tersenyum bahagia.
“Oh, maaf tapi Jung min akan pindah di sebelah saya” kata Jun. Jung min yang kaget hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan kawandnya.
“pak, maaf sekalipun di sebelah saya kosong, saya nggak mau duduk dengan mak lampir satu ini. hehe,,” Saengi ikut menolak. So Eun hanya bisa senyum.
“So Eun, kamu duduk disini saja bareng Kyu oppa, biar aku yang duduk dengan Saeng. Boleh oppa?” Kyu yang ingin menolak tak bisa apa-apa karena Ree, Saeng yang selamat dari So Eun tersenyum lega tapi nggak dengan Kyu.
Setelah Kyu duduk dengan So Eun wajahnya berubah pucat dan tak enak di pandang. Ree yang melihat Kyu merasa bersalah, sedangkan Hyun yang memang duduk sendiri hanya tertawa melihat kesialan di antara kawan-kawannya. Semua orang di sekolah itu tau kalo Hyun anti duduk berdua saat pelajaran, semua guru saja tidak ada yang berani melawan kehendak Hyun. Karena orang tua Hyun adalah investor terbesar setelah Hyorie di sekolah itu. Hyun tertawa tak ada habisnya, setelah di tambah melihat wajah Jun yang asem. Setelah pelajaran usai So Eun buru-buru menghampiri Ree yang akan beranjak meninggalkan tempat duduknya.
“gomawo ya Ree,,”
“eh nggak apa-apa Chingu” kata Ree yang masih tak enak melihat Kyu.
“Jun!” So Eun menyusul Jun yang pergi bersama Hyorie. Ree mengekori dari sudut matanya. Lalu beranjak mengahampiri Kyu di ikuti Saeng dan Jung min.
“eh oppa, kenapa?”
“hhe nggak apa-apa Ree,,” Kyu memaksakan senyumnya.
“Saeng sayang kamu belum tau ya?” Kata Jung min sambil merangkul Ree.
“apa oppa?” Ree semakin penasaran.
“saeng sayang dia itu nyebelin, tambah lagi parfum yang dia pakek itu ukh ennekg banget aku. Pinter si pinter tapi joroknya itu, iiskh” terang Jung min.
“heh, jorok??” Ree bingung.
“Ree, Kyu itu anti sama yang namanya hal-hal berbau jorok. Di tambah lagi parfum yang dia pakek, lihat saja Kyu sudah kayak mayat hidup” timpal Hyun.
“hhaaah? Oppa maaf oppa,,” Ree mengelus tangan Kyu bersalah.
“tenang saja Ree,” kata Saeng sambil menepuk bahu Ree.
“eh Hyun oppa, Kyu oppa duduk dengan Hyun ya” bujuk Ree.
“heh?! Duduk dengan dia??” Hyun mundur dari tempatnya berdiri.
“ayolah Hyun oppa hari ini ja, kasian Kyu oppa,,” Ree memohon pada Hyun dan semakin erat menggenggam tangan Kyu.
“huft, ya udah hari ini saja.” Hyun menyerah.
Di sisi lain Jun dan So Eun sedang terjadi perdebatan besar yang membuat Jun buru-buru kembali ke kelas. Ree memapah Kyu ke tempat duduk Hyun, Jun yang memasuki kelas berhenti melangkah melihat Kyu di papah, yang di ikuti rangkulan oleh So Eun.
“heh, mak lampir bisa nggak sii kamu itu nggak ganggu terus!” Jun menarik tangannya dari rangkulan So Eun.
“Jun kamu kan tunangan aku” rengek So Eun.
“t-tunangan?!” Ree kaget.
“idih, masih calon, lagian mana mau aku tunangan dengan mak lampir kayak kamu!! Ikh!!” Jun mengedarkan matanya ke seluruh ruangan dan melihat aneh Kyu.
“Kyu?” Jun memandang kawand-kawandnya bingung.
“Juuun,,” So Eun masih merengek.
“Diem!! Ini semua gara-gara cewek sial macam kalian berdua!!” Jun langsung mendorong Ree yang berdiri di samping Kyu.
“Ree!!” para member kaget, Saeng buru-buru membantu Ree bangkit dari jatuhnya tapi Ree menepisnya. Ree beranjak dan membendung kuat-kuat air matanya, semua anak yang ada di dalam kelas hanya bisa diam dan tak ada yang berani angkat bicara.
“cukup Jun!!!” Ree menatap Jun tajam.
“apa?! Masih mau mungkir!!!” Jun membentak Ree.
“Jun” Saeng, Hyun, dan Jung min mencoba melerai.
“cukup Jun CUKUP!!” Ree menatap Jun hingga air matanya tumpah. Kyu yang sudah lebih baik beranjak dari duduknya, menatap Ree lirih.
“Deg” saat akan menghampiri Ree perasaan aneh melanda hati Kyu, Kyu mematung tak berdaya dengan perasaannya yang menguasai hati dan pikirannya.
“Jun, udahlah lagian Kyu juga udah baikan kan!?” Hyun mencoba mencairkan suasana.
“nggak bisa, biar dia tau aja aku ennek liat mukanya tiap hari”
“plak” tamparan keras mendarat di pipi Jun.
“sudah cukup jun, kamu bukan lagi Jun kecil yang aku kenal. Kalok memang kamu udah nggak mau ketemu aku lagi aku akan pindah sekolah. Dan maaf telah mengusik kehidupanmu selama ini” Ree berlari keluar di ikuti Hyun dan Kyu.
Saeng dan Jung min menyeret Jun ke basecamp, So Eun yang tak tau apa yang terjadi sebenarnya di antara Jun dan Ree, So EUn memilih pergi menyusul Ree. Kyu dan Hyun mengejar Ree ke taman, Ree tertunduk menangis di bawah pohon mepel tua. Kyu menghampirinya dan memeluknya erat di ikuti Hyun yang duduk di sebelahnya. Kyu yang masih bingung dengan perasaannya terhadap Ree tak bisa tahan melihat Ree di perlakukan serupa oleh sahabatnya sendiri yang tidak lain adalah orang yang sangat penting bagi Ree.
“Ree kamu nggak papa?” Kyu melepas pelukannya.
“...” Ree hanya tertunduk tak berani menatap Kyu. Hyun yang duduk di sebelahnya membelai rambut panjang Ree.
“pa kamu harus pindah sekolah?” Hyun mencoba memastikan ucapan Ree, Ree hanya menganggukkan kepala.
“di sini masih ada kita Ree, pa itu harus??” Kyu mengangkat wajah Ree.
“oppa aku dah nggak tahan jadi pelampiasan Jun, aku akan pindah ke sekolah swasta.” Ree meyakinkan Kyu dan Hyun.
“kenapa harus kau pedulikan dia, biar Jun jadi urusan kita saja” Kyu masih belum bisa menerima niat kepindahan Ree.
“oppa, aku akan tetap pindah” Ree menatap Kyu dalam, Hyun yang hanya bisa menerima keputusan Ree memeluk Ree dari samping. Dari kejauhan So Eun yang sejak dulu mencintai Jun meyakinnkan dirinya bahwa Jun akan tetap menjadi tunangannya sekalipun ia tak tau apa yang terjadi antara Ree dan Jun.
Sepulang sekolah Jun pergi terlebih dahulu dari sekolah menuju taman, ia menghubungi Hyorie dan menceritakan semua yang telah terjadi di sekolah. Sedangkan Ree dan Kyu pergi melihat sekolah tempat Ree akan pindah. Saat memasuki sekolah Kyu dan Ree menjadi pusat perhatian semua murit perempuan sampai Kyu dan Ree memasuki ruang kepsek. Tak beberapa lama mereka masuk ke dalam kantor, seorang cowok yang terlihat cuek dan dingin memasuki kantor kepsek. Kepsek yang terlihat sangar tertunduk patuh terhadap cowok dingin itu.
“hhe, ketemu orang yang lebih parah lagi dari Jun dan Jung min. Semoga saja dewi fortuna berpihak padaku selama aku di sekolah ini” bisik batin Ree. (Jung min yang jail memang rada cuek).
Urusan sekolah baru Ree selesai, Kyu mengantar Ree kembali ke apartemennya. Ree yang masih belum sempat menghubungi Shiwon buru-buru menelphone Shiwon dan menjelaskan semua yang terjadi.
***
Esok harinya Hyun dan Kyu datang menjemput Ree di apartemennya, mereka berdua mengantar Ree kesekolah barunya yang memang satu arah sekalipun sekolah Ree lebih jauh beberapa KM dari sekolah sebelumnya. Di mobil Kyu tidak lagi tidur, dia hanya bengong memandang keluar jendela. Kyu menyelami dunia hayalnya di kursi belakang.
“Ree lihat Kyu, dia seperti itu karena kamu pindah sekolah, hahaha” Hyun tertawa.
“heh? Kenapa oppa? Bukannya kita Cuma beda sekolah, bukan beda negarakan?” Ree menatap Kyu yang sedang bengong.
“dia itu takut kamu nggak ada yang jaga dan takut kamu punya pacar, karena dia sayang ma kamu, hhe lihat saja dia,,”
“sayang, bukannya Hyun oppa, Saeng oppa, dan Jung min oppa sekalipun rada cuek sii,, juga sayangkan ma aku, hehehe”
“idih ge er banget!!”
“tapi benerkan,,” kata Ree sambil menarik baju Hyun.
”ia-ia, kamu kan udah kayak saeng ku sendiri, lah dia,,” Hyun menarik hidung Ree.
“oppa, oppa, oppa, sakit tau!!” Ree mengelus hidungnya yang sakit.
“Kyu oppa?!” Ree menatap Kyu yang mematung memandang keluar jendela dengan senyum manisnya. Ree ikut tersenyum melihat tingkah Kyu.
Sesampainya di sekolah baru Ree, Hyun turun dari mobil di ikuti Ree dan Kyu yang masih setengah bengong. Hyun dan Kyu menjadi perhatian semua murid cewek di sekolah baru Ree bahkan tak sedikit murit cewek yang histeris. Tapi seperti biasa Hyun hanya tersenyum simpul, sampai seorang cowok turun dari mobilnya. Cowok dingin yang Ree temui di ruang kepsek kemaren bersama Kyu.
“Hai Hyun” sapa cowok dingin itu dan mengangkat tangannya.
“Hai yun Ho” Hyun menjabat tangan cowok cuek yang memiliki nama Yun ho dan melepaskan jabatannya.
“sedang apa kau disini?”
“aku mengantar temanku yang baru saja pindah di sekolah” Hyun menoleh pada Ree.
“emh” Yun ho melihat ke arah Ree dan menatap Hyun kembali.
“kalian saling kenal? Tapi Kyu oppa?” Ree menatap Kyu yang hanya berdiam diri.
“siapa yang tak kenal dengan Yun ho?!, kalok Kyu sii memang belum sempat bertemu Yun ho” terang Hyun.
“heh?!” Ree mengernyitkan alisnya.
“ya sudah, aku mau pergi dulu, Kyu ayo” Hyun pergi di ikuti Yun ho yang juga pergi memasuki kelas. Kyu masih tetap berdiri di samping Ree.
“emh, oppa nanti bisa jemput aku?”
“ok” Kyu menganggukkan kepalanya dan pergi menyusul Hyun yang sudah menunggu di dalam mobil.
Ree memasuki taman sekolah, sekolah yang jam masuknya kurang lima belas menit lagi Ree gunakan untuk duduk di bawah pohon dan mendengarkan musik favoritnya. Musik mengalun indah di telinganya sampai Ree merasakan suara yang begitu halus dan lembut, suara Jun yang begitu indah mengalun di telinganya. Ree yang begitu memendam perasaannya mengalirkan air mata rindu. Ree buru-buru melepas headphonenya dan menghapus air matanya. Ree memilih beranjak dan tak sengaja tersenggol oleh seorang cewek hingga ipod yang ia pegang terjatuh.
“mianhe, aku tidak sengaja” kata cewek itu sambil membungkukkan badannya sembari mengambil ipod yang jatuh di sebelah kakinya.
“oh, tidak apa-apa chingu” sambut Ree ramah.
Ree memandang cewek berkuncir kuda itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, dia terlihat pucat dan gemetaran. Ree yang tak tega memapahnya duduk di sebelah Ree.
“chingu nggak apa-apa? Aku Ree”
“aku Hyorien, aku nggak apa-apa kugh chingu, oh ya chingu anak baru ya? Kelas berapa?”
“oh aku kelas dua”
“wah kita sekelas rupanya, ya udah kita kekelas yuk” Hyorien menarik tangan Ree sambil berlari melewati koridor menuju kelasnya. Di kelas Hyorien dan Ree duduk bersama di bangku paling belakang. Ree bingung dengan keadaan kelas dan teman barunya itu, Ree mengedarkan matanya dan kembali menatap Hyorien yang ternyata tersenyum memandangnya.
“eh, mian”
“nggak papa kugh, kamu merasa bingung wajar kugh” Hyorien tetap tersenyum.
“ya iyalah nggak apa, mana mau dia bilang kalau dia itu murit paling aneh dan paling di benci di sini, hha” seorang cewek yang terlihat modis dan cantik tiba-tiba ikut nimbrung. Hyorien tertunduk, tubuhnya bergetar ketakutan.
“maksud mu apa si?!” Ree yang tak tega melihat Hyorien memandang tajam cewek di hadapannya.
“masih belum paham juga!? Dia itu aneh dan dia itu miskin, siapa yang mau temenan dengan dia. Dan aku saranin untuk tidak dekat-dekat dengannya!” cewek itu melipat tangannya dan mengangkat kepalanya.
“memang kenapa kalau dia miskin?! Mang apa urusan mu?!” Ree angkat bicara lagi dengan nada tinggi.
“seharusnya kamu berterima kasih! Lihat saja dia, jelek, kumuh, miskin, ANEH!!” cewek itu menyeringai menatap Hyorien yang tertunduk.
“aku nggak butuh ya!!”
“liat saja nanti” cewek dihadapan Ree menyeringai.
“kau!!” Ree sudah mengangkat tangannya bersiap menampar cewek di hadapannya tapi tertahan karena ia mendengar isak tangis Hyorien.
“Hyorien,,” Ree menatap kawannya yang menangis dengan tubuhnya yang semakin bergetar.
“sudah cukup ya Ji moon!” suara cowok di balik pintu mengagetkan ji moon dan kawan-kawan yang baru masuk ke dalam kelas.
Yong jun masuk kedalam kelas di ikuti guru BP. Ji moon buru-buru kembali ketempat duduknya dengan bibir manyunnya. Yong jun hanya cuek dan duduk di tempat duduknya yang tak jauh dari tempat duduk Ree dan Hyorien. Anehnya tatapan mata Hyorien tak lepas dari Yong jun. Hyorien tersenyum memandang Yong jun dan menghapus air matanya. Ree dan Hyorien duduk disertai senyuman dan gelengan kepala dari Ree.
“kita kedatangan teman baru, silahkan Ree” Guru BP mempersilahkan Ree untuk memperkenalkan dirinya.
“emh” Ree mengangguk dan beranjak ke depan kelas.
“anyeong, Rena imnida. Kalian bisa panggil aku Ree karena itu lebih baik. Aku pindah dari sekolah SHINZUU, dan di Korea ini aku tinggal bersama kakak, Shiwon dan member SS501, mohon petunjuknya.” Ree beranjak menuju tempat duduknya, saat melewati Ji moon ia tersenyum sok manis di depan Ree.
Pelajaran berjalan cukup lama di bandingkan sekolah sebelumnya. Ree telihat bosan di dalam kelas, waktu yang di laluinya benar-benar berjalan lambat. Beberapa menit kemudian bel berbunyi dan membuat Ree benar-benar tersenyum lebar. Semua murid beranjak keluar kecuali Hyorie, Ree, Ji moon, dan Yong jun yang sibuk tidur di bangku belajarnya. Ree dan Hyorie yang akan beranjak meninggalkan kelas di halangi oleh Ji moon.
