BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

.

Senin, 25 April 2011

like a miracle part 5

Di apartemen milik Ree, Shi won dan Kyu mulai hawatir karena sudah 3 jam Ree belum kembali ke apartemen. Kyu yang hawatir menelphon satu per satu member kecuali Jun, Kyu tak mau melihat Jun menyakiti lagi perasaan Ree. Tapi Kyu tak mau egois, ia benar-benar memaksakan diri untuk menghubungi Jun.
       “Jun”
       “kenapa Kyu, kamu nyesel?”
       “kamu sekarang diem dan bantu aku nyari Ree!!”
       “Ree???” bisik Jun.
       “buat apa aku nyari dia? Dia bukan bayi lagi!!” timpal Jun lagi.
       “dari setengah jam yang lalu dia ilang, sekarang hujan deras. Dan sumpah aku nyesel minta bantuan dari kamu!!!” Kyu menutup telphone nya.
       Jun langsung menstater mobilnya mencari keberadaan Ree, dia mengelilingi kota Seoul dan pergi menuju basecamp. Ia menemukan Ree tergeletak pinsan, tubuhnya benar-benar lemas dan Ree demam tinggi. Jun membawa Ree ke rumah sakit.
       “Ree maafkan aku” Jun hanya bisa menyesal, dan buru-buru menghubungi Jung min untuk menungguinya di rumah sakit sebelum yang lainya datang.
       “jung tolong jaga dia, jangan bilang siapa-siapa kalok aku yang membawanya ke rumah sakit.” Jun pun beranjak meninggalkan Jung min dan Ree.
       Beberapa menit kemudian semua member dan Shi won datang, Kyu yang semakin marah melihat Jun tak datang dan tak ikut mencari Ree. Dokter yang merawat Ree keluar.
       “maaf, kapan terakhir kali dia makan?” tanya dokter yang menangani Ree.
       “Shi won?” Kyu semakin hawatir dengan kesehatan Ree.
       “emh kalok nggak salah sudah tiga hari dok,” Kyu langsung melirik Shi won.
       “pantas saja, keadaan pasien begitu lemah. Dia banyak kehilangan cairan, sebaiknya biarkan dia istirahat dulu karena demamnya masih belum turun.” kata dokter dan langsung pergi meninggalkan semua member dan Shi won. Kyu yang masih menatap Shi won mau angkat bicara.
       “Kyu, dia memang nggak mau makan.” Kata Shi won.
       “seharusnya kamu bisa paksa,,” dari raut wajahnya dia benar-benar geregetan.
       “aku tau dia kayak apa, dia paling keras kepala. Kalok udah marah, ngambek, apalagi sedih, dia bakalan kayak gitu. Dia nggak pernah mikirin dirinya sendiri” Kata Shi won panjang lebar.
       “tapi,,”
       “Kyu udahlah” Saeng mencoba menahan Kyu.
       “Kyu, yang dikatakan Saeng benar. Mau gimanapun ini semua udah terjadi, sebaiknya kita pulang dulu.” Kata Hyun.
       “kalian saja yang pulang, aku mau disini bersama Ree.” Timpal Kyu.
       “ ya sudah, kita pulang besok kita akan datang lagi ke sini.” Kata Hyun, yang langsung meninggalkan Kyu.
       Kyu beranjak masuk menuju kamar perawatan milik Ree, Kyu memegang erat tangan Ree. Kyu begitu cemas melihat orang yang ia sayang terbaring lemah. Kyu begitu menyesal telah membiarkan Ree jalan sendiri dengan beban fikirannya.
       “Ree maafkan oppa” Kyu terus menggenggam erat tangan Ree. Ree mulai sadar, ia membalas genggaman Kyu dengan sayang.
       “oppa, aku nggak apa-apa oppa jangan hawatir ya” Ree tersenyum.
“kalok ada apa-apa bilang sama oppa, jangan di pendam sendiri ya” Kyu membelai lembut rambut Ree, sedangkan Jun hanya bisa memperhatikan Ree dari balik pintu.
“ya sudah kamu istirahat dulu ya, oppa bakal jagain kamu kugh”
“emh, gomawo oppa”
Saat Jun akan berbalik pergi sesuatu yang dingin dan berbau anyir terasa di rongga hidungnya, Jun buru-buru menghubungi Hyorie dan pergi ke tempat dokter yang biasa ia datangi.
“Jun, mungkin ini berat untuk mu” kata dokter.
“kenapa dok, kenapa dengan Jun?” Hyorie semakin hawatir dengan keadaan sahabatnya. Sedangkan Jun hanya bisa diam meratapi penyakitnya.
“kangker yang ada di otaknya, sekalipun masih jinak tapi juga berbahaya jika tidak di lakukan pengangkatan segera.”
“saya tetap tidak akan melakukan operasi itu” kata Jun dengan nada suara yang mulai meninggi.
       “tapi Jun, kamu harus melakukannya!” desak Hyorie.
“tidak Hyorie!”
“tidak apa-apa Hyorie, tidak semua orang bisa terima operasi ini. Karena operasi ini terlalu besar konsekuensinya.”
“apa ada jalan lain kecuali operasi ini?!” tanya Hyorie.
       “di Rusia ada dokter ahli, jika Jun mau selama satu bulan dia sudah bisa sembuh pelan-pelan”
“saya akan fikirkan itu semua dulu” kata Jun lalu beranjak pergi.
Di perjalanan pulang Jun hanya bisa termenung, ia memutar otaknya bingung antara memilih untuk pergi ke Rusia atau tidak. Hyorie yang melihat sahabatnya itu ikut bingung dan meneteskan air matanya, Hyorie tidak tega melihat sahabatnya tersiksa dengan penyakitnya.
“arghh” Jun teriak dan mengerem mobilnya.
“J-Jun” Hyorie kaget ia tak lagi bisa melihat sahabatnya tersiksa terus-menerus.
“kenapa harus kayak gini?!!” Jun marah dan menangis.
“Jun” Hyorie yang tak tega memeluk Jun erat.
Tiba-tiba sakit di kepalanya kembali menyerang Jun, Jun meronta kesakitan hingga Hyorie menyuapkan beberapa pil untuk Jun. Kondisi Jun kembali melemah, Hyorie menggantikan Jun membawa mobil dan membawanya pulang ke apartemen. Jun yang bertahan dari penyakitnya selama beberapa tahun lalu, bertahan hanya dengan terapi dan obat pengurang rasa sakit. Tak ada yang tau tentang penyakit yang bersemayam di otaknya, hanya Hyorie yang tau. Sekali pun kangker jinak, tapi cukup berbahaya bagi nyawa Jun.
˜˜
 
