BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

.

Senin, 25 April 2011

like a miracle part 4

Jam 5.30 Ree terbangun dan siap-siap untuk memulai aktifitasnya sebagai siswi pindahan di sekolah yang juga menjadi sekolah Jun. Saat Ree keluar kamar Siwon masih tidur di sofa, Ree turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan dua bersaudara yang kompakan tidur. Apalagi kalau bukan nasi goreng masakan andalan Ree, dan yang paling penting Jun suka nasi goreng. Beberapa menit Ree habiskan untuk membuatkan sarapan pagi.
Ree dengan semangat baru, tersenyum  mencoba lebih positif lagi. Saat menata meja Siwon turun menuju dapur dengan berpakaian rapi.
“siapa yang masak? Bukankah disini nggak da pembatu?” Siwon duduk dan menyeruput susu yang sudah Ree siapkan.
“aish, mang aku pembantu?, lagian kalok aku nggak masak kamu mau makan apa?” Ree menyertai Jung duduk di sebelahnya.
“masak sendiri lah, mang Cuma kamu yang bisa masak!”
“masak apa? Paling masak air doang?!” Ree memanyunkan mulutnya.
“idih, nggak lah!” Siwon tak mau kalah.
“ia ia, makan gih”
Sesaat Jun turun dari kamarnya dengan berpakaian lengkap, Ree sepontan diam dan memalingkan wajahnya. Ree masih tidak mampu untuk membiarkan air matanya tak mengalir.
“J-Jun, sarapan dulu,” ajak Ree yang masih menahan bendungan air matanya. Sedangkan Siwon hanya cuek dan meneruskan makannya.
“nggak!” Jun pun berlalu meninggalkan apartemennya.
       Ree hanya bisa diam dan melanjutkan makannya. Setelah makan, Jung mengantar Ree ke sekolah barunya.
       “Ree masalah tadi kamu nggak usah pikirkan ya, lagian Jun dan aku memang jarang banget sarapan di rumah.” Ree hanya menganggukkan kepalanya.
       Siwon mengantar Ree sampai di pintu gerbang, Ree yang menjadi anak baru memasuki kelas 2B exelence, dimana dia akan menjadi teman seangkatan Jun. Di lorong sekolah Ree  dengan headphone di telinganya berjalan tak tau arah mencari kelas. Sekolah yang begitu besar membuatnya pusing karena terlalu banya kelas yang berjejeran. Saat melewati ruang kesenian,,
       “Brugh”
       Ree bertabrakan dengan seorang cowok yang tiba-tiba keluar dari ruang kesenian. Dan membuat barang yang ia bawa jatuh berserakan.
       “eh, mianhe” kata cowok itu dan membantu Ree membereskan barangnya.
       “gwechana oppa”
       “kamu anak baru disini?”
       “ehm” Ree menganggukan kepalanya dan mengambil buku miliknya di tangan cowok tadi.
       “oh, aku Kyu anak kelas 2B exelence, kamu?” Ree tersenyum menyadari dewi keberuntungan masih bersamanya.
       “wah, sama dong oppa. Oh ya aku Ree, aku ikut pertukaran pelajar disini.” Sambut Ree.
       “oh, kamu anak yang katanya pertukaran pelajar dari indonesia itu ya, ayo aku antar ke kelas.” Semua mata memperhatikan mereka berdua.
       “ia oppa, oppa tau dari mana?”
       “beritanya sudah menyebar dari kemaren lusa kali, trus sekarang tinggal dengan siapa di korea?”
       “aku tinggal dengan temanku dulu waktu kecil, kebetulan orang tua kami begitu bersahabat.”
       “siapa? Munkin aku kenal?”
       “Shi won, Choi Shi Won”
       “Shi Won, berarti kamu tinggal dengan Jun? Pantas saja dia agak aneh dari kemaren.”
       “eh?!”
       “oh ya ini kelas kita.” Saat Ree akan masuk bel masuk menyertai.
       “emh” Ree hanya mengangguk.
       “oh ya kalok kamu mau, kamu bisa duduk di sebelahku. Kebetulan di sebelahku kosong.” Kyu menyambut Ree dengan ramah.
       Teman-teman sekelas Ree dan Kyu memasuki kelas, tapi mereka buru-buru berhenti dan memberi jalan untuk seseorang yang sepertinya terlalu di segani di kelasnya. Di sebelah Ree, Kyu hanya tersenyum melihat kebingungan Ree.
       “itu teman-teman se Genk ku, dan mungkin saja setelah ini anak-anak di kelas ini menyadari aku jalan bareng dan duduk bersebelahan dengan anak baru. Lihat saja nanti.”
       “segitunya oppa?”
       “emh,” Kyu menganggukkan kepala.
       “J-Jun?” Ree kaget melihat Jun yang ternyata juga termasuk anggota Genk Kyu.
       “hey, emh siapa dia Kyu?” seorang cowok tinggi dan sepertinya dia leddernya.
       “dia, teman baru di kelas kita. Dan mungkin J,,”
       “oppa!” Ree langsung memotong perkataan Kyu.
       “dia Ree, anak baru disini.” Timpal Kyu.
       “oh jadi dia anak baru dari indonesia itu,,”
       Tiba-tiba seseorang memanggil Ree.
       “teman, kamu yang namanya Ree? Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu.” Kata seseorang di pintu. Dan terlihat di sana, yong wha kakak Ree berdiri dengan senyumnya yang tak pernah hilang.
       “Gomawo.” Ree menghampiri kakaknya.
       “kak, kenapa baru datang?”
       “mian Ree, kakak sibuk. Oh itu Jun ya?” kakak menyadari keberadaan Jun. Ree hanya bisa diam.
       “oh, hai Yong wha. Sudah lama kamu tak terlihat di sekolah ini.”
       “hai hyun, saeng, jung, kyu?!” yong wha berjabat tangan dengan teman-teman Kyu dan Jun.
       “kalian saling kenal?” Ree yan tak tau apa-apa hanya bisa kaget dan bengong.
       “tentu, kakak dulu sekolah disini, oh ya Ree kakak harus cepat-cepat. Masih ada urusan.” Yong Wha pun pergi, sedangkan di kelas Ree hanya bisa bingung.
       “kawand sebaiknya kita ke basecamp, sepertinya tak ada guru kali ini.” sahut Jun yang mendahului kami berlima.
Di basecamp..
       “Ree ini Hyun, yang ini Saeng, dan yang ini Jung, kami berlima disini penerus CN Blue, SS501.” Kyu merangkul Ree yang begitu pendek beriringan dengannya.
       “SS501, Super Star lima yang menjadi satu” ceplos Ree.
       “Cukup pintar untuk seorang pemula seperti mu!” sahut Jung Min.
       “hem!!!” suara yang sangat Ree kenal mengagetkan semua. Tapi tak ada yang berniat menimpali hal itu.
       “ehm,, aku suka sekali lagu band yang juga punya nama seperti ini, tapi sayangnya aku tidak punya waktu untuk mengetahui mereka satu persatu.” Ree mengedarkan matanya melihat seisi ruangan. Mencoba menutupi ke sediahannya.
       “ya ampun jahat banget lu!” Kat Saeng ceplos. Dan kebetulan handphone pemberian Siwon berdering, terpampang nama Siwon di LCD hp milik Ree.
        Let me be the one neomanui saram
Naega deogosipdago (Let me be the one)
Let me be the one nan haru jongil
Neoman saenggakhandago (Oh love) #3 (geu sarami narago)
Let me be the one na yaksokhalge
Neoreurwilhae sandago (Let me be the one)
Let me be the one na yeongwontorok #3 ( would you let me be)
“anyeong, Siwon?”
“nanti setelah pulang sekolah ikut aku keluar”
“kemana?”
“ikut saja cerewet banget sii?”
“aish, kura-kura jelek kapan sii kamu nggak maksa!!”
“kapan-kapan”
“tau ah!!”
“bye” Ree menaruk kembali handphonenya ke dalam sakunya.
“emh mianhe, tadi Siwon?!” “kyu oppa, kita pulang jam berapa?” tambah Ree.
