Nenek pun makin keras saja menangis. dia memanggil nama Sungmin dan memintanya kembali, hanya saja, cucunya itu tetap berkeras pergi. kakek pun merasa menyesal telah begitu emosinya terhadap Sungmin, cucu kebanggaannya. di dalam ruang ICU, Min Ra, yang sedang menemani Ryeo Wook hanya bisa menangis diam-diam melihatnya…
Sungmin pun bergegas pulang ke rumah kakeknya, dan memberesi barang-barangnya. tidak ada satupun barang pemberian kakek dan neneknya yang dibawa olehnya. dia pun pergi tanpa meninggalkan surat apapun, bahkan sekedar pamit kepada para pekerja di rumah mereka pun tidak dia lakukan. Sungmin merasa sangat sakit sekali hatinya.
nyaris sebulan Ryeo Wook koma. tapi untungnya, selama itu Min Ra selalu menemaninya. keberadaan Min Ra mungkin dirasakan oleh Ryeo Wook, karena tiap hari, dia makin menunjukkan tanda-tanda kemajuan pada kondisi tubuhnya. Min Ra melakukan ini semua karena dia merasa, dialah penyebab semua ini. mengapa begitu?
sehari setelah Sungmin pergi, Min Ra yang menemani Ryeo Wook selalu selama di RS, pulang ke rumah untuk mengambil baju dan beristirahat. saat itulah sang kakak, Jung Soo, merasa punya kesempatan untuk bertanya, apa yang sedang terjadi.
“Ya, Min Ra, ada apa sebenarnya? mengapa kau jarang sekali pulang? kau tahu, oppa merasa kesepian sekali disini.” Jung Soo mulai bertanya.
“oppa.. kau tahu kan, aku sedang menjaga Ryeo Wook oppa, kasihan sekali dia..” Min Ra yang masih merasa lelah merasa agak malas menjawab.
“Memangnya apa yang terjadi sebenarnya?” Jung Soo mulai melakukan investigasi kepada adiknya itu.
“begini lho, oppa..” Min Ra pun mulai bercerita. sesudahnya, kening Jung Soo terlihat berkerut, dan tiba-tiba saja dia salah tingkah.
“Dongsaeng, aku mau mengaku sesuatu sebenarnya padamu..” Jung Soo mulai berkeringat.
“waeyo?” Min Ra mulai memusatkan perhatian kepada oppanya itu.
“kau bilang Sungmin merasa Ryeo Wook lah yang memukulnya tempo hari..” Jung Soo makin salah tingkah.
“benar. lalu kenapa memangnya?” Min Ra mulai merasa curiga.
“sebenarnya.. saat itu, Young Woon lah yang melakukannya..” Jung Soo mulai menunduk.
“APA?? Kenapa begitu oppa? KENAPA??” Min Ra mulai emosi.
“aku yang menyuruhnya melakukan itu.. aku sebal sekali padanya, dan aku tidak suka dia dekat denganmu. selain itu, karena Young Woon menyukaimu, dia mau saja melakukannya.. mianhaeyo, dongsaengku..” Jung Soo merasa bersalah sekali.
“OPPA!! Kau… Aish.. aku benci sekali padamu oppa!! kuharap kau bisa merenungi apa akibat perbuatanmu dan juga Young Woon oppa. AKU BENCI SEKALI SAMA KALIAN BERDUA!!!” Min Ra yang marah pun langsung pergi ke kamarnya dan membanting pintu dengan kerasnya. Jung Soo hanya bisa memelas, tanpa tahu harus berbuat apa.
*kembali ke Ryeo Wook*setelah sebulan itu, akhirnya Ryeo Wook pun kembali sadar. Min Ra, Kakek, dan Nenek senang sekali melihatnya. tapi mereka langsung terdiam begitu Ryeo Wook mulai mengucapkan kata-kata pertamanya..
“Hyung.. mana Hyung? aku rindu sekali padanya..” Ryeo Wook bertanya sambil tersenyum.
sang kakek bingung harus menjelaskan apa terhadap cucunya itu. setelah berpikir keras sang kakek pun menjawab:
sang kakek bingung harus menjelaskan apa terhadap cucunya itu. setelah berpikir keras sang kakek pun menjawab:
“Hyung hanya pergi, tuk sementara.. bukan tuk meninggalkanmu, selamanya. hyung pasti kan kembali, pada kita semua. tapi Ryeo Wook-ah jangan nakal, Hyung pasti kembali..”