       Tiga hari Ree di rumah sakit dan malam harinya Ree sudah bisa pulang ke apartemennya, semua member datang kecuali Jun tapi itu tak lagi membuatnya sedih, karena kehadiran member dan kura-kura jelek yang ia sayang. Apartemen yang begitu mewah dan begitu cocok dengan Ree menyambutnya.
“halo saengi,,” Hyun langsung memeluk Ree.
“oppa, nggak bisa nafas!!”
“Hyun lepas Hyun” timpal Kyu.
“Hyun, Hyun dia baru ja sembuh, jangan di piting kayak gitu dong!” Saeng yang menarik pelukan Hyun juga ikut-ikut memeluk Ree.
“Aish, oppaaa,,” Ree buru-buru menarik tubuhnya dari pelukan Saeng, dan berlari kecil ke samping Shi won.
“Ree ternyata kangen juga ya nggak narik idung pesekmu ini” Shi won menarik hidung Ree.
“aish, kura-kura jelek sakit tau!!”  Ree mengelus hidungnya yang sakit.
“jiah ni anak, kita masuk yuk,,” Jung min langsung menarik Hyun dan Saeng kedalam.
“aish, nggak pakek narik kayak gini dong Jung!!” Hyun meronta dari tarikan Jung min.
“hahahaha” Kyu, Shi won dan Ree tertawa melihat tingkah kawand-kawandnya.
Di dalam apartemen Ree hanya terdengar canda tawa mereka, semua bergembira atas kembalinya Ree. Semua ingatan dan beban dalam otak Ree terkurang sedikit demi sedikit, keberadaan kawand-kawand begitu penting bagi dirinya. Jam sembilan malam para member pulang dan meninggalkan Ree bersama Shi won di apartemennya.Ree termenung di balkon memandangi bintang-bintang, dan memanjatkan keinginannya saat ia melihat bintang jatuh.
“aku berharap suatu hari nanti Jun bisa berubah dan bisa kembali seperti dulu, menjadi Jun yang aku cintai” bisik Ree dalam hatinya. Di ikuti Shi won yang ikut berdiri di sebelah Ree.
“apa yang kamu doakan?” sahut Shi won.
“emh,,” Ree memandang langit.
“oh,,” Shiwon tersenyum dan ikut memandang langit.
Di sisi lain,,
“aku berharap suatu hari nanti tak ada lagi air mata yang keluar dari mata Ree" bisik Jun dalam hatinya saat melihat bintang jatuh. Jun membiarkan tubuhnya di terpa angin malam setelah Hyorie pulang, karena Jun tidak bisa diam di balkon jika Hyorie masih di sana. Saat Hyorie tak ada di apartemennya Jun akan dengan puas tidur dengan pulas di selimuti oleh bintang-bintang yang bertaburan. Hyorie memang sahabat yang baik. J 
       Pagi-pagi sekali Ree bangun dan lari pagi bersama Shi won, mereka berdua berhenti di menara selatan. Sesaat mereka istirahat ada pesan dari Mita sahabatnya. Ree membuka Headphone nya dan menggantukan di kepalanya.
       Mita> tayounk ku sayang, kemana ja? Kugh nggak da kabar?!
              Ree > quw baek kugh, kapan kamu ke sini?! Kangen tau!
              Mita> sama aku kangen banget ma kamu, tapi kapan-kapan deh,,
              Ree > ya dah de, aku mau siap-siap sekolah dulu,, J
Ree tersenyum mengembalikan lagi hapenya, dan memasang kembali headphonenya. Shi won yang melihat Ree tersenyum sendiri merasa aneh dan menjitak kepala Ree. Ree mengelus kepalanya yang selalu jadi sasaran jitakan Shi won. Ree dan Shi won buru-buru pulang ke apartemen masing-masing. Saat keluar apartemen Ree menemulan Kyu menunggunya di loby, bersama-sama mereka berangkat ke sekolah.
Saat sampai di sekolah Kyu dan Ree berpisah di depan kantor BP, Ree pergi ