Terpampang nama Kyu di lcd handphonenya. Ree buru-buru mengangkat handphonenya.
“anyeong oppa,,” Ree tersenyum melihat oppadeulnya.
“anyeong dongsaeng ku sayang, kita bela-belain nih pakek 3G karena ada yang mau ngomong tuh” Hyun melirik Kyu yang hanya tersenyum melihat Ree.
“Kyu oppa, mau ngomong apa?”
“Kyu?” Ji moon terbelalak mendengar Ree menyebutkan nama Kyu dan merebut handphone yang di pegang oleh Ree.
“eh” Ree kaget.
“Kyu oppa,,” Ji moon berteriak histeris.
“idih, siapa pula ini! heh jangan ganggu kita ma adek-adek kita ya! Lu dah jelek buang-buang waktu kita aja!” Jung min ngomel-ngomel di belakang telinga Hyun.
“heh kuda, bisa slow dikit nggak si!” Hyun ikut ngomel, Ree dan Hyorien hanya tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“jelek?? Cantik gini di bilang jelek! Kyu oppa,,” Ji moon manyun manja.
“najis gua!!” Kyu angkat bicara.
“hahaha, ternyata Kyu bisa juga ya,,” Saeng ngakak liat Kyu angkat bicara dengan kata-kata kasarnya.
“hah! Kyu oppaaaaa” Ji moon merengek dan memanyunkan bibirnya.
“udah, dari pada lu nambah masalah ma mereka plus ganggu gua tidur, kasik tu handphone minggat lu sekarang!” Yong jun yang sedari tidur angkat bicara karena terganggu dengan suara jeritan Ji moon.
“hahaha,,” semuanya mentertawakan Ji moon.
“nih!” Ji moon dengan mulut manyunnya dan pergi meninggalkan Ree dan yang lainnya. Yong jun memperhatikan kepergian Ji moon dan kembali tidur.
“haha, oppa Ree kangen ma kalian” Ree sok imut di depan oppadeulnya.
“idih, sayangnya Cuma Kyu yang kangen ma kamu, hhe” Jung min nyeletuk.
“yah oppa” Ree memanyunkan bibirnya.
“oh ya Ree di sebelah mu itu siapa?” Tanya Hyun.
“oh ini Hyorien, bukan Hyorie loh ya,,” Ree asal melirik Jung min yang pipinya langsung memerah karena malu. Ree tak tau jika Jung min memang benar-benar suka dengan Hyorie.
“Jung min oppa, kenapa mukanya merah?” tambah Ree.
“Aish, diem kau anak kecil! Ni gara-gara kamu sii, gak bisa makan wortel jadinya!” Jung min asal-asal mencari alasan.
“dasar kuda!!” celetuk Ree.
“udah-udah!” Hyun menutup telinganya yang lagi-lagi karena suara teriakan Jung min yang mengarah pada teling Hyun.
“oh ya, salam kenal ya Hyorien” Sahut Saeng dengan senyum mautnya.
“salam kenal,,” Hyorien tersenyum manis.
“udah-udah, Saeng bukan waktunya tebar pesona!” Hyun yang tak pikir panjang langsung menaruk telapak tangannya di depan muka Young Saeng.
“hahaha” Ree dan Hyorien tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“emh, Ree ntar malem ikut kita ya ke basecamp” ajak Jung min.
“emh, pasti aku dateng oppa, oh ya Hyun oppa,,” Ree mengecilkan suaranya.
“apa saengi?” Hyun yang masih menaruk tangannya di depan muka Saeng sok imut.
“Yong jun itu kok cuek trus dingin banget si? Ku malah nemuin Jun ma Jung min oppa kedua!” Jung min membelalakkan matanya, yang lain hanya tertawa menimpali perkataan Ree.
“awas ya ntar malem, ku cubit kau” Jung min ngomel-ngomel.
“hahaha, Yong jun memang begitu, DIA ITU ALERGI DENGAN CEWEK!!” Hyun teriak mengungkapkan kata-kata, Yong jun yang tadinya mencoba naik kembali ke atas awan tertinggi kembali jatuh ke bumi, Yong jun langsung beranjak menghampiri Ree dan Hyorien.
“Hyun, apaan sii! Mang aku gay!! Jung min tuh” semua tertawa menimpali perkataan Yong jun.
“ternyata Yong jun nggak buruk-buruk banget, pantas saja Hyorien suka padanya” bisik Ree dalam hatinya.
“aish, kok pada mojokin aku si!” Jung min tambah ngomel.
“oh ya, Ree ntar aku jemput ya, nanti aku baru bicara, ya sudah see you pulang sekolah ya,,” Kyu tersenyum lembut pada Ree.
“emh” Ree mengangguk.
“da Ree, Hyorien,, da Yong jun gay,,” Hyun langsung menutup handphonenya.
“aish” Yong jun beranjak kembali ketempat duduknya.
“dia itu memang suka tidur dari pada harus kumpul dengan teman-temannya, pada hal teman-temannya ashik, tapi ya gitu,,” Hyorie mengeluarkan nafas panjang.
Di sekolah tempat SS501, Jun masih belum menampakkan hidungnya setelah bel istirahat, Hyun yang ingin memastikan Jun datang ke basecamp sibuk mencari Jun di sekitar sekolah. Di kelas Kyu, Saeng, dan Jung min hanya duduk mendengarkan lagu perdana milik mereka sampai Jun datang.
“Jun, mana Jung?” tanya Kyu sambil mengecilkan volum ipodnya.
“Jung? Aku tidak bertemu dengannya?!”
“kemana ya dia?” Kyu mengerutkan dahinya.
Tak berapa lama Jung datang, Jung datang dengan tangan yang di tarik paksa oleh Merry. Jun yang melihat Merry langsung menarik panjang nafasnya, terlihat kelelahan di mata Jun. Sedangkan Jung min dengan kondisi muka merah karena panas. Merry jingkrak-jingkrak melihat Jun dan langsung memeluk Jun yang sudah tidak bisa apa-apa. Member yang lain hanya tertawa melihat kawand tersiksa, Hyun langsung menggunakan handphonenya dan memutar lagunya keras-keras.
“Jun sorry, tuh mak lampir ngerjar tadi ampek mukaku kebakar ma matahari, nggak minta maaf pula!” Jung min ngomel dan beranjak menghampiri Kyu yang mulai mencium bau parfum Merry.
“ukhuk-ukhuk”
“yah, Kyu!” Saeng buru-buru memberikan minum untuk Kyu.
“gomawo, eh mak lampir. Bisa nggak si kamu jauh-jauh dari kita, aku capek harus nyium bau parfum mu itu!! Calon cewek ku ilang malah mak lampir yang datang!!” Kyu melipat tangannya dan beranjak menghampiri Hyun yang duduk agak jauh. Merry hanya cuek.
“calon cewek?” Jun mengernyitkan alisnya.
“ia, siapa lagi Jun kalok bukan Ree” Sahut Jung min.
“Deg”
“Kyu suka Ree, tapi,, nggak papa Jun. Ini yang terbaik buat Ree” bisik hati Jun sambil menggenggam erat kalung yang ia sembunyikan di balik kantong almamaternya.
“eh Jun nanti kita nonton yuk” ajak Merry.
“sorry aku nggak bisa, dan nggak akan pernah bisa!! Jun melepaskan pelukannya dan beranjak meninggalkan Merry.
Sepulang sekolah Kyu buru-buru pergi ke parkiran di ikuti member yang lainnya. Kyu membawa mobil milik Hyun untuk menjemput Ree di sekolahnya. Jun yang tak tau apa-apa mengernyitkan kedua alisnya.
“Kyu mau kemana?” tanya Jun.
“dia mau menjemput pujaan hatinya dulu,,” Hyun menepuk pundak Jun.
“pujaan hatinya?” Jun kaget dan membelalakkan matanya. “Ree, mungkin dia lebih baik untuk mu” bisik Jun.
“emh, sayangnya mobil dapet minjem, hahaha” Jung min nyeletuk dari belakang Saeng.
“belum waktunya, yang penting sekarang aku akan bicara padanya tentang perasaan ku, hheeee,,” Kyu masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.
***
Sesampai Kyu di sekolah Ree, lagi-lagi Ji moon menghampiri Kyu sebelum Ree datang. Ji moon mendekati Kyu mati-matian hingga Ree dan Hyorien tiba, Kyu yang melihat Ree buru-buru menghampirinya dan menjaga jarak dari Ji moon. Ji moon memanyunkan bibirnya memandang Kyu.
“Kyu oppa liat dunk wajah Ree, lebih cantik aku kan! Kenapa mau-maunya Kyu dengannya?!” Ji moon menuding muka Ree tajam.
“biarkan saja dia bicara, yang penting ada sesuatu yang ingin aku katakan” Kyu memegang tangan Ree, Hyorien yang sedari tadi di sebelah Ree hanya tersenyum melihat sahabat barunya.
“Kyu,,” Ji moon merengek.
“Ree, kamu mau kan jadi orang terpenting dalam hidupku?” Kyu memandang dalam-dalam mata Ree.
“eh?” Ree, Hyorien, dan Ji moon terbelalak mendengar pernyataan Kyu.
“tapi kalok kamu belum siap buat jawab nggak apa sii,,” Kyu merasa bersalah.
“nggak kogh, bukan begitu maksudku” Ree memandang Kyu yang terlihat begitu tulus mencintainya. “mungkin dengan begini, aku bisa melupakan Jun” bisik Ree dalam hatinya.
“Kyu!!!” Ji moon marah dan buru-buru pergi meninggalkan mereka.
“udah Ree terima saja,,” Hyorien menyenggol pundak Ree.
“eh, baiklaah tapi awas ya nggak pakek ngekang!” Ree menyetujui permintaan Kyu dan tersenyum.
“gomawo” Kyu tersenyum dan memeluk Ree erat.
“ukhuk, ukhuk Kyu oppa, sesek nii” Ree menepuk lengan Kyu.
“oh ya ya” Kyu terlihat bahagia.
“oh ya, tapi inget jangan lupa traktirannya ya,,” Hyorien memeluk Ree.
“emh, haha” Kyu dan Ree tertawa melihat Hyorien yang memeluk Ree manja.
“ya udah aku pulang dulu, sampai jumpa besok ya,,” Hyorien beranjak pergi meninggalkan Ree dan Kyu yang ikut pergi meninggalkan sekolah.
Kyu dan Ree pergi menuju basecamp, Kyu tak sabar untuk mengumumkan status barunya pada para member lainnya. Sepanjang perjalanan Kyu menggenggam tangan Ree erat, tertawa bersama kebahagiaan baru yang mengikat mereka berdua hingga sampai ke basecamp. Kyu membantu kekasihnya itu membuka pintu mobil dan menggandeng tangannya, Ree beranjak dari mobil dan tersenyum menatap kekasihnya yang tersenyum bahagia. Seperjalanan menuju basecamp Kyu terus menggandeng tangan Ree hingga didepan pintu basecamp, Ree melepas gandengan Kyu dari tangannya, Ree ragu.
“kenapa chagia?”Kyu menatap Ree yang mematung di belakangnya.
“eh, aku,,”
“oh, kamu tenang aja Ree” Kyu tersenyum dan menengadahkan tangannya di depan Ree.
“gomawo” Ree membalas senyumnya dan kembali menggenggam tangan Kyu.
Kyu dan Ree masuk ke basecamp dan di sambut dengan baik oleh para member termasuk Jun, yang tiba-tiba jingkrak-jingkrak memeluk Kyu, membuat seisi ruangan mendadak diem terpaku melihat Jun yang tiba-tiba berubah.
“Kyuuuu” Jun jingkrak-jingkrak memeluk Kyu.
“Jun??” semua kaget serentak.
“Jun Jun Jun, ukhuk ukhuk” Kyu batuk-batuk karena pelukan Jun.
“eh sorry” Jun melepas pelukannya dan menatap Ree sembari tersenyum.
“Jun tersenyum padaku?” bisik hati Ree.
“kamu sakit Jun?” sahut Saengi yang berdiri di sebelah Hyun.
“ia, kenapa kau Jun, biasanya setelah Ree datang kamu marah-marah, sekarang malah jingkrak-jingkrak?” Jung ikut nyeletuk.
“bayi kita sudah kembali rupanya!” Hyun menghampiri Jun dan merangkulnya.
“hehehe,,” Jun hanya tertawa melihat kawan-kawannya.
“tapi coba kalian tau, hatiku miris melihat orang yang aku cintai bersama dengan orang lain dan dia adalah sahabatku sendiri” bisik Jun dalam hatinya.
“Jun?!” kata Ree pelan.
“kenapa saengi, apa aku nggak boleh seneng setelah kamu jadian dengan Kyu??” kata Jun sambil merangkul Ree dan Kyu.
“Jun benar-benar bahagia melihat aku bersama Kyu oppa!” bisik Ree dalam hatinya.
“kau benar-benar kembali Jun!!” kata Jung min yang langsung mempiting leher Jun dengan tangannya.
“hahahaha” semua member tertawa kecuali Saeng yang mengernyitkat alisnya.
“Jun berubah begitu saja?!, pasti ada yang nggak beres dengan mereka berdua” pikir Saeng.
“ya sudah sekarang giliran Hyun, kenapa kamu minta kita kumpul di sini?” Jung min yang masih mempiting Jun angkat bicara lagi dan melepaskan pitingannya.
“ehm begini, kalian tau kan sudah lama kita nggak ngadain fans meeting kan?” semua mengangguk di ikuti Kyu yang menarik tangan Ree untuk duduk bersamanya.
“maka karena itu aku minta kalian berempat kumpul di basecamp, gara-gara itu juga akun resmi milikku ful dengan koment-koment para fans!” Hyun ikut duduk di sebelah Ree.
“hahaha, rasain lu!” Jun ngakak sejadinya.
“heh, ni anak!!” Jung min menjitak kepala Jun keras, membuat semua orang dalam basecamp tertawa terbahak-bahak.
“oh ya, acaranya dua hari lagi” kata Hyun dan membuat Jun kaget setengah mati.
“hah? Dua hari lagi??”
“napa Jun?” sahut Saeng penasaran.
“eh nggak pa” Jun langsung tertunduk termenung mengingat kejadian kemaren malam di balkon apartemen bersama Shiwon.
Setibanya Jun di apartemennya seperti biasa Jun langsung menuju balkon di ikuti Shiwon. Jun berteriak sejadinya di balkon dan menjambak kuat-kuat rambutnya, sedangkan Shiwon bersembunyi di balik pintu memperhatikan tingkah adiknya. Jun mengeluarkan kalung milik Ree yang Ree buang di Seoul park beberapa minggu lalu.
“Aish!!, tak seharusnya aku seperti itu padamu, tapi hanya ini jalan satu-satunya!!” Jun menangis menatap kalung milik Ree. Shiwon beranjak dari tempat persembunyiannya menghampiri Jun.
“hyung!” Jun tersentak melihat Shiwon datang dan buru-buru menghapus air matanya.
“aku tak tau apa masalahmu dengan Ree, dan aku tak ingin tau itu apa! Tapi sebaiknya kamu dengarkan apa kata isi hatimu baik-baik, jujur saja yang kamu lakukan saat ini begitu keterlaluan” Shiwon tersenyum memandang adiknya.
“hyung mian, aku hanya belum siap untuk memberi tahu mu tentang semua hal yang selama ini aku rahasiakan dari kalian semua”
“aku tau, yang jelas lakukan apa yang menurut mu itu baik.” Shiwon menyentuh pundak adiknya dan pergi dari balkon.
“Jun benar kamu tidak apa?” tambah Kyu.
“....”
“Jun! Kamu benar nggak papa? Ulang Kyu.
“...”
“aish, anak ini, selalu saja bertingkah aneh!!” gerutu Jung min.
“Jun!!” Jung min menjitak kepala Jun.
“KUDA!!! Aish, bisa nggak sii kamu tidak memperlalukan aku seperti anak tiri!!” Jun mengomel sejadinya dengan tangan yang mengelus kepala nya yang sakit.
“jangan salahkan aku jika tanganku melayang ke kepalamu lagi!!” ujar Jung min sembari membalikkan badannya membelakangi Jun.
“mwo?”
see you next time,,,
“anyeong oppa,,” Ree tersenyum melihat oppadeulnya.
“anyeong dongsaeng ku sayang, kita bela-belain nih pakek 3G karena ada yang mau ngomong tuh” Hyun melirik Kyu yang hanya tersenyum melihat Ree.
“Kyu oppa, mau ngomong apa?”
“Kyu?” Ji moon terbelalak mendengar Ree menyebutkan nama Kyu dan merebut handphone yang di pegang oleh Ree.
“eh” Ree kaget.
“Kyu oppa,,” Ji moon berteriak histeris.
“idih, siapa pula ini! heh jangan ganggu kita ma adek-adek kita ya! Lu dah jelek buang-buang waktu kita aja!” Jung min ngomel-ngomel di belakang telinga Hyun.
“heh kuda, bisa slow dikit nggak si!” Hyun ikut ngomel, Ree dan Hyorien hanya tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“jelek?? Cantik gini di bilang jelek! Kyu oppa,,” Ji moon manyun manja.
“najis gua!!” Kyu angkat bicara.
“hahaha, ternyata Kyu bisa juga ya,,” Saeng ngakak liat Kyu angkat bicara dengan kata-kata kasarnya.
“hah! Kyu oppaaaaa” Ji moon merengek dan memanyunkan bibirnya.
“udah, dari pada lu nambah masalah ma mereka plus ganggu gua tidur, kasik tu handphone minggat lu sekarang!” Yong jun yang sedari tidur angkat bicara karena terganggu dengan suara jeritan Ji moon.
“hahaha,,” semuanya mentertawakan Ji moon.
“nih!” Ji moon dengan mulut manyunnya dan pergi meninggalkan Ree dan yang lainnya. Yong jun memperhatikan kepergian Ji moon dan kembali tidur.
“haha, oppa Ree kangen ma kalian” Ree sok imut di depan oppadeulnya.
“idih, sayangnya Cuma Kyu yang kangen ma kamu, hhe” Jung min nyeletuk.
“yah oppa” Ree memanyunkan bibirnya.
“oh ya Ree di sebelah mu itu siapa?” Tanya Hyun.
“oh ini Hyorien, bukan Hyorie loh ya,,” Ree asal melirik Jung min yang pipinya langsung memerah karena malu. Ree tak tau jika Jung min memang benar-benar suka dengan Hyorie.
“Jung min oppa, kenapa mukanya merah?” tambah Ree.
“Aish, diem kau anak kecil! Ni gara-gara kamu sii, gak bisa makan wortel jadinya!” Jung min asal-asal mencari alasan.
“dasar kuda!!” celetuk Ree.
“udah-udah!” Hyun menutup telinganya yang lagi-lagi karena suara teriakan Jung min yang mengarah pada teling Hyun.
“oh ya, salam kenal ya Hyorien” Sahut Saeng dengan senyum mautnya.
“salam kenal,,” Hyorien tersenyum manis.
“udah-udah, Saeng bukan waktunya tebar pesona!” Hyun yang tak pikir panjang langsung menaruk telapak tangannya di depan muka Young Saeng.
“hahaha” Ree dan Hyorien tertawa melihat tingkah oppadeulnya.
“emh, Ree ntar malem ikut kita ya ke basecamp” ajak Jung min.
“emh, pasti aku dateng oppa, oh ya Hyun oppa,,” Ree mengecilkan suaranya.
“apa saengi?” Hyun yang masih menaruk tangannya di depan muka Saeng sok imut.
“Yong jun itu kok cuek trus dingin banget si? Ku malah nemuin Jun ma Jung min oppa kedua!” Jung min membelalakkan matanya, yang lain hanya tertawa menimpali perkataan Ree.
“awas ya ntar malem, ku cubit kau” Jung min ngomel-ngomel.
“hahaha, Yong jun memang begitu, DIA ITU ALERGI DENGAN CEWEK!!” Hyun teriak mengungkapkan kata-kata, Yong jun yang tadinya mencoba naik kembali ke atas awan tertinggi kembali jatuh ke bumi, Yong jun langsung beranjak menghampiri Ree dan Hyorien.
“Hyun, apaan sii! Mang aku gay!! Jung min tuh” semua tertawa menimpali perkataan Yong jun.
“ternyata Yong jun nggak buruk-buruk banget, pantas saja Hyorien suka padanya” bisik Ree dalam hatinya.
“aish, kok pada mojokin aku si!” Jung min tambah ngomel.
“oh ya, Ree ntar aku jemput ya, nanti aku baru bicara, ya sudah see you pulang sekolah ya,,” Kyu tersenyum lembut pada Ree.
“emh” Ree mengangguk.
“da Ree, Hyorien,, da Yong jun gay,,” Hyun langsung menutup handphonenya.
“aish” Yong jun beranjak kembali ketempat duduknya.
“dia itu memang suka tidur dari pada harus kumpul dengan teman-temannya, pada hal teman-temannya ashik, tapi ya gitu,,” Hyorie mengeluarkan nafas panjang.
Di sekolah tempat SS501, Jun masih belum menampakkan hidungnya setelah bel istirahat, Hyun yang ingin memastikan Jun datang ke basecamp sibuk mencari Jun di sekitar sekolah. Di kelas Kyu, Saeng, dan Jung min hanya duduk mendengarkan lagu perdana milik mereka sampai Jun datang.
“Jun, mana Jung?” tanya Kyu sambil mengecilkan volum ipodnya.
“Jung? Aku tidak bertemu dengannya?!”
“kemana ya dia?” Kyu mengerutkan dahinya.
Tak berapa lama Jung datang, Jung datang dengan tangan yang di tarik paksa oleh Merry. Jun yang melihat Merry langsung menarik panjang nafasnya, terlihat kelelahan di mata Jun. Sedangkan Jung min dengan kondisi muka merah karena panas. Merry jingkrak-jingkrak melihat Jun dan langsung memeluk Jun yang sudah tidak bisa apa-apa. Member yang lain hanya tertawa melihat kawand tersiksa, Hyun langsung menggunakan handphonenya dan memutar lagunya keras-keras.
“Jun sorry, tuh mak lampir ngerjar tadi ampek mukaku kebakar ma matahari, nggak minta maaf pula!” Jung min ngomel dan beranjak menghampiri Kyu yang mulai mencium bau parfum Merry.
“ukhuk-ukhuk”
“yah, Kyu!” Saeng buru-buru memberikan minum untuk Kyu.
“gomawo, eh mak lampir. Bisa nggak si kamu jauh-jauh dari kita, aku capek harus nyium bau parfum mu itu!! Calon cewek ku ilang malah mak lampir yang datang!!” Kyu melipat tangannya dan beranjak menghampiri Hyun yang duduk agak jauh. Merry hanya cuek.
“calon cewek?” Jun mengernyitkan alisnya.
“ia, siapa lagi Jun kalok bukan Ree” Sahut Jung min.
“Deg”
“Kyu suka Ree, tapi,, nggak papa Jun. Ini yang terbaik buat Ree” bisik hati Jun sambil menggenggam erat kalung yang ia sembunyikan di balik kantong almamaternya.
“eh Jun nanti kita nonton yuk” ajak Merry.
“sorry aku nggak bisa, dan nggak akan pernah bisa!! Jun melepaskan pelukannya dan beranjak meninggalkan Merry.
Sepulang sekolah Kyu buru-buru pergi ke parkiran di ikuti member yang lainnya. Kyu membawa mobil milik Hyun untuk menjemput Ree di sekolahnya. Jun yang tak tau apa-apa mengernyitkan kedua alisnya.
“Kyu mau kemana?” tanya Jun.
“dia mau menjemput pujaan hatinya dulu,,” Hyun menepuk pundak Jun.
“pujaan hatinya?” Jun kaget dan membelalakkan matanya. “Ree, mungkin dia lebih baik untuk mu” bisik Jun.
“emh, sayangnya mobil dapet minjem, hahaha” Jung min nyeletuk dari belakang Saeng.
“belum waktunya, yang penting sekarang aku akan bicara padanya tentang perasaan ku, hheeee,,” Kyu masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.
***
Sesampai Kyu di sekolah Ree, lagi-lagi Ji moon menghampiri Kyu sebelum Ree datang. Ji moon mendekati Kyu mati-matian hingga Ree dan Hyorien tiba, Kyu yang melihat Ree buru-buru menghampirinya dan menjaga jarak dari Ji moon. Ji moon memanyunkan bibirnya memandang Kyu.
“Kyu oppa liat dunk wajah Ree, lebih cantik aku kan! Kenapa mau-maunya Kyu dengannya?!” Ji moon menuding muka Ree tajam.
“biarkan saja dia bicara, yang penting ada sesuatu yang ingin aku katakan” Kyu memegang tangan Ree, Hyorien yang sedari tadi di sebelah Ree hanya tersenyum melihat sahabat barunya.
“Kyu,,” Ji moon merengek.
“Ree, kamu mau kan jadi orang terpenting dalam hidupku?” Kyu memandang dalam-dalam mata Ree.
“eh?” Ree, Hyorien, dan Ji moon terbelalak mendengar pernyataan Kyu.
“tapi kalok kamu belum siap buat jawab nggak apa sii,,” Kyu merasa bersalah.
“nggak kogh, bukan begitu maksudku” Ree memandang Kyu yang terlihat begitu tulus mencintainya. “mungkin dengan begini, aku bisa melupakan Jun” bisik Ree dalam hatinya.
“Kyu!!!” Ji moon marah dan buru-buru pergi meninggalkan mereka.
“udah Ree terima saja,,” Hyorien menyenggol pundak Ree.
“eh, baiklaah tapi awas ya nggak pakek ngekang!” Ree menyetujui permintaan Kyu dan tersenyum.
“gomawo” Kyu tersenyum dan memeluk Ree erat.
“ukhuk, ukhuk Kyu oppa, sesek nii” Ree menepuk lengan Kyu.
“oh ya ya” Kyu terlihat bahagia.
“oh ya, tapi inget jangan lupa traktirannya ya,,” Hyorien memeluk Ree.
“emh, haha” Kyu dan Ree tertawa melihat Hyorien yang memeluk Ree manja.
“ya udah aku pulang dulu, sampai jumpa besok ya,,” Hyorien beranjak pergi meninggalkan Ree dan Kyu yang ikut pergi meninggalkan sekolah.
Kyu dan Ree pergi menuju basecamp, Kyu tak sabar untuk mengumumkan status barunya pada para member lainnya. Sepanjang perjalanan Kyu menggenggam tangan Ree erat, tertawa bersama kebahagiaan baru yang mengikat mereka berdua hingga sampai ke basecamp. Kyu membantu kekasihnya itu membuka pintu mobil dan menggandeng tangannya, Ree beranjak dari mobil dan tersenyum menatap kekasihnya yang tersenyum bahagia. Seperjalanan menuju basecamp Kyu terus menggandeng tangan Ree hingga didepan pintu basecamp, Ree melepas gandengan Kyu dari tangannya, Ree ragu.
“kenapa chagia?”Kyu menatap Ree yang mematung di belakangnya.
“eh, aku,,”
“oh, kamu tenang aja Ree” Kyu tersenyum dan menengadahkan tangannya di depan Ree.
“gomawo” Ree membalas senyumnya dan kembali menggenggam tangan Kyu.
Kyu dan Ree masuk ke basecamp dan di sambut dengan baik oleh para member termasuk Jun, yang tiba-tiba jingkrak-jingkrak memeluk Kyu, membuat seisi ruangan mendadak diem terpaku melihat Jun yang tiba-tiba berubah.
“Kyuuuu” Jun jingkrak-jingkrak memeluk Kyu.
“Jun??” semua kaget serentak.
“Jun Jun Jun, ukhuk ukhuk” Kyu batuk-batuk karena pelukan Jun.
“eh sorry” Jun melepas pelukannya dan menatap Ree sembari tersenyum.
“Jun tersenyum padaku?” bisik hati Ree.
“kamu sakit Jun?” sahut Saengi yang berdiri di sebelah Hyun.
“ia, kenapa kau Jun, biasanya setelah Ree datang kamu marah-marah, sekarang malah jingkrak-jingkrak?” Jung ikut nyeletuk.
“bayi kita sudah kembali rupanya!” Hyun menghampiri Jun dan merangkulnya.
“hehehe,,” Jun hanya tertawa melihat kawan-kawannya.
“tapi coba kalian tau, hatiku miris melihat orang yang aku cintai bersama dengan orang lain dan dia adalah sahabatku sendiri” bisik Jun dalam hatinya.
“Jun?!” kata Ree pelan.
“kenapa saengi, apa aku nggak boleh seneng setelah kamu jadian dengan Kyu??” kata Jun sambil merangkul Ree dan Kyu.
“Jun benar-benar bahagia melihat aku bersama Kyu oppa!” bisik Ree dalam hatinya.
“kau benar-benar kembali Jun!!” kata Jung min yang langsung mempiting leher Jun dengan tangannya.
“hahahaha” semua member tertawa kecuali Saeng yang mengernyitkat alisnya.
“Jun berubah begitu saja?!, pasti ada yang nggak beres dengan mereka berdua” pikir Saeng.
“ya sudah sekarang giliran Hyun, kenapa kamu minta kita kumpul di sini?” Jung min yang masih mempiting Jun angkat bicara lagi dan melepaskan pitingannya.
“ehm begini, kalian tau kan sudah lama kita nggak ngadain fans meeting kan?” semua mengangguk di ikuti Kyu yang menarik tangan Ree untuk duduk bersamanya.
“maka karena itu aku minta kalian berempat kumpul di basecamp, gara-gara itu juga akun resmi milikku ful dengan koment-koment para fans!” Hyun ikut duduk di sebelah Ree.
“hahaha, rasain lu!” Jun ngakak sejadinya.
“heh, ni anak!!” Jung min menjitak kepala Jun keras, membuat semua orang dalam basecamp tertawa terbahak-bahak.
“oh ya, acaranya dua hari lagi” kata Hyun dan membuat Jun kaget setengah mati.
“hah? Dua hari lagi??”
“napa Jun?” sahut Saeng penasaran.
“eh nggak pa” Jun langsung tertunduk termenung mengingat kejadian kemaren malam di balkon apartemen bersama Shiwon.
Setibanya Jun di apartemennya seperti biasa Jun langsung menuju balkon di ikuti Shiwon. Jun berteriak sejadinya di balkon dan menjambak kuat-kuat rambutnya, sedangkan Shiwon bersembunyi di balik pintu memperhatikan tingkah adiknya. Jun mengeluarkan kalung milik Ree yang Ree buang di Seoul park beberapa minggu lalu.
“Aish!!, tak seharusnya aku seperti itu padamu, tapi hanya ini jalan satu-satunya!!” Jun menangis menatap kalung milik Ree. Shiwon beranjak dari tempat persembunyiannya menghampiri Jun.
“hyung!” Jun tersentak melihat Shiwon datang dan buru-buru menghapus air matanya.
“aku tak tau apa masalahmu dengan Ree, dan aku tak ingin tau itu apa! Tapi sebaiknya kamu dengarkan apa kata isi hatimu baik-baik, jujur saja yang kamu lakukan saat ini begitu keterlaluan” Shiwon tersenyum memandang adiknya.
“hyung mian, aku hanya belum siap untuk memberi tahu mu tentang semua hal yang selama ini aku rahasiakan dari kalian semua”
“aku tau, yang jelas lakukan apa yang menurut mu itu baik.” Shiwon menyentuh pundak adiknya dan pergi dari balkon.
“Jun benar kamu tidak apa?” tambah Kyu.
“....”
“Jun! Kamu benar nggak papa? Ulang Kyu.
“...”
“aish, anak ini, selalu saja bertingkah aneh!!” gerutu Jung min.
“Jun!!” Jung min menjitak kepala Jun.
“KUDA!!! Aish, bisa nggak sii kamu tidak memperlalukan aku seperti anak tiri!!” Jun mengomel sejadinya dengan tangan yang mengelus kepala nya yang sakit.
“jangan salahkan aku jika tanganku melayang ke kepalamu lagi!!” ujar Jung min sembari membalikkan badannya membelakangi Jun.
“mwo?”
see you next time,,,






Tidak ada komentar:
Posting Komentar