(ada yang tau lagu ini? hahaha..)
(ada yang tau lagu ini? hahaha..)
“ah, kenapa hyung pergi, kek? kenapa dia tidak mengajakku?” Ryeo Wook tetap bertanya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa terhadap mereka berdua.
“hyung ada urusan mendadak. sudahlah, kau cepat sembuh dulu. biar nanti hyung pulang, dia senang melihatmu..” kakek berusaha tersenyum.
setelah itu, Ryeo Wook dan Min Ra pun semakin dekat, karena Sung Min tidak ada, kakek menunjuk Ryeo Wook menggantikan posisi Sung Min. sebenarnya Ryeo Wook tidak mau, karena dia merasa hyungnya tidak pergi kemana-mana. tapi setelah dibujuk oleh semua pihak, akhirnya Ryeo Wook bersedia menempati jabatan tersebut.
dimana Sung Min sekarang?alih-alih berada di rumah Kyu Hyun ataupun Si Won, teman nongkrongnya, Sung Min memilih pergi dan tinggal bersama Shin Dong, sahabatnya dari kecil. di rumah Shin Dong, Sung Min benar-benar merasa tenang dan damai. sampai suatu hari..
“Sung Min-ah, kenapa kau tidak pulang dan meminta maaf pada Ryeo Wook? Shin Dong bertanya.
“kenapa kau berkata seperti itu? kau ingin aku pergi?” Sung Min sedikit merasa khawatir.
“bukan begitu.. kau kan laki-laki, tidak seharusnya kau pergi seperti ini.. Lagipula kakekmu sudah tau kan, kau yang berada di balik semua kejadian yang menimpa Ryeo Wook kemarin..” Shin Dong masih berusaha menasihati Sung Min.
“huh, Kyu Hyun.. gara-gara dia kakek jadi tau semuanya..” Sung Min terlihat geram.
ya, Kyu Hyun lah yang melaporkan semuanya kepada kakek. Kyu Hyun melakukan hal itu karena dua hal. satu, dia ingin Sung Min yang terlalu angkuh itu sekali-kali mendapatkan pelajaran, dan yang satunya lagi karena dia tidak ingin melihat saudara sepupu itu saling bertengkar satu sama lain.
“sudahlah.. kau coba pulang dulu saja, minta maaf kepada dongsaengmu itu. kalau kau tidak berniat untuk tinggal disana lagi, kau bisa kembali kesini. aku pasti akan menerimamu. bagaimana?” Shin Dong mencoba meredakan kegeraman Sung Min.
“Baiklah, aku akan coba..” Sung Min akhirnya menyerah.
sementara itu, Kedekatan Ryeo Wook dengan Min Ra makin hari semakin erat. hingga akhirnya, Ryeo Wook mengajak Min Ra makan di suatu tempat.
“Min Ra-ssi.. apa kau suka makanannya?” Ryeo Wook bertanya sambil tersenyum.
“Ne oppa.. ini enak sekali..” Min Ra merasa sangat senang.
“Aku memasaknya sendiri untukmu. senang sekali mendengarmu bilang bahwa masakanku enak..” Ryeo Wook semakin senang.
sesudah makan..“Min Ra-ssi.. ada apa itu dibawah? sepertinya ramai sekali.. Ayo kita lihat..” Ryeo Wook mengajak Min Ra melihat ke arah bawah gedung. ya, mereka memang sedang makan di atas atap sebuah gedung yang mempunyai view yg sangat indah.
saat Min Ra melongokkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi dibawah, dia langsung terdiam dan terkejut setengah mati. ada apa memangnya?
segerombolan orang memegang lilin dan membentuk suatu formasi yang bertuliskan: “Min Ra, Saranghaeyo..”. Min Ra tidak tahu harus berkata apa, karena setelah itu, dia langsung berbalik dan melihat Ryeo Wook sedang menyanyikan sebuah lagu dengan menggunakan pianonya. malam itu terasa sangat manis sekali, dan Min Ra merasa terharu.