“eh, ada apa lagi?” Ree mengernyitkan alisnya memandang Ji moon.
“jadi, kamu kenal dekat dengan ss501, hm berarti kamu dekat dengan Kyu oppa?”
“mau apa kamu nanyak Kyu oppa?”
“Ree dia itu suka ma Kyu oppa,,” Hyorien ikut nimbrung dengan kepala tertunduk.
“yaps” Ji moon melipat tangannya.
Saat Ree akan angkat bicara, handphonenya berdering dari kantong bajunya.
♪Let me be the one neomanui saram
Naega deogosipdago (Let me be the one)
Let me be the one nan haru jongil
Neoman saenggakhandago (Oh love) #3 (geu sarami narago)
Let me be the one na yaksokhalge
Neoreurwilhae sandago (Let me be the one)
Let me be the one na yeongwontorok #3 ( would you let me be)♪
see you,,,
like a miracle part 4
Jam 5.30 Ree terbangun dan siap-siap untuk memulai aktifitasnya sebagai siswi pindahan di sekolah yang juga menjadi sekolah Jun. Saat Ree keluar kamar Siwon masih tidur di sofa, Ree turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan dua bersaudara yang kompakan tidur. Apalagi kalau bukan nasi goreng masakan andalan Ree, dan yang paling penting Jun suka nasi goreng. Beberapa menit Ree habiskan untuk membuatkan sarapan pagi.
Ree dengan semangat baru, tersenyum mencoba lebih positif lagi. Saat menata meja Siwon turun menuju dapur dengan berpakaian rapi.
“siapa yang masak? Bukankah disini nggak da pembatu?” Siwon duduk dan menyeruput susu yang sudah Ree siapkan.
“aish, mang aku pembantu?, lagian kalok aku nggak masak kamu mau makan apa?” Ree menyertai Jung duduk di sebelahnya.
“masak sendiri lah, mang Cuma kamu yang bisa masak!”
“masak apa? Paling masak air doang?!” Ree memanyunkan mulutnya.
“idih, nggak lah!” Siwon tak mau kalah.
“ia ia, makan gih”
Sesaat Jun turun dari kamarnya dengan berpakaian lengkap, Ree sepontan diam dan memalingkan wajahnya. Ree masih tidak mampu untuk membiarkan air matanya tak mengalir.
“J-Jun, sarapan dulu,” ajak Ree yang masih menahan bendungan air matanya. Sedangkan Siwon hanya cuek dan meneruskan makannya.
“nggak!” Jun pun berlalu meninggalkan apartemennya.
Ree hanya bisa diam dan melanjutkan makannya. Setelah makan, Jung mengantar Ree ke sekolah barunya.
“Ree masalah tadi kamu nggak usah pikirkan ya, lagian Jun dan aku memang jarang banget sarapan di rumah.” Ree hanya menganggukkan kepalanya.
Siwon mengantar Ree sampai di pintu gerbang, Ree yang menjadi anak baru memasuki kelas 2B exelence, dimana dia akan menjadi teman seangkatan Jun. Di lorong sekolah Ree dengan headphone di telinganya berjalan tak tau arah mencari kelas. Sekolah yang begitu besar membuatnya pusing karena terlalu banya kelas yang berjejeran. Saat melewati ruang kesenian,,
“Brugh”
Ree bertabrakan dengan seorang cowok yang tiba-tiba keluar dari ruang kesenian. Dan membuat barang yang ia bawa jatuh berserakan.
“eh, mianhe” kata cowok itu dan membantu Ree membereskan barangnya.
“gwechana oppa”
“kamu anak baru disini?”
“ehm” Ree menganggukan kepalanya dan mengambil buku miliknya di tangan cowok tadi.
“oh, aku Kyu anak kelas 2B exelence, kamu?” Ree tersenyum menyadari dewi keberuntungan masih bersamanya.
“wah, sama dong oppa. Oh ya aku Ree, aku ikut pertukaran pelajar disini.” Sambut Ree.
“oh, kamu anak yang katanya pertukaran pelajar dari indonesia itu ya, ayo aku antar ke kelas.” Semua mata memperhatikan mereka berdua.
“ia oppa, oppa tau dari mana?”
“beritanya sudah menyebar dari kemaren lusa kali, trus sekarang tinggal dengan siapa di korea?”
“aku tinggal dengan temanku dulu waktu kecil, kebetulan orang tua kami begitu bersahabat.”
“siapa? Munkin aku kenal?”
“Shi won, Choi Shi Won”
“Shi Won, berarti kamu tinggal dengan Jun? Pantas saja dia agak aneh dari kemaren.”
“eh?!”
“oh ya ini kelas kita.” Saat Ree akan masuk bel masuk menyertai.
“emh” Ree hanya mengangguk.
“oh ya kalok kamu mau, kamu bisa duduk di sebelahku. Kebetulan di sebelahku kosong.” Kyu menyambut Ree dengan ramah.
Teman-teman sekelas Ree dan Kyu memasuki kelas, tapi mereka buru-buru berhenti dan memberi jalan untuk seseorang yang sepertinya terlalu di segani di kelasnya. Di sebelah Ree, Kyu hanya tersenyum melihat kebingungan Ree.
“itu teman-teman se Genk ku, dan mungkin saja setelah ini anak-anak di kelas ini menyadari aku jalan bareng dan duduk bersebelahan dengan anak baru. Lihat saja nanti.”
“segitunya oppa?”
“emh,” Kyu menganggukkan kepala.
“J-Jun?” Ree kaget melihat Jun yang ternyata juga termasuk anggota Genk Kyu.
“hey, emh siapa dia Kyu?” seorang cowok tinggi dan sepertinya dia leddernya.
“dia, teman baru di kelas kita. Dan mungkin J,,”
“oppa!” Ree langsung memotong perkataan Kyu.
“dia Ree, anak baru disini.” Timpal Kyu.
“oh jadi dia anak baru dari indonesia itu,,”
Tiba-tiba seseorang memanggil Ree.
“teman, kamu yang namanya Ree? Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu.” Kata seseorang di pintu. Dan terlihat di sana, yong wha kakak Ree berdiri dengan senyumnya yang tak pernah hilang.
“Gomawo.” Ree menghampiri kakaknya.
“kak, kenapa baru datang?”
“mian Ree, kakak sibuk. Oh itu Jun ya?” kakak menyadari keberadaan Jun. Ree hanya bisa diam.
“oh, hai Yong wha. Sudah lama kamu tak terlihat di sekolah ini.”
“hai hyun, saeng, jung, kyu?!” yong wha berjabat tangan dengan teman-teman Kyu dan Jun.
“kalian saling kenal?” Ree yan tak tau apa-apa hanya bisa kaget dan bengong.
“tentu, kakak dulu sekolah disini, oh ya Ree kakak harus cepat-cepat. Masih ada urusan.” Yong Wha pun pergi, sedangkan di kelas Ree hanya bisa bingung.
“kawand sebaiknya kita ke basecamp, sepertinya tak ada guru kali ini.” sahut Jun yang mendahului kami berlima.
Di basecamp..
“Ree ini Hyun, yang ini Saeng, dan yang ini Jung, kami berlima disini penerus CN Blue, SS501.” Kyu merangkul Ree yang begitu pendek beriringan dengannya.
“SS501, Super Star lima yang menjadi satu” ceplos Ree.
“Cukup pintar untuk seorang pemula seperti mu!” sahut Jung Min.
“hem!!!” suara yang sangat Ree kenal mengagetkan semua. Tapi tak ada yang berniat menimpali hal itu.
“ehm,, aku suka sekali lagu band yang juga punya nama seperti ini, tapi sayangnya aku tidak punya waktu untuk mengetahui mereka satu persatu.” Ree mengedarkan matanya melihat seisi ruangan. Mencoba menutupi ke sediahannya.
“ya ampun jahat banget lu!” Kat Saeng ceplos. Dan kebetulan handphone pemberian Siwon berdering, terpampang nama Siwon di LCD hp milik Ree.
♪Let me be the one neomanui saram
Naega deogosipdago (Let me be the one)
Let me be the one nan haru jongil
Neoman saenggakhandago (Oh love) #3 (geu sarami narago)
Let me be the one na yaksokhalge
Neoreurwilhae sandago (Let me be the one)
Let me be the one na yeongwontorok #3 ( would you let me be)♪
“anyeong, Siwon?”
“nanti setelah pulang sekolah ikut aku keluar”
“kemana?”
“ikut saja cerewet banget sii?”
“aish, kura-kura jelek kapan sii kamu nggak maksa!!”
“kapan-kapan”
“tau ah!!”
“bye” Ree menaruk kembali handphonenya ke dalam sakunya.
“emh mianhe, tadi Siwon?!” “kyu oppa, kita pulang jam berapa?” tambah Ree.
“jam 12, kenapa?”
“oh nggak, sepertinya aku akan pindah ke apartemenku sendiri. jadi kalok ada waktu Kyu oppa bisa maen ke apartemenku.” Ree tersenyum lega, tapi tidak dengan Jun.
“jadi kamu nggak ajak kita?” sahut Saeng.
“eh, tentu jika oppa mau ke sana silahkan.”
“oh ya satu lagi, sebenarnya kitalah SS501 yang kamu maksud, dan lagu yang tadi adalah salh satu lagu kami “Let me be the one”” kata Hyun sembari beranjak menghapiri Ree dan merangkulnya.
“kalian?!” Ree masih nggak percaya.
“tentu saja” tambah Saeng.
“oppa, oh god” saking senangnya Ree jingkrak-jingkrak memeluk Kyu yang sedari tadi di sampingnya.
“waduh?!” Jung min tertawa lepas melihat Ree memeluk Kyu. Sedangkan Jun hanya bisa diam sekalipun ia tak suka melihat Ree memeluk Kyu seperti itu.
“hhe, mian oppa, aku terlalu senang mendengarnya”
Tapi di sisi lain,,
“deg deg deg deg” detak jantung Kyu berpacu cepat saat Ree memeluknya.
“ada apa dengan ku?” bisik Kyu.
“tapi di pikir-pikir lagi Ree cewek pertama yang masuk ke tempat kita dan bisa dekat dengan kita.” Kata Jung min yang beranjak mengambil kaleng soda di kulkas.
“paling-paling kita sial!!” Jun yang sedari tadi diam tiba-tiba dengan perkataannya beranjak pergi meninggalkan basecamp. Ree yang kaget pergi mengikuti Jun dari belakang.
“Jun!!” panggil Ree.
“...” Jun menghentikan langkahnya.
“kenapa, apa yang salah dengan ku?!” Ree menangis, empat member mengikutinya dari belakang.
“nggak da!!” sahut Jun.
“terus kenapa kamu giniin aku, kemana sahabat kecilku dulu?!” Ree masih menangis, Empat kawan Jun hanya bisa diam.
“karena dia sudah lama mati dan aku benci sama kamu, BENCI!!!” Jun berbalik menghadap Ree, memperlihatkan wajah yang penuh amarah lalu pergi meninggalkan Ree.
“J-Jun” Ree menangis tak tahan atas perlakuan Jun. Kyu menghampiri Ree dan memeluknya.
“kamu yang sabar ya, everything gonna be ok.” Ree tetap menangis, lalu Kyu melepas pelukannya.
“gomawo oppa” lalu Ree mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Siwon, ia meminta Siwon menjemputnya segera.
Beberapa menit kemudian Siwon sudah datang menjemput Ree, Ree tak berani bilang apa-apa atas kejadian tadi. Siwon membawa Ree pulang ke apartemennya. Sedangkan di basecamp Kyu hanya diam karena bingung dengan hatinya, dan tak memperdulikan yang lainnya.
“Kyu ke sambet setan mana kamu?” Saeng yang menyadari Kyu sedang bengong langsung merangkulnya.
“eh?!”
“halah paling-paling kepikiran si anak baru itu, liat aja Jun sejak cewek itu dateng yang awalnya ceria sekarang kayak orang aneh. Apalagi Kyu ni tadi tiba-tiba nyosor sambil meluk tuh cewek, jatuh hati dah dia” kata Jung panjang lebar.
“eh lu tu ya, ngomong yang singkat aja napa sii?!” kata saeng sambil menjundul kepala Jung.
“eh apaan sii, jatuh hati? Ya nggak lah!!” kyu mencoba mengelak, karena dia sendiri bingung atas hatinya.
“sudah, aku mau pulang dulu” sambung Hyun dan beranjak meninggalkan sekolah.
Di sisi lain, Jun hanya duduk di pinggir sungai Han. Ia habiskan waktunya hanya dengan menenggak minuman beralkohol. Pikiran Jun campur aduk, antara sengaja membuat Ree seperti itu dan tidak terima Ree dekat dengan cowok lain apalagi dia adalah sahabatnya sendiri.
Di apartemen, Siwon hanya diam melihat Ree yang langsung ngunci diri di kamar. Hingga malam hari Ree tak kunjung keluar dari kamar, di susul Jun yang datang dengan kondisi mabuk berat. Dan langsung masuk ke kamar begitu saja.
***
Esok harinya, Jung sudah menunggu Ree di meja makan. Kali ini Jung yang menyiapkan sarapan pagi, sekalipun Cuma roti bakar. J
“Ree sarapan dulu yuk” sambut Jung di meja makan.
“emh, nggak Shi won aku mau langsung berangkat ja. Sorry kemaren aku nggak bisa nemenin kamu, aku lagi nggak enak badan.”
“oh nggak papa, ku Cuma mau ngasik tau ja, kamu sudah bisa tinggal di apartemen mu.”
“oh, kalok gitu kamu bisa bantu aku pindah nanti?” Jung hanya membalasnya dengan senyum.
“aku berangkat dulu ya” Ree pun beranjak meninggalkan apartemen.
Saat membuka pintu apartemen, sudah ada mobil yang menunggunya di depan apartemen. Seorang cowok yang ia kenal, bukan Kyu tapi Hyun. Sedangkan di balkon atas, Jun memperhatikan Ree dari jauh.
“Ree, mianhe” bisik dalam hati Jun.
“Hyun oppa?!”
“Hai Ree, kita berangkat sekolah bareng yuk” ajak Hyun.
“nggak pa oppa aku bisa berangkat sendiri.”
“nggak papa” Hyun langsung menarik Ree ke dalam mobilnya.
“oppa, oppa,,”
“udah nggak pa”
Saat di mobil Ree hanya bisa bengong melihat Hyun yang tertawa sendiri tanpa sebab, Ree yang merasa aneh dengan dirinya. Membelalakkan mata melihat detail pakaiannya yang ia kira ada yang aneh.
“hhe, kamu pikir aku mentertawakanmu?”
“trus kenapa oppa tertawa sendiri? mang ada yang lucu apa?”
“hha”
“aish oppa ni?!”
Tiba-tiba,,
“cups” Hyun mencium pipi Ree tiba-tiba. Ree yang kaget hanya membelalakkan matanya.
“Hyun!!” suara di jok belakang membuat Ree kaget.
“Kyu oppa?” Ree semakin kaget melihat Kyu ada di jok belakang.
“hahahahaha,,” Hyun semakin terbahak-bahak.
Kyu yang sejak awal di jok belakang tak disadari keberadaannya oleh Ree, karna untuk seorang Kyu, pergi ke sekolah yang cukup jauh jarak dari rumahnya lebih baik memanfaatkan waktunya untuk tidur. Dan membuat keberadaanya benar-benar membuat Ree kaget.
“hm, dah sampai” Hyun langsung beranjak keluar dari mobilnya, di ikuti oleh Ree dan Kyu.
“oppa, kenapa bisa da di dalem mobil, perasaan tadi nggak da siapa-siapa di dalem mobil kecuali aku ma Hyun oppa?!”
“hm, aku tidur tadi di belakang. Makanya kamu nggak tau aku da di belakang. Ya udah yuk kita masuk, kemarenkan kamu masih belum sempat masuk kelas.” Kyu merangkul Ree.
“heh Hyun!!” Kyu melepas rangkulannya dan menghampiri Hyun.
“Hyun yang tadi, lu nggak sungguh-sungguhkan?!”
“kalau pun sungguh kenapa?, bukankah dia bukan pacar mu?!”
“eh, eh. Tapi diakan sama Jun!”
“Jun?, bukan Kyu? Hahaha” Hyun langsung meninggalkan Kyu. Di susul Ree menghampiri Kyu yang berdiri mematung.
“oppa?”
“eh, ke kelas yuk bis nie dah mau masuk kelas”
Seperti yang Kyu bilang, semua orang di sekolah gempar dengan kedekatan Ree dan Kyu. Semua murit yang awalnya begitu serius mengejar-ngejar Kyu, hanya bisa menangisi status Kyu yang semua orang tak tau kebenarannya.
Saat Ree dan Kyu memasuki kelas. Empat member yang lain sudah berkumpul di sana terlebih dahulu, termasuk Hyorie. Jun langsung memeluk Hyorie, di ikuti kekagetan di mata para member.
“Hyorie, Jun??” Jung min kaget.
“kalian kenapa?” Saeng yang kaget ikut bertanya.
“J_Jun, tidak aku harus tenang. Bukankah sebagai sahabat harus saling dukung” bisik Ree.
“eh, oppa nggak tau Jun dan Hyorie bukannya sudah jadian dah lama ya?!” Ree mencoba tersenyum dan menghapus air matanya yang hampir saja jatuh di pipinya. Jun yang berdiri di sebelahnya hanya diam dengan perasaannya sendiri.
“heee?!” Jung min tambah kaget. Mukanya memerah karena Jun sendiri tau kalau dia menyukai Hyorie sahabatnya, bahkan Jun yang ingin sekali menyatukan Hyorie dengan Jung min.
“mati!!, mau bilang pa ku ma Jung.” Bisik Jun.
“Jun” Jung min menarik Jun keluar dan meminta penjelasan.
“Jun maksud mu apa memacari Hyorie, bukannya kamu tau aku menyukai Hyorie dah lama!!” Jung menarik kerah baju Jun.
“aku dan Hyorie nggak da papa, hanya saja,,,” Jun bingung harus jujur atau tidak padanya.
“hanya pa?” Jung melepas genggamannya.
“hm, hanya saja aku menggunakan Hyorie untuk membuat Ree marah dan pulang ke indonesia.” Jun terpaksa bohong pada Jun.
“kenapa?”
“alasanya aku nggak bisa bilang, tapi suatu hari nanti kamu akan tau”
Di sisi lain,,
“Hyorie sekolah di sini juga?”
“emh, aku juga kelas 2”
“iah, Hyori juga sekelas dengan kita, hanya saja beberapa hari lagi dia akan di pindah sekolah untuk pertukaran pelajar ke Amerika.” Terang Hyun.
“Kyu oppa kita duduk dulu yuk” tarik Ree.
“emh”
“wah, kalok begitu Hyorie pinter dong!? Aku pikir Hyun oppa yang paling pinter di sini, hhe” semua tertawa menimpali perkataan Ree.
“ih ni anak” Hyun yang duduk tak jauh dari tempat Ree langsung menjitak kepala Ree.
“duh, oppa sakit tau!” Ree mengelus kepalanya yang sakit karna jitakan Hyun, di ikuti Jung, Jung dan Guru laki-laki yang terlihat berkebangsaan jepang.
Jam pelajaran selesai, Hyorie buru-buru keluar kelas menarik tangan Jun. Sedangkan Ree hanya bisa diam di sebelah Kyu. Hyorie membawa Jun ke taman belakang, perdebatan terjadi di antara mereka.
“Jun, aku nggak bisa gini terus. Sampai kapan kamu akan menyiksa perasaan Ree? Aku nggak bisa kayak gini, aku juga bisa ngerasain apa yang dia rasain!?”
“aku tau, tapi aku nggak mau dia tambah sakit nantinya!”
“tapi Jun,,” tiba-tiba Jun terjatuh memegang kepalanya.
“aaaaarghh” Jun teriak histeris, ia meronta kesakitan.
“Jun kamu kenapa lagi?, obat! mana obat mu?!” Hyorie panik mencari letak obat Jun di kantong bajunya.
“aaarghh, sssakit hyorie!!” Jun terus meronta kesakitan, sedangkan Hyorie tetap saja tidak menemukan keberadaan obat miliknya.
“Jun, o-obat kamu mana??”
“aish” Jun masih meronta kesakitan, sampai akhirnya Hyorie menemukan obat Jun.
“Jun, m-minum Jun” Hyorie yang tak tega melihat Jun tersiksa dengan penyakitnya, meneteskan air matanya.
“ok, aku bantu kamu tapi ini berakhir sampai aku pergi ke amrik” Hyorie memeluk sahabatnya itu.
“gomawo Hyorie” Jun membalas pelukan Hyorie.
Dari kejauhan Ree datang pada saat yang tak tepat, ia melihat Jun berpelukan dengan Hyorie. Ree meneteskan air matanya tak mampu lagi membendung semua kesedihannya. Sampai akhirnya sebuah tangan lembut menyambut Ree bersama kesedihannya.
“Kyu oppa?” Ree menangis di pelukan Kyu.
“kita kembali ke kelas ya”
Esok harinya setelah pulang sekolah Kyu mengajak Ree jalan di tengah keramaian kota Seoul bersama member yang lainnya. Semua penggemar SS501 histeris melihat mereka bersama Ree, apalagi Kyu yang terus merangkul Ree fans Kyu semakin histeris. Canda tawa mengalihkan semua kesedihannya.
“kyu kalau gini terus fansmu tambah gila liat kamu bareng ni anak” kata Hyun yang lagi-lagi menjitak kepala Ree.
“aish, oppa sakit tau” Ree mengelus kepalanya yang sakit.
“Hyun, apa’an si kasian Reenya.” Timpal Kyu.
“hahaha, Hyun hati-hati ntar malem kamu bisa nggak tenang tidur loh ya” timpal Saeng juga.
“heh, mang aku Jung min?!” Kyu tak terima.
“loh mang kenapa dengan oppa Jung min?!” kata Ree polos. Jung min hanya menggeleng menyangkal perkataan Kyu.
“kalok mau selamat kamu jangan pernah berani tidur di sebelah Jung min, bisa-bisa kejambak rambut mu” kata Saeng yang langsung lari menghindar dari serangan Jung min.
“aish awas lu ya!!” Jung min mengejar Saeng.
“hahaha” Ree tertawa terbahak-bahak melihat tingkah oppa-oppanya.
“Ree semoga saja senyummu takkan pernah pudar lagi di depan ku, karena aku sayang ma kamu” bisik Kyu dalam hatinya.
Malam harinya Kyu datang ke apartemen Shi won dan membantu kepindahan Ree ke apartemennya. Dua puluh menit mereka bertiga menghabiskan waktu untuk membantu Ree membereskan barang-brangnya. Canda tawa terpancar dari raut muka satu dengan lainnya, sampai Jun datang.
“ternyata dewi fortuna masih berpihak padaku!?” sahut Jun.
“Jun!!” Kyu mulai marah.
“oppa udah ya, aku nggak papa kugh” Ree menggenggam erat tangan Kyu.
“kenapa Kyu? Emang tuh cewek dah ngasik kamu apa?!” balas Jun yang langsung di balas tonjokan keras di pipinya, hingga darah segar keluar dari mulutnya.
“oppa udah ya,,” Ree meneskan air matanya lagi, Ree tidak bisa lagi menahan kesedihannya. Ree menggenggam erat tangan Kyu, Ree sudah semakin goyah. Jun yang tak tega langsung pergi ke kamarnya.
“Shi won, Kyu bisa bawain barangku ke apartemenku. Aku masih pengen sendiri, biar nanti aku ke apartemen sendiri ja” Ree langsung pergi begitu saja, Kyu yang ingin menyusul Ree di halangi Shi won yang mengerti betul keadaan.
Sedangkan Ree termenung sendiri, dia berjalan tanpa arah, ia terus menangis hingga tak sadar hujanpun ikut mnyertainya menangis. Ree hanya terus berjalan tanpa arah. Ia tak peduli dengan hujan yang semakin deras membasahi tubuhnya. Ree pun tak sadar dirinya sudah sampai di depan basecamp SS501, ia duduk di trotoar dan tetap menangis. Ree yang semakin lemah jatuh tak sadarkan diri.
see you next time,,
^^
Ree dengan semangat baru, tersenyum mencoba lebih positif lagi. Saat menata meja Siwon turun menuju dapur dengan berpakaian rapi.
“siapa yang masak? Bukankah disini nggak da pembatu?” Siwon duduk dan menyeruput susu yang sudah Ree siapkan.
“aish, mang aku pembantu?, lagian kalok aku nggak masak kamu mau makan apa?” Ree menyertai Jung duduk di sebelahnya.
“masak sendiri lah, mang Cuma kamu yang bisa masak!”
“masak apa? Paling masak air doang?!” Ree memanyunkan mulutnya.
“idih, nggak lah!” Siwon tak mau kalah.
“ia ia, makan gih”
Sesaat Jun turun dari kamarnya dengan berpakaian lengkap, Ree sepontan diam dan memalingkan wajahnya. Ree masih tidak mampu untuk membiarkan air matanya tak mengalir.
“J-Jun, sarapan dulu,” ajak Ree yang masih menahan bendungan air matanya. Sedangkan Siwon hanya cuek dan meneruskan makannya.
“nggak!” Jun pun berlalu meninggalkan apartemennya.
Ree hanya bisa diam dan melanjutkan makannya. Setelah makan, Jung mengantar Ree ke sekolah barunya.
“Ree masalah tadi kamu nggak usah pikirkan ya, lagian Jun dan aku memang jarang banget sarapan di rumah.” Ree hanya menganggukkan kepalanya.
Siwon mengantar Ree sampai di pintu gerbang, Ree yang menjadi anak baru memasuki kelas 2B exelence, dimana dia akan menjadi teman seangkatan Jun. Di lorong sekolah Ree dengan headphone di telinganya berjalan tak tau arah mencari kelas. Sekolah yang begitu besar membuatnya pusing karena terlalu banya kelas yang berjejeran. Saat melewati ruang kesenian,,
“Brugh”
Ree bertabrakan dengan seorang cowok yang tiba-tiba keluar dari ruang kesenian. Dan membuat barang yang ia bawa jatuh berserakan.
“eh, mianhe” kata cowok itu dan membantu Ree membereskan barangnya.
“gwechana oppa”
“kamu anak baru disini?”
“ehm” Ree menganggukan kepalanya dan mengambil buku miliknya di tangan cowok tadi.
“oh, aku Kyu anak kelas 2B exelence, kamu?” Ree tersenyum menyadari dewi keberuntungan masih bersamanya.
“wah, sama dong oppa. Oh ya aku Ree, aku ikut pertukaran pelajar disini.” Sambut Ree.
“oh, kamu anak yang katanya pertukaran pelajar dari indonesia itu ya, ayo aku antar ke kelas.” Semua mata memperhatikan mereka berdua.
“ia oppa, oppa tau dari mana?”
“beritanya sudah menyebar dari kemaren lusa kali, trus sekarang tinggal dengan siapa di korea?”
“aku tinggal dengan temanku dulu waktu kecil, kebetulan orang tua kami begitu bersahabat.”
“siapa? Munkin aku kenal?”
“Shi won, Choi Shi Won”
“Shi Won, berarti kamu tinggal dengan Jun? Pantas saja dia agak aneh dari kemaren.”
“eh?!”
“oh ya ini kelas kita.” Saat Ree akan masuk bel masuk menyertai.
“emh” Ree hanya mengangguk.
“oh ya kalok kamu mau, kamu bisa duduk di sebelahku. Kebetulan di sebelahku kosong.” Kyu menyambut Ree dengan ramah.
Teman-teman sekelas Ree dan Kyu memasuki kelas, tapi mereka buru-buru berhenti dan memberi jalan untuk seseorang yang sepertinya terlalu di segani di kelasnya. Di sebelah Ree, Kyu hanya tersenyum melihat kebingungan Ree.
“itu teman-teman se Genk ku, dan mungkin saja setelah ini anak-anak di kelas ini menyadari aku jalan bareng dan duduk bersebelahan dengan anak baru. Lihat saja nanti.”
“segitunya oppa?”
“emh,” Kyu menganggukkan kepala.
“J-Jun?” Ree kaget melihat Jun yang ternyata juga termasuk anggota Genk Kyu.
“hey, emh siapa dia Kyu?” seorang cowok tinggi dan sepertinya dia leddernya.
“dia, teman baru di kelas kita. Dan mungkin J,,”
“oppa!” Ree langsung memotong perkataan Kyu.
“dia Ree, anak baru disini.” Timpal Kyu.
“oh jadi dia anak baru dari indonesia itu,,”
Tiba-tiba seseorang memanggil Ree.
“teman, kamu yang namanya Ree? Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu.” Kata seseorang di pintu. Dan terlihat di sana, yong wha kakak Ree berdiri dengan senyumnya yang tak pernah hilang.
“Gomawo.” Ree menghampiri kakaknya.
“kak, kenapa baru datang?”
“mian Ree, kakak sibuk. Oh itu Jun ya?” kakak menyadari keberadaan Jun. Ree hanya bisa diam.
“oh, hai Yong wha. Sudah lama kamu tak terlihat di sekolah ini.”
“hai hyun, saeng, jung, kyu?!” yong wha berjabat tangan dengan teman-teman Kyu dan Jun.
“kalian saling kenal?” Ree yan tak tau apa-apa hanya bisa kaget dan bengong.
“tentu, kakak dulu sekolah disini, oh ya Ree kakak harus cepat-cepat. Masih ada urusan.” Yong Wha pun pergi, sedangkan di kelas Ree hanya bisa bingung.
“kawand sebaiknya kita ke basecamp, sepertinya tak ada guru kali ini.” sahut Jun yang mendahului kami berlima.
Di basecamp..
“Ree ini Hyun, yang ini Saeng, dan yang ini Jung, kami berlima disini penerus CN Blue, SS501.” Kyu merangkul Ree yang begitu pendek beriringan dengannya.
“SS501, Super Star lima yang menjadi satu” ceplos Ree.
“Cukup pintar untuk seorang pemula seperti mu!” sahut Jung Min.
“hem!!!” suara yang sangat Ree kenal mengagetkan semua. Tapi tak ada yang berniat menimpali hal itu.
“ehm,, aku suka sekali lagu band yang juga punya nama seperti ini, tapi sayangnya aku tidak punya waktu untuk mengetahui mereka satu persatu.” Ree mengedarkan matanya melihat seisi ruangan. Mencoba menutupi ke sediahannya.
“ya ampun jahat banget lu!” Kat Saeng ceplos. Dan kebetulan handphone pemberian Siwon berdering, terpampang nama Siwon di LCD hp milik Ree.
♪Let me be the one neomanui saram
Naega deogosipdago (Let me be the one)
Let me be the one nan haru jongil
Neoman saenggakhandago (Oh love) #3 (geu sarami narago)
Let me be the one na yaksokhalge
Neoreurwilhae sandago (Let me be the one)
Let me be the one na yeongwontorok #3 ( would you let me be)♪
“anyeong, Siwon?”
“nanti setelah pulang sekolah ikut aku keluar”
“kemana?”
“ikut saja cerewet banget sii?”
“aish, kura-kura jelek kapan sii kamu nggak maksa!!”
“kapan-kapan”
“tau ah!!”
“bye” Ree menaruk kembali handphonenya ke dalam sakunya.
“emh mianhe, tadi Siwon?!” “kyu oppa, kita pulang jam berapa?” tambah Ree.
“jam 12, kenapa?”
“oh nggak, sepertinya aku akan pindah ke apartemenku sendiri. jadi kalok ada waktu Kyu oppa bisa maen ke apartemenku.” Ree tersenyum lega, tapi tidak dengan Jun.
“jadi kamu nggak ajak kita?” sahut Saeng.
“eh, tentu jika oppa mau ke sana silahkan.”
“oh ya satu lagi, sebenarnya kitalah SS501 yang kamu maksud, dan lagu yang tadi adalah salh satu lagu kami “Let me be the one”” kata Hyun sembari beranjak menghapiri Ree dan merangkulnya.
“kalian?!” Ree masih nggak percaya.
“tentu saja” tambah Saeng.
“oppa, oh god” saking senangnya Ree jingkrak-jingkrak memeluk Kyu yang sedari tadi di sampingnya.
“waduh?!” Jung min tertawa lepas melihat Ree memeluk Kyu. Sedangkan Jun hanya bisa diam sekalipun ia tak suka melihat Ree memeluk Kyu seperti itu.
“hhe, mian oppa, aku terlalu senang mendengarnya”
Tapi di sisi lain,,
“deg deg deg deg” detak jantung Kyu berpacu cepat saat Ree memeluknya.
“ada apa dengan ku?” bisik Kyu.
“tapi di pikir-pikir lagi Ree cewek pertama yang masuk ke tempat kita dan bisa dekat dengan kita.” Kata Jung min yang beranjak mengambil kaleng soda di kulkas.
“paling-paling kita sial!!” Jun yang sedari tadi diam tiba-tiba dengan perkataannya beranjak pergi meninggalkan basecamp. Ree yang kaget pergi mengikuti Jun dari belakang.
“Jun!!” panggil Ree.
“...” Jun menghentikan langkahnya.
“kenapa, apa yang salah dengan ku?!” Ree menangis, empat member mengikutinya dari belakang.
“nggak da!!” sahut Jun.
“terus kenapa kamu giniin aku, kemana sahabat kecilku dulu?!” Ree masih menangis, Empat kawan Jun hanya bisa diam.
“karena dia sudah lama mati dan aku benci sama kamu, BENCI!!!” Jun berbalik menghadap Ree, memperlihatkan wajah yang penuh amarah lalu pergi meninggalkan Ree.
“J-Jun” Ree menangis tak tahan atas perlakuan Jun. Kyu menghampiri Ree dan memeluknya.
“kamu yang sabar ya, everything gonna be ok.” Ree tetap menangis, lalu Kyu melepas pelukannya.
“gomawo oppa” lalu Ree mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Siwon, ia meminta Siwon menjemputnya segera.
Beberapa menit kemudian Siwon sudah datang menjemput Ree, Ree tak berani bilang apa-apa atas kejadian tadi. Siwon membawa Ree pulang ke apartemennya. Sedangkan di basecamp Kyu hanya diam karena bingung dengan hatinya, dan tak memperdulikan yang lainnya.
“Kyu ke sambet setan mana kamu?” Saeng yang menyadari Kyu sedang bengong langsung merangkulnya.
“eh?!”
“halah paling-paling kepikiran si anak baru itu, liat aja Jun sejak cewek itu dateng yang awalnya ceria sekarang kayak orang aneh. Apalagi Kyu ni tadi tiba-tiba nyosor sambil meluk tuh cewek, jatuh hati dah dia” kata Jung panjang lebar.
“eh lu tu ya, ngomong yang singkat aja napa sii?!” kata saeng sambil menjundul kepala Jung.
“eh apaan sii, jatuh hati? Ya nggak lah!!” kyu mencoba mengelak, karena dia sendiri bingung atas hatinya.
“sudah, aku mau pulang dulu” sambung Hyun dan beranjak meninggalkan sekolah.
Di sisi lain, Jun hanya duduk di pinggir sungai Han. Ia habiskan waktunya hanya dengan menenggak minuman beralkohol. Pikiran Jun campur aduk, antara sengaja membuat Ree seperti itu dan tidak terima Ree dekat dengan cowok lain apalagi dia adalah sahabatnya sendiri.
Di apartemen, Siwon hanya diam melihat Ree yang langsung ngunci diri di kamar. Hingga malam hari Ree tak kunjung keluar dari kamar, di susul Jun yang datang dengan kondisi mabuk berat. Dan langsung masuk ke kamar begitu saja.
***
Esok harinya, Jung sudah menunggu Ree di meja makan. Kali ini Jung yang menyiapkan sarapan pagi, sekalipun Cuma roti bakar. J
“Ree sarapan dulu yuk” sambut Jung di meja makan.
“emh, nggak Shi won aku mau langsung berangkat ja. Sorry kemaren aku nggak bisa nemenin kamu, aku lagi nggak enak badan.”
“oh nggak papa, ku Cuma mau ngasik tau ja, kamu sudah bisa tinggal di apartemen mu.”
“oh, kalok gitu kamu bisa bantu aku pindah nanti?” Jung hanya membalasnya dengan senyum.
“aku berangkat dulu ya” Ree pun beranjak meninggalkan apartemen.
Saat membuka pintu apartemen, sudah ada mobil yang menunggunya di depan apartemen. Seorang cowok yang ia kenal, bukan Kyu tapi Hyun. Sedangkan di balkon atas, Jun memperhatikan Ree dari jauh.
“Ree, mianhe” bisik dalam hati Jun.
“Hyun oppa?!”
“Hai Ree, kita berangkat sekolah bareng yuk” ajak Hyun.
“nggak pa oppa aku bisa berangkat sendiri.”
“nggak papa” Hyun langsung menarik Ree ke dalam mobilnya.
“oppa, oppa,,”
“udah nggak pa”
Saat di mobil Ree hanya bisa bengong melihat Hyun yang tertawa sendiri tanpa sebab, Ree yang merasa aneh dengan dirinya. Membelalakkan mata melihat detail pakaiannya yang ia kira ada yang aneh.
“hhe, kamu pikir aku mentertawakanmu?”
“trus kenapa oppa tertawa sendiri? mang ada yang lucu apa?”
“hha”
“aish oppa ni?!”
Tiba-tiba,,
“cups” Hyun mencium pipi Ree tiba-tiba. Ree yang kaget hanya membelalakkan matanya.
“Hyun!!” suara di jok belakang membuat Ree kaget.
“Kyu oppa?” Ree semakin kaget melihat Kyu ada di jok belakang.
“hahahahaha,,” Hyun semakin terbahak-bahak.
Kyu yang sejak awal di jok belakang tak disadari keberadaannya oleh Ree, karna untuk seorang Kyu, pergi ke sekolah yang cukup jauh jarak dari rumahnya lebih baik memanfaatkan waktunya untuk tidur. Dan membuat keberadaanya benar-benar membuat Ree kaget.
“hm, dah sampai” Hyun langsung beranjak keluar dari mobilnya, di ikuti oleh Ree dan Kyu.
“oppa, kenapa bisa da di dalem mobil, perasaan tadi nggak da siapa-siapa di dalem mobil kecuali aku ma Hyun oppa?!”
“hm, aku tidur tadi di belakang. Makanya kamu nggak tau aku da di belakang. Ya udah yuk kita masuk, kemarenkan kamu masih belum sempat masuk kelas.” Kyu merangkul Ree.
“heh Hyun!!” Kyu melepas rangkulannya dan menghampiri Hyun.
“Hyun yang tadi, lu nggak sungguh-sungguhkan?!”
“kalau pun sungguh kenapa?, bukankah dia bukan pacar mu?!”
“eh, eh. Tapi diakan sama Jun!”
“Jun?, bukan Kyu? Hahaha” Hyun langsung meninggalkan Kyu. Di susul Ree menghampiri Kyu yang berdiri mematung.
“oppa?”
“eh, ke kelas yuk bis nie dah mau masuk kelas”
Seperti yang Kyu bilang, semua orang di sekolah gempar dengan kedekatan Ree dan Kyu. Semua murit yang awalnya begitu serius mengejar-ngejar Kyu, hanya bisa menangisi status Kyu yang semua orang tak tau kebenarannya.
Saat Ree dan Kyu memasuki kelas. Empat member yang lain sudah berkumpul di sana terlebih dahulu, termasuk Hyorie. Jun langsung memeluk Hyorie, di ikuti kekagetan di mata para member.
“Hyorie, Jun??” Jung min kaget.
“kalian kenapa?” Saeng yang kaget ikut bertanya.
“J_Jun, tidak aku harus tenang. Bukankah sebagai sahabat harus saling dukung” bisik Ree.
“eh, oppa nggak tau Jun dan Hyorie bukannya sudah jadian dah lama ya?!” Ree mencoba tersenyum dan menghapus air matanya yang hampir saja jatuh di pipinya. Jun yang berdiri di sebelahnya hanya diam dengan perasaannya sendiri.
“heee?!” Jung min tambah kaget. Mukanya memerah karena Jun sendiri tau kalau dia menyukai Hyorie sahabatnya, bahkan Jun yang ingin sekali menyatukan Hyorie dengan Jung min.
“mati!!, mau bilang pa ku ma Jung.” Bisik Jun.
“Jun” Jung min menarik Jun keluar dan meminta penjelasan.
“Jun maksud mu apa memacari Hyorie, bukannya kamu tau aku menyukai Hyorie dah lama!!” Jung menarik kerah baju Jun.
“aku dan Hyorie nggak da papa, hanya saja,,,” Jun bingung harus jujur atau tidak padanya.
“hanya pa?” Jung melepas genggamannya.
“hm, hanya saja aku menggunakan Hyorie untuk membuat Ree marah dan pulang ke indonesia.” Jun terpaksa bohong pada Jun.
“kenapa?”
“alasanya aku nggak bisa bilang, tapi suatu hari nanti kamu akan tau”
Di sisi lain,,
“Hyorie sekolah di sini juga?”
“emh, aku juga kelas 2”
“iah, Hyori juga sekelas dengan kita, hanya saja beberapa hari lagi dia akan di pindah sekolah untuk pertukaran pelajar ke Amerika.” Terang Hyun.
“Kyu oppa kita duduk dulu yuk” tarik Ree.
“emh”
“wah, kalok begitu Hyorie pinter dong!? Aku pikir Hyun oppa yang paling pinter di sini, hhe” semua tertawa menimpali perkataan Ree.
“ih ni anak” Hyun yang duduk tak jauh dari tempat Ree langsung menjitak kepala Ree.
“duh, oppa sakit tau!” Ree mengelus kepalanya yang sakit karna jitakan Hyun, di ikuti Jung, Jung dan Guru laki-laki yang terlihat berkebangsaan jepang.
Jam pelajaran selesai, Hyorie buru-buru keluar kelas menarik tangan Jun. Sedangkan Ree hanya bisa diam di sebelah Kyu. Hyorie membawa Jun ke taman belakang, perdebatan terjadi di antara mereka.
“Jun, aku nggak bisa gini terus. Sampai kapan kamu akan menyiksa perasaan Ree? Aku nggak bisa kayak gini, aku juga bisa ngerasain apa yang dia rasain!?”
“aku tau, tapi aku nggak mau dia tambah sakit nantinya!”
“tapi Jun,,” tiba-tiba Jun terjatuh memegang kepalanya.
“aaaaarghh” Jun teriak histeris, ia meronta kesakitan.
“Jun kamu kenapa lagi?, obat! mana obat mu?!” Hyorie panik mencari letak obat Jun di kantong bajunya.
“aaarghh, sssakit hyorie!!” Jun terus meronta kesakitan, sedangkan Hyorie tetap saja tidak menemukan keberadaan obat miliknya.
“Jun, o-obat kamu mana??”
“aish” Jun masih meronta kesakitan, sampai akhirnya Hyorie menemukan obat Jun.
“Jun, m-minum Jun” Hyorie yang tak tega melihat Jun tersiksa dengan penyakitnya, meneteskan air matanya.
“ok, aku bantu kamu tapi ini berakhir sampai aku pergi ke amrik” Hyorie memeluk sahabatnya itu.
“gomawo Hyorie” Jun membalas pelukan Hyorie.
Dari kejauhan Ree datang pada saat yang tak tepat, ia melihat Jun berpelukan dengan Hyorie. Ree meneteskan air matanya tak mampu lagi membendung semua kesedihannya. Sampai akhirnya sebuah tangan lembut menyambut Ree bersama kesedihannya.
“Kyu oppa?” Ree menangis di pelukan Kyu.
“kita kembali ke kelas ya”
Esok harinya setelah pulang sekolah Kyu mengajak Ree jalan di tengah keramaian kota Seoul bersama member yang lainnya. Semua penggemar SS501 histeris melihat mereka bersama Ree, apalagi Kyu yang terus merangkul Ree fans Kyu semakin histeris. Canda tawa mengalihkan semua kesedihannya.
“kyu kalau gini terus fansmu tambah gila liat kamu bareng ni anak” kata Hyun yang lagi-lagi menjitak kepala Ree.
“aish, oppa sakit tau” Ree mengelus kepalanya yang sakit.
“Hyun, apa’an si kasian Reenya.” Timpal Kyu.
“hahaha, Hyun hati-hati ntar malem kamu bisa nggak tenang tidur loh ya” timpal Saeng juga.
“heh, mang aku Jung min?!” Kyu tak terima.
“loh mang kenapa dengan oppa Jung min?!” kata Ree polos. Jung min hanya menggeleng menyangkal perkataan Kyu.
“kalok mau selamat kamu jangan pernah berani tidur di sebelah Jung min, bisa-bisa kejambak rambut mu” kata Saeng yang langsung lari menghindar dari serangan Jung min.
“aish awas lu ya!!” Jung min mengejar Saeng.
“hahaha” Ree tertawa terbahak-bahak melihat tingkah oppa-oppanya.
“Ree semoga saja senyummu takkan pernah pudar lagi di depan ku, karena aku sayang ma kamu” bisik Kyu dalam hatinya.
Malam harinya Kyu datang ke apartemen Shi won dan membantu kepindahan Ree ke apartemennya. Dua puluh menit mereka bertiga menghabiskan waktu untuk membantu Ree membereskan barang-brangnya. Canda tawa terpancar dari raut muka satu dengan lainnya, sampai Jun datang.
“ternyata dewi fortuna masih berpihak padaku!?” sahut Jun.
“Jun!!” Kyu mulai marah.
“oppa udah ya, aku nggak papa kugh” Ree menggenggam erat tangan Kyu.
“kenapa Kyu? Emang tuh cewek dah ngasik kamu apa?!” balas Jun yang langsung di balas tonjokan keras di pipinya, hingga darah segar keluar dari mulutnya.
“oppa udah ya,,” Ree meneskan air matanya lagi, Ree tidak bisa lagi menahan kesedihannya. Ree menggenggam erat tangan Kyu, Ree sudah semakin goyah. Jun yang tak tega langsung pergi ke kamarnya.
“Shi won, Kyu bisa bawain barangku ke apartemenku. Aku masih pengen sendiri, biar nanti aku ke apartemen sendiri ja” Ree langsung pergi begitu saja, Kyu yang ingin menyusul Ree di halangi Shi won yang mengerti betul keadaan.
Sedangkan Ree termenung sendiri, dia berjalan tanpa arah, ia terus menangis hingga tak sadar hujanpun ikut mnyertainya menangis. Ree hanya terus berjalan tanpa arah. Ia tak peduli dengan hujan yang semakin deras membasahi tubuhnya. Ree pun tak sadar dirinya sudah sampai di depan basecamp SS501, ia duduk di trotoar dan tetap menangis. Ree yang semakin lemah jatuh tak sadarkan diri.
see you next time,,
^^
Langganan:
Postingan (Atom)




