“jam 12, kenapa?”
“oh nggak, sepertinya aku akan pindah ke apartemenku sendiri. jadi kalok ada waktu Kyu oppa bisa maen ke apartemenku.” Ree tersenyum lega, tapi tidak dengan Jun.
“jadi kamu nggak ajak kita?” sahut Saeng.
“eh, tentu jika oppa mau ke sana silahkan.”
“oh ya satu lagi, sebenarnya kitalah SS501 yang kamu maksud, dan lagu yang tadi adalah salh satu lagu kami “Let me be the one”” kata Hyun sembari beranjak menghapiri Ree dan merangkulnya.
       “kalian?!” Ree masih nggak percaya.
       “tentu saja” tambah Saeng.
       “oppa, oh god” saking senangnya Ree jingkrak-jingkrak memeluk Kyu yang sedari tadi di sampingnya.
       “waduh?!” Jung min tertawa lepas melihat Ree memeluk Kyu. Sedangkan Jun hanya bisa diam sekalipun ia tak suka melihat Ree memeluk Kyu seperti itu.
       “hhe, mian oppa, aku terlalu senang mendengarnya”
       Tapi di sisi lain,,
       “deg deg deg deg” detak jantung Kyu berpacu cepat saat Ree memeluknya.
       “ada apa dengan ku?” bisik Kyu.
       “tapi di pikir-pikir lagi Ree cewek pertama yang masuk ke tempat kita dan bisa dekat dengan kita.” Kata Jung min yang beranjak mengambil kaleng soda di kulkas.
       “paling-paling kita sial!!” Jun yang sedari tadi diam tiba-tiba dengan perkataannya beranjak pergi meninggalkan basecamp. Ree yang kaget pergi mengikuti Jun dari belakang.
       “Jun!!” panggil Ree.
       “...” Jun menghentikan langkahnya.
       “kenapa, apa yang salah dengan ku?!” Ree menangis, empat member mengikutinya dari belakang.
       “nggak da!!” sahut Jun.
       “terus kenapa kamu giniin aku, kemana sahabat kecilku dulu?!” Ree masih menangis, Empat kawan Jun hanya bisa diam.
       “karena dia sudah lama mati dan aku benci sama kamu, BENCI!!!” Jun berbalik menghadap Ree, memperlihatkan wajah yang penuh amarah lalu pergi meninggalkan Ree.
       “J-Jun” Ree menangis tak tahan atas perlakuan Jun. Kyu menghampiri Ree dan memeluknya.
       “kamu yang sabar ya, everything gonna be ok.” Ree tetap menangis, lalu Kyu melepas pelukannya.
       “gomawo oppa” lalu Ree mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Siwon, ia meminta Siwon menjemputnya segera.
       Beberapa menit kemudian Siwon sudah datang menjemput Ree, Ree tak berani bilang apa-apa atas kejadian tadi. Siwon membawa Ree pulang ke apartemennya. Sedangkan di basecamp Kyu hanya diam karena bingung dengan hatinya, dan tak memperdulikan yang lainnya.
       “Kyu ke sambet setan mana kamu?” Saeng yang menyadari Kyu sedang bengong langsung merangkulnya.
       “eh?!”
       “halah paling-paling kepikiran si anak baru itu, liat aja Jun sejak cewek itu dateng yang awalnya ceria sekarang kayak orang aneh. Apalagi Kyu ni tadi tiba-tiba nyosor sambil meluk tuh cewek, jatuh hati dah dia” kata Jung panjang lebar.
       “eh lu tu ya, ngomong yang singkat aja napa sii?!” kata saeng sambil menjundul kepala Jung.
       “eh apaan sii, jatuh hati? Ya nggak lah!!” kyu mencoba mengelak, karena dia sendiri bingung atas hatinya.
       “sudah, aku mau pulang dulu” sambung Hyun dan beranjak meninggalkan sekolah.
       Di sisi lain, Jun hanya duduk di pinggir sungai Han. Ia habiskan waktunya hanya dengan menenggak minuman beralkohol. Pikiran Jun campur aduk, antara sengaja membuat Ree seperti itu dan tidak terima Ree dekat dengan cowok lain apalagi dia adalah sahabatnya sendiri.