“Min Ra-ssi.. maukah kau menjadi orang paling spesial di hatiku?” Ryeo Wook memohon sesuatu padanya.
Min Ra pun tampak berpikir, dia sayang sekali terhadap oppanya ini, tapi dia tahu, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, dia sudah mengukir nama Sung Min disana. tapi setelah berpikir bahwa Sung Min sudah pergi dan mungkin tidak akan kembali, itu menyakitkan hatinya. dan dia pun akhirnya memutuskan untuk menerima cinta Ryeo Wook.
selesai makan malam, Ryeo Wook mengantar Min Ra pulang. sebelum masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja Ryeo Wook memanggil Min Ra, dan seketika saja, Ryeo Wook mencium kening Min Ra dengan sangat lembut. Min Ra sedikit terbuai..
tapi mereka tidak menyadari, di dekat sana, Sung Min sedang memperhatikan adegan tersebut dengan hati yang seperti tersayat. dia tahu, dia juga sangat mencintai Min Ra, dan dia juga selalu menyayangi Ryeo Wook. karena merasa bersalah terhadap keduanya, dia memilih untuk pulang dengan hati hancur, dan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka.
“Min Ra.. saranghaeyo.. tapi kalau memang Ryeo Wook lebih bisa membahagiakanmu, aku rela..” Sung Min berjalan dengan sedikit limbung, pulang ke rumah Shin Dong.
setelah Ryeo Wook dan Min Ra berpacaran, hanya membutuhkan waktu yang sebentar saja agar seluruh karyawan bisa mengetahuinya. hampir dari mereka semua setuju terhadap hubungan tersebut. bagi mereka, pasangan ini sangatlah serasi satu sama lain. apalagi Ryeo Wook juga bisa dengan suksesnya menjalankan perusahaan tersebut dengan baik, semakin menambah kebahagiaan mereka saja. sayang, salah satu karyawan terlihat sangat tidak suka terhadap hubungan mereka.
ya, setelah 3 bulan berlalu, Min Ra akhirnya tidak tahan lagi terhadap sikap Eun Mi yang semakin menjauhinya. setelah berusaha terus agar bisa berbicara empat mata saja, akhirnya hari itu Eun Mi tidak bisa mengelak lagi, dan akhirnya mereka pun berbicara dari hati ke hati.
“Eun Mi-ah.. ada apa sebenarnya denganmu? sikapmu semakin aneh saja padaku. apa salahku sebenarnya? apa aku menyakitimu?” Min Ra langsung memberondong Eun Mi dengan sejuta pertanyaan.
“sudah, aku tidak ada apa-apa. apa alasannya sampai aku harus marah padamu?” Eun Mi berusaha mengelak.
“kau jangan berbohong padaku Eun Mi.. kita sudah bersahabat lama sekali.. kenapa kau tidak bisa jujur padaku kali ini?” Min Ra mulai memaksa.
“sudah kubilang aku tidak apa-apa. sudahlah, aku ngantuk sekali. lebih baik kau pulang saja.” Eun Mi berusaha mengusir Min Ra.
“tidak, aku tidak akan pulang sebelum aku tau apa masalahnya.” Min Ra yang keras kepala mulai membuat Eun Mi marah.
“YA! KAU INI!! kau, kau mau tau kenapa sikapku jadi begini kepadamu? KAU MAU TAHU??” Eun Mi mulai emosi.
“marhaebwa.. aku tidak akan tau kenapa kalau kau tidak mengatakannya padaku..” Min Ra mulai bingung.
“kau, teman macam apa dirimu? berpacaran dengan orang yang disukai temanmu, bagaimana bisa kau melakukannya padaku, Min Ra?? BAGAIMANA BISA KAU SEJAHAT INI PADAKU??” Eun Mi mulai memaki.
“Eun Mi-ah.. kau.. kau suka pada Ryeo Wook oppa? mengapa kau tidak mengatakan soal ini padaku dari awal? aku benar-benar tidak tahu..” Min Ra merasa bersalah.
“kau memang bukan teman yang baik Min Ra-ssi..” Eun Mi tersenyum sinis.
“lalu apa yang harus kulakukan sekarang?” Min Ra berusaha memohon.
