BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

.

Senin, 06 Juni 2011

my powerful keen #3

*di rumah sakit*
“hyung.. kau tidak apa-apa??” terdengar suara seseorang yg terdengar sangat khawatir.
“sudahlah, biarkan hyung mu istirahat dulu.”suara kakek-kakek terdengar.
“kenapa dia jadi begini kek? aku khawatir sekali..” suara yang tadi pun kembali terdengar.
“sesorang memukulinya dan meninggalkannya di jalan. kau tenang saja, hyung mu tidak apa-apa.. duduklah dulu, Ryeo Wook.. jangan mengganggu hyungmu..” ujar kakek tersebut.
Hyung? Ryeo Wook memanggil Sung Min hyung? sebenarnya siapa mereka?

Ryeo Wook memang bersaudara dengan Sung Min, bukan saudara sekandung, mereka hanya saudara sepupu. Ryeo Wook dan Sung Min kini tinggal di rumah kakek dan neneknya. kenapa bisa begitu?
Ayah Sung Min dan Ibu Ryeo Wook adalah adik kakak. setelah keduanya menikah, mereka berpisah, namun tetap dekat satu sama lain. itu pula yang mengakibatkan kedua anak mereka dekat satu sama lain. terutama Ryeo Wook dan Sung Min yang mempunyai hobi yang nyaris sama.
malangnya, kedua orang tua Sung Min bercerai, dan ayahnya menjadi gila. Ibunya memutuskan untuk membawa kedua adik Sung Min, yaitu Hyuk Jae dan Dong Hae ke luar negeri, meninggalkan Sung Min dan ayahnya sendiri saja. ini menimbulkan sedikit kebencian Sung Min terhadap ibunya, dia merasa tidak adil. untung saja, setelah ayahnya dirawat di rumah sakit jiwa, dia akhirnya tinggal di rumah kakek dan neneknya. sebagai cucu pertama, dia pastinya yang akan mewarisi perusahaan milik mereka.
kasus Ryeo Wook, lain lagi. kedua orang tuanya sangat rukun satu sama lain. suatu ketika, mereka berdua sedang pergi liburan bersama dan membawa Ki Bum, adik Ryeo Wook untuk ikut dengan mereka. sayangnya, pesawat yang mereka tumpangi jatuh dan tidak ada satupun yang selamat. Ryeo Wook benar-benar terpuruk saat itu, terlebih lagi sang kakak, Jong Woon, malah memutuskan pergi dari rumah dan berkelana ke Eropa. sebenarnya justru Jong Woon lah yang akan mewarisi perusahaan kakeknya, hanya saja kecintaan Jong Woon terhadap musik jauh lebih besar melebihi segalanya.
Ryeo Wook yang terpuruk, mendapat support penuh dari Sung Min yang juga merasa kehilangan orang tua keduanya. nenek dan kakeknya pun memutuskan agar Ryeo Wook tinggal bersama mereka. awal-awalnya Sung Min merasa senang, tapi melihat kakek dan neneknya lebih perhatian pada Ryeo Wook, Sung Min meradang dan merasa kembali diacuhkan. itulah yang membuatnya hingga kini jadi sangat dingin pada sepupu yang sebenarnya sangat disayanginya itu.
*kembali ke saat Sung Min dirawat*
akhirnya Sung Min tersadar juga, saat itu, dia melihat sesosok orang tidur dengan menumpukan kepalanya di pinggiran tempat tidurnya. hampir saja dia mengelus rambut orang tersebut, namun setelah sadar itu siapa, dia langsung bersikap dingin kembali. Ryeo Wook pun terbangun.
“Hyung.. ah, kau sudah sadar.. mana yang sakit hyung? apa kau lapar?” tanya Ryeo Wook.
“sedang apa kau disini? pergi sana. aku tidak butuh dijenguk olehmu.” Sung Min pun mengusir Ryeo Wook.
“hyung, kenapa kau begitu? aku sangat khawatir dengan keadaanmu.” Ryeo Wook merasa sedih mendapat perlakuan seperti itu.
“sudahlah, tidak usah pura-pura baik padaku. pergi sana.” Sung Min berusaha mendorong Ryeo Wook pergi.
“Hyung.. kau tau? setelah keluargaku tidak ada, hanya kau yang sangat kuandalkan. tapi kenapa kau malah sangat membenciku? apa salahku?” Ryeo Wook mulai menangis.
“PERGI SANA!! KAU DENGAR TIDAK!!” walaupun dalam keadaan sakit, Sung Min masih bisa berteriak mengusir Ryeo Wook.
Ryeo Wook pun pergi keluar dan bertemu dengan kakek dan neneknya yang baru saja akan masuk ke dalam kamar tempat Sung Min dirawat.
“ah, uri Ryeo Wook.. mau kemana kau nak? apa hyungmu sudah bangun?” tanya neneknya.
“iye.. dia sudah bangun nek, aku merasa lapar, makanya aku ingin pergi dulu. boleh sekalian aku pulang, nek?” Ryeo Wook berusaha menyembunyikan tangisnya.
“ya sudahlah, kau pulang dulu. pasti kau capek menunggu hyung mu disini semalaman. pulanglah nak, istirahat dengan baik ya..” sang kakek mengelus rambut cucu mereka itu dengan sayang.
“ne.. aku pulang dulu nek, kek..” Ryeo Wook pun berpamitan dan pergi dari RS dengan hati hancur.
di kamar Sung Min..
“ah, uri Sung Min.. sudah bangun kau sayang?” neneknya berkata sambil tersenyum.
“kemana saja kalian? apa tidak sayang lagi padaku sehingga meninggalkanku sendiri disni bersama Ryeo Wook saja?” Sung Min merajuk.
“aigoo.. kau ini. sudah besar masih saja manja. ini, kakek bawakan sup labu kesukaanmu. oh ya, kemarin Hyuk Jae menelepon ke rumah mencarimu, dia terdengar rindu sekali padamu. dia sangat kaget mendengar kabar kau masuk rumah sakit..” kakeknya bercerita panjang lebar.
“haraboji!! kenapa kau menceritakan soal itu kepadanya? aish.. apa kalian membawa laptopku? siapa tau Hyuk jae atau Dong Hae mengirimkan email padaku.” Sung Min sedikit kesal.
“ne.. ini kami bawakan sayang..” Neneknya berkata dengan lembut sambil menyerahkan laptop kepada Sung Min.
ada tiga email baru yang menyita perhatian Sung Mi saat itu.
1. sender = Hyuk Jae
“Hyung.. ada apa denganmu?ku dengar kau masuk rumah sakit ya? aish.. aku sedih sekali mendengarnya. cepatlah pulang.. aku ingin bercerita tentang hubunganku dengan pacar baruku, namanya Sora. kau mau mendengarkannya kan, hyung? :D
“hahahhaa.. monyet ini, pikirannya hanya pacaran saja..” aku merasa sedikit lebih baik membaca email darinya.
2. sender = Dong Hae
“Hyung!!! cepat sembuh.. SARANGHAE!!!”
“ini lagi, sedikit sekali menulis email padaku.. hahaha.. Saranghaeyo, Lee Dong Hae, adeku tersayang..
3. Sender = Park Soo Young
“nak? kenapa denganmu? aku mendengar dari kedua adikmu kau masuk rumah sakit.. cepat sembuh ya, maaf eomma tidak bisa menjengukmu. jangan salah paham denganku, aku tetap menyayangimu. bisakah kau percaya padaku?”
setelah membaca sekilas, Sung Min langsung mendelete email dari Eommanya tersebut.
*di rumah kakek dan neneknya*
Ryeo Wook merasa sedih sekali saat itu. dia merasa tidak tahu apa yang menjadi penyebab Sung Min hyung yang sangat disayanginya itu selalu saja bersikap dingin padanya. Saat itulah dia mendapatkan sms:
sender = Park Min Ra
“oppa.. kau ada apa sebenarnya? ak kangen sekali bercanda denganmu? apa kau sibuk hari ini? bagaimana kalau kita jalan-jalan saja..”
Ryeo Wook membacanya sambil tersenyum. seketika dia merasa sedikit lebih senang, sekaligus merasa bersalah karena sudah mendiamkan Min Ra. dia pun membalas sms tersebut.
“baiklah.. ayo kita jalan-jalan.. tunggu aku ya..”
Ryeo Wook bergegas ganti baju dan bersiap. sebelum pergi, dia menyempatkan diri untuk menelepon kakeknya untuk minta izin pergi bersama Min Ra.
di rumah sakit.
setelah mendapat telepon dari Ryeo Wook
“ah, uri Ryeo Wook.. dia benar-benar sudah besar sekarang.. hahaha..” kakeknya tertawa senang.
“kenapa kek memangnya?” tanya sang istri.
“dia minta izin akan pergi berkencan dengan temannya itu, Park Min Ra..” kakeknya menjawab sambil tersenyum.
tanpa mereka tahu, Sung Min mendengarkan itu dengan seksama dan seketika saja, dia mengepalkan tangannya dengan amat sangat kuat.
Ryeo Wook dan Min Ra bermain dengan senang hari itu. Ryeo Wook juga mengajaknya makan di restoran China milik kedua temannya, Hang Geng dan hee Chul.
“Min Ra-ssi.. kau pasti pacaran dengan Ryeo Wook. hayo, mengakulah..” hee Chul tidak henti-hentinya menggoda mereka berdua.
“ah oppa.. kau ini. sudah kubilang aku dan Ryeo Wook oppa hanya berteman..” Min Ra berkilah.
“masa sih? coba kita tanya Heebum. Heebum, Min Ra dan Ryeo Wook berpacaran kan? tuh lihat, dia menganggukkan kepalanya”, Hee Chul kembali berulah sambil membawa heebum.
“sudah-sudah, jangan mengganggu mereka terus. ini, sebagai permintaan maaf, kuberi makanan ekstra untuk kalian..” ujar Han Geng sambil menjitak kepala Hee Chul pelan.
Sung Min pun akhirnya sembuh. dia sudah bisa bekerja lagi seperti biasa. Ryeo Wook dan Min Ra pun kembali dekat, dan tiba-tiba begitu juga dengan Eun Mi yang sempat menjauh. Ryeo Wook kini selalu mengantarkan Min Ra pulang setiap malam, menggantikan Sung Min, dan ini malah menimbulkan kebencian yang makin mendalam pada diri Sung Min.
-suatu hari, di sebuah club-
“hey.. akhirnya kau datang juga hyung..” Siwon merasa senang melihat Sung Min datang.
“bagaimana denganmu? kau sudah tidak sakit lagi kan?” tanya Kyu Hyun.
“ya. tentu saja. aku kan kuat..” ujar Sung Min sedikit membanggakan dirinya.
“hahahhaa.. yang benar saja. kemarin kau dipukul itu bukannya tidak berdaya sama sekali?” Kyu Hyun mengejek Sung Min.
“YA! Kalian ini. aku kesini malah kalian ledek. aku akan bayar semua pesanan kalian. tapi, apa kalian bisa membantuku?” ujar Sung Min to the point.
“bantu apa hyung? denganku mah tenang saja. pasti semua beres..” ujar Siwon yang juga anak konglomerat itu.
“tolong carikan aku beberapa orang yang bisa membantuku sedikit memberi pelajaran terhadap seseorang..” Sung Min tersenyum licik.
“siapa orang tersebut hyung?” Kyu Hyun merasa penasaran.
“Ryeo Wook. aku benar-benar sudah tak tahan dengannya. aku ingin dia sedikit mendapat pelajaran dariku. aku yakin, kemarin aku masuk rumah sakit karena orang suruhan dia memukuliku. lagipula, dia mendekati seorang stafku juga.” Sung Min berkata dengan sedikit emosi.
“kau yakin hyung? dia kan adikmu juga? apa kau sudah cek dulu soal orang yang memukulimu?” Kyu Hyun merasa sangsi.
“aku yakin sekali.. ya!! kau ini, bertanya terus. mau membantuku tidak?” Sung Min sedikit kesal.
“maaf hyung, aku tidak bisa. bagaimanapun, Ryeowook juga temanku.” Kyu Hyun tidak mau ikut campur.
“payah sekali dirimu. Ya, Choi Si Won, bagaimana denganmu?” Sung Min beralih kepada Si Won.
“sebenarnya aku juga ingin tidak terlibat dalam hal ini. tapi bagaimanapun juga, aku bisa membantu menyewakan beberapa orang bodyguardku untuk membantumu, hyung..” Siwon sedikit ragu.
“baiklah, begini rencananya..” Sung Min membisikkan rencananya tentang apa yang harus dilakukan kepada Ryeo Wook.
malam itu, orang-orang suruhan Si Won benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Ryeo Wook dipukuli habis-habisan. bahkan lebih parah dari apa yang terjadi pada Sung Min dulu. Ryeo Wook masuk rumah sakit dalam keadaan koma.
-di rumah sakit-
nenek menangis tidak henti-hentinya. di sampingnya, sang suami terlihat geram sekali. seperti ada sebongkah hal yang ingin dikeluarkannya. dari kejauhan, terlihat Sung Min berjalan seolah dia tidak tahu apa-apa.
“kek, nek? bagaimana dengan Ryeo Wook? apa keadaannya sudah lebih baik?” Sung Min berpura-pura tidak tahu.
sang kakek pun berdiri, dan seketika…
PLAK!!
sang kakek menampar Sung Min Sekeras-kerasnya.
“YA!! haraboji, apa yang kau lakukan padaku?” Sung Min benar-benar merasa kesal saat itu.
“KAU! aku tidak punya cucu seperti kau!!! bagaimana bisa kau membuat adik yang begitu menyayangimu menjadi begini!!!” kakek benar-benar marah saat itu.
“apa yang kau katakan kek? aku tidak tahu apa-apa..” Sung Min masih berusaha membela dirinya.
“JANGAN PURA-PURA TIDAK TAHU!! Kau, mulai hari ini, pergi dari rumahku!!! jangan panggil aku kakekmu lagi. kau sudah bukan cucuku lagi!!!” Kakek yang begitu marah mengusir Sung Min.
“hah.. begitu.. kenapa tidak dari dulu saja kakek mengusirku!! sejujurnya aku sudah muak sekali, asal kalian tahu. kalian selalu saja membela Ryeo Wook dan menyingkirkan aku. baiklah, kalau itu maumu, kek. aku pergi..” Sung Min pun pergi tanpa menoleh kembali..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1OkC3Xc7e