       Di apartemen, Siwon hanya diam melihat Ree yang langsung ngunci diri di kamar. Hingga malam hari Ree tak kunjung keluar dari kamar, di susul Jun yang datang dengan kondisi mabuk berat. Dan langsung masuk ke kamar begitu saja.
***
       Esok harinya, Jung sudah menunggu Ree di meja makan. Kali ini Jung yang menyiapkan sarapan pagi, sekalipun Cuma roti bakar. J
       “Ree sarapan dulu yuk” sambut Jung di meja makan.
       “emh, nggak Shi won aku mau langsung berangkat ja. Sorry kemaren aku nggak bisa nemenin kamu, aku lagi nggak enak badan.”
       “oh nggak papa, ku Cuma mau ngasik tau ja, kamu sudah bisa tinggal di apartemen mu.”
       “oh, kalok gitu kamu bisa bantu aku pindah nanti?” Jung hanya membalasnya dengan senyum.
       “aku berangkat dulu ya” Ree pun beranjak meninggalkan apartemen.
       Saat membuka pintu apartemen, sudah ada mobil yang menunggunya di depan apartemen. Seorang cowok yang ia kenal, bukan Kyu tapi Hyun. Sedangkan di balkon atas, Jun memperhatikan Ree dari jauh.
       “Ree, mianhe” bisik dalam hati Jun.
       “Hyun oppa?!”
       “Hai Ree, kita berangkat sekolah bareng yuk” ajak Hyun.
       “nggak pa oppa aku bisa berangkat sendiri.”
       “nggak papa” Hyun langsung menarik Ree ke dalam mobilnya.
       “oppa, oppa,,”
       “udah nggak pa”
       Saat di mobil Ree hanya bisa bengong melihat Hyun yang tertawa sendiri tanpa sebab, Ree yang merasa aneh dengan dirinya. Membelalakkan mata melihat detail pakaiannya yang ia kira ada yang aneh.
       “hhe, kamu pikir aku mentertawakanmu?”
       “trus kenapa oppa tertawa sendiri? mang ada yang lucu apa?”
       “hha”
       “aish oppa ni?!”
       Tiba-tiba,,
       “cups” Hyun mencium pipi Ree tiba-tiba. Ree yang kaget hanya membelalakkan matanya.
       “Hyun!!” suara di jok belakang membuat Ree kaget.
       “Kyu oppa?” Ree semakin kaget melihat Kyu ada di jok belakang.
       “hahahahaha,,” Hyun semakin terbahak-bahak.
       Kyu yang sejak awal di jok belakang tak disadari keberadaannya oleh Ree, karna untuk seorang Kyu, pergi ke sekolah yang cukup jauh jarak dari rumahnya lebih baik memanfaatkan waktunya untuk tidur. Dan membuat keberadaanya benar-benar membuat Ree kaget.
       “hm, dah sampai” Hyun langsung beranjak keluar dari mobilnya, di ikuti oleh Ree dan Kyu.
       “oppa, kenapa bisa da di dalem mobil, perasaan tadi nggak da siapa-siapa di dalem mobil kecuali aku ma Hyun oppa?!”
       “hm, aku tidur tadi di belakang. Makanya kamu nggak tau aku da di belakang. Ya udah yuk kita masuk, kemarenkan kamu masih belum sempat masuk kelas.” Kyu merangkul Ree.
       “heh Hyun!!” Kyu melepas rangkulannya dan menghampiri Hyun.
       “Hyun yang tadi, lu nggak sungguh-sungguhkan?!”
       “kalau pun sungguh kenapa?, bukankah dia bukan pacar mu?!”
       “eh, eh. Tapi diakan sama Jun!”
       “Jun?, bukan Kyu? Hahaha” Hyun langsung meninggalkan Kyu. Di susul Ree menghampiri Kyu yang berdiri mematung.
       “oppa?”
       “eh, ke kelas yuk bis nie dah mau masuk kelas”
       Seperti yang Kyu bilang, semua orang di sekolah gempar dengan kedekatan Ree dan Kyu. Semua murit yang awalnya begitu serius mengejar-ngejar Kyu, hanya bisa menangisi status Kyu yang semua orang tak tau kebenarannya.
       Saat Ree dan Kyu memasuki kelas. Empat member yang lain sudah berkumpul di sana terlebih dahulu, termasuk Hyorie. Jun langsung memeluk Hyorie, di ikuti kekagetan di mata para member.
       “Hyorie, Jun??” Jung min kaget.
       “kalian kenapa?” Saeng yang kaget ikut bertanya.
       “J_Jun, tidak aku harus tenang. Bukankah sebagai sahabat harus saling dukung” bisik Ree.
       “eh, oppa nggak tau Jun dan Hyorie bukannya sudah jadian dah lama ya?!” Ree mencoba tersenyum dan menghapus air matanya yang hampir saja jatuh di pipinya. Jun yang berdiri di sebelahnya hanya diam dengan perasaannya sendiri.
       “heee?!” Jung min tambah kaget. Mukanya memerah karena Jun sendiri tau kalau dia menyukai Hyorie sahabatnya, bahkan Jun yang ingin sekali menyatukan Hyorie dengan Jung min.
       “mati!!, mau bilang pa ku ma Jung.” Bisik Jun.
       “Jun” Jung min menarik Jun keluar dan meminta penjelasan.
       “Jun maksud mu apa memacari Hyorie, bukannya kamu tau aku menyukai Hyorie dah lama!!” Jung menarik kerah baju Jun.
       “aku dan Hyorie nggak da papa, hanya saja,,,” Jun bingung harus jujur atau tidak padanya.
       “hanya pa?” Jung melepas genggamannya.
       “hm, hanya saja aku menggunakan Hyorie untuk membuat Ree marah dan pulang ke indonesia.” Jun terpaksa bohong pada Jun.
       “kenapa?”
       “alasanya aku nggak bisa bilang, tapi suatu hari nanti kamu akan tau”
       Di sisi lain,,
       “Hyorie sekolah di sini juga?”
       “emh, aku juga kelas 2”
       “iah, Hyori juga sekelas dengan kita, hanya saja beberapa hari lagi dia akan di pindah sekolah untuk pertukaran pelajar ke Amerika.” Terang Hyun.
       “Kyu oppa kita duduk dulu yuk” tarik Ree.
       “emh”
       “wah, kalok begitu Hyorie pinter dong!? Aku pikir Hyun oppa yang paling pinter di sini, hhe” semua tertawa menimpali perkataan Ree.
       “ih ni anak” Hyun yang duduk tak jauh dari tempat Ree langsung menjitak kepala Ree.
       “duh, oppa sakit tau!” Ree mengelus kepalanya yang sakit karna jitakan Hyun, di ikuti Jung, Jung dan Guru laki-laki yang terlihat berkebangsaan jepang.
       Jam pelajaran selesai, Hyorie buru-buru keluar kelas menarik tangan Jun. Sedangkan Ree hanya bisa diam di sebelah Kyu. Hyorie membawa Jun ke taman belakang, perdebatan terjadi di antara mereka.
       “Jun, aku nggak bisa gini terus. Sampai kapan kamu akan menyiksa perasaan Ree? Aku nggak bisa kayak gini, aku juga bisa ngerasain apa yang dia rasain!?”
       “aku tau, tapi aku nggak mau dia tambah sakit nantinya!”
       “tapi Jun,,” tiba-tiba Jun terjatuh memegang kepalanya.
       “aaaaarghh” Jun teriak histeris, ia meronta kesakitan.
      “Jun kamu kenapa lagi?, obat! mana obat mu?!” Hyorie panik mencari letak obat Jun di kantong bajunya.
       “aaarghh, sssakit hyorie!!” Jun terus meronta kesakitan, sedangkan Hyorie tetap saja tidak menemukan keberadaan obat miliknya.
       “Jun, o-obat kamu mana??”
       “aish” Jun masih meronta kesakitan, sampai akhirnya Hyorie menemukan obat Jun.
       “Jun, m-minum Jun” Hyorie yang tak tega melihat Jun tersiksa dengan penyakitnya, meneteskan air matanya.
       “ok, aku bantu kamu tapi ini berakhir sampai aku pergi ke amrik” Hyorie memeluk sahabatnya itu.
       “gomawo Hyorie” Jun membalas pelukan Hyorie.
       Dari kejauhan Ree datang pada saat yang tak tepat, ia melihat Jun berpelukan dengan Hyorie. Ree meneteskan air matanya tak mampu lagi membendung semua kesedihannya. Sampai akhirnya sebuah tangan lembut menyambut Ree bersama kesedihannya.
       “Kyu oppa?” Ree menangis di pelukan Kyu.
       “kita kembali ke kelas ya”
Esok harinya setelah pulang sekolah Kyu mengajak Ree jalan di tengah keramaian kota Seoul bersama member yang lainnya. Semua penggemar SS501 histeris melihat mereka bersama Ree, apalagi Kyu yang terus merangkul Ree fans Kyu semakin histeris. Canda tawa mengalihkan semua kesedihannya.
“kyu kalau gini terus fansmu tambah gila liat kamu bareng ni anak” kata Hyun yang lagi-lagi menjitak kepala Ree.
“aish, oppa sakit tau” Ree mengelus kepalanya yang sakit.
“Hyun, apa’an si kasian Reenya.” Timpal Kyu.
“hahaha, Hyun hati-hati ntar malem kamu bisa nggak tenang tidur loh ya” timpal Saeng juga.
“heh, mang aku Jung min?!” Kyu tak terima.
“loh mang kenapa dengan oppa Jung min?!” kata Ree polos. Jung min hanya menggeleng menyangkal perkataan Kyu.
“kalok mau selamat kamu jangan pernah berani tidur di sebelah Jung min, bisa-bisa kejambak rambut mu” kata Saeng yang langsung lari menghindar dari serangan Jung min.
“aish awas lu ya!!” Jung min mengejar Saeng.
“hahaha” Ree tertawa terbahak-bahak melihat tingkah oppa-oppanya.
“Ree semoga saja senyummu takkan pernah pudar lagi di depan ku, karena aku sayang ma kamu” bisik Kyu dalam hatinya.
       Malam harinya Kyu datang ke apartemen Shi won dan membantu kepindahan Ree ke apartemennya. Dua puluh menit mereka bertiga menghabiskan waktu untuk membantu Ree membereskan barang-brangnya. Canda tawa terpancar dari raut muka satu dengan lainnya, sampai Jun datang.
       “ternyata dewi fortuna masih berpihak padaku!?” sahut Jun.
       “Jun!!” Kyu mulai marah.
       “oppa udah ya, aku nggak papa kugh” Ree menggenggam erat tangan Kyu.
       “kenapa Kyu? Emang tuh cewek dah ngasik kamu apa?!” balas Jun yang langsung di balas tonjokan keras di pipinya, hingga darah segar keluar dari mulutnya.
       “oppa udah ya,,” Ree meneskan air matanya lagi, Ree tidak bisa lagi menahan kesedihannya. Ree menggenggam erat tangan Kyu, Ree sudah semakin goyah. Jun yang tak tega langsung pergi ke kamarnya.
       “Shi won, Kyu bisa bawain barangku ke apartemenku. Aku masih pengen sendiri, biar nanti aku ke apartemen sendiri ja” Ree langsung pergi begitu saja, Kyu yang ingin menyusul Ree di halangi Shi won yang mengerti betul keadaan.
       Sedangkan Ree termenung sendiri, dia berjalan tanpa arah, ia terus menangis hingga tak sadar hujanpun ikut mnyertainya menangis. Ree hanya terus berjalan tanpa arah. Ia tak peduli dengan hujan yang semakin deras membasahi tubuhnya. Ree pun tak sadar dirinya sudah sampai di depan basecamp SS501, ia duduk di trotoar dan tetap menangis. Ree yang semakin lemah jatuh tak sadarkan diri.
see you next time,,
^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1OkC3Xc7e