“kau mau tau apa yang harus kau lakukan? SEKARANG KAU HARUS MEMILIH, AKU ATAU RYEO WOOK OPPA. kau harus memilih salah satu, kalau kau memilihku, putuskan dia secepatnya, aku minta minggu ini juga. tapi kalau kau memilihnya, jangan pernah anggap kita pernah saling kenal sebelumnya..” Eun Mi yang sedang emosi langsung masuk ke rumah.
seminggu kemudian..malam ini, seperti biasa, Min Ra dan Ryeo Wook pergi untuk makan berdua di luar. Min Ra terlihat sangat cantik hari itu, dan membuat Ryeo Wook benar-benar merasa senang.
“ya, Chagiya.. kau tambah cantik saja malam ini.. aku benar-benar suka..” Ryeo Wook memandangi Min Ra sambil tersenyum.
“benarkah? ah, aku melakukan ini untukmu oppa..” Min Ra membalasnya dengan senyum yang tidak kalah manis.
“aigoo.. aku senang sekali. tapi aneh ya, kenapa kau tiba-tiba seperti ini? kau tidak berdandan pun, bagiku kau tetap yang paling cantik..” Ryeo Wook tetap memuji Min Ra.
“ah, oppa.. sebenarnya memang ada yang ingin ku bicarakan denganmu..” Min Ra mulai gelisah.
“ada apa sebenarnya? lebih baik kita habiskan dulu makanan ini, baru kita bicarakan semuanya.” Ryeo Wook terlihat agak bingung.
sesudah makan..“nah, sekarang kau bisa mengatakan apa saja padaku.. marhaebwa..” Ryeo Wook mengajak Min Ra untuk duduk di taman restoran tersebut. Min Ra terlihat menarik nafas panjang, dan akhirnya keluarlah kata-kata tersebut.
“oppa.. mianhae.. tapi lebih baik kita akhiri saja ini semua..” Min Ra mengatakannya dalam satu tarikan nafas,berusaha terdengar tegar dan kuat.
“MWO? andwae.. aku salah dengar kan, chagiya? wae? WAEYO??” Ryeo Wook terlihat tidak bisa menerima semuanya.
“kau mau tahu alasanku? aku tidak pernah benar-benar mencintaimu, oppa. lagipula aku sengaja berpacaran denganmu, agar aku bisa mendapatkan posisi tertinggi di perusahaan kita..” Min Ra berusaha tersenyum dan tertawa puas.
“aku tidak percaya ini semua. kau bohong padaku kan? katakan semua ini bohong!!” Ryeo Wook mulai kehilangan kendali.
“sudahlah oppa, lupakan aku. kau pasti menemukan yang lebih baik dariku. aku rasa sudah tidak ada gunanya lagi aku disini. aku pulang. semoga kau bahagia..” Min Ra pun langsung pergi dari hadapan Ryeo Wook.
Ryeo Wook merasa seperti ada yang memukulnya tepat di jantung. rasanya sakit sekali. sambil memegangi dadanya yang terasa sakit, dia berusaha mengejar Min Ra.
“Min Ra-ssi.. chagiya.. kembalilah.. aku tidak percaya semua ini..” Ryeo Wook mulai melemah.
Min Ra terus saja berusaha berjalan secepat mungkin. dia berusaha tidak memperdulikan sama sekali teriakan Ryeo Wook.
“Min Ra-ssi.. aaaaahhhhh.. dadaku, dadaku sakit..” tiba-tiba saja Ryeo Wook tersungkur.
Min Ra merasa tidak bisa melihat itu semua, hatinya juga merasa sangat sakit. akhirnya dia memutuskan berbalik ke arah Ryeo Wook oppa. tiba-tiba saja dari arah kejauhan, terlihat sinar putih yang semakin mendekat. sinar tersebut aneh, seperti tidak stabil. Min Ra pun segera menyadari, pengemudi mobil tersebut sepertinya tidak bisa mengendalikan laju mobilnya. dan dia pun merasa, seperti tertahan di tempatnya berdiri.
“Min Ra!!!! ANDWAE!!!!” teriakan Ryeo Wook yang mulai melemah terdengar memecah keheningan malam itu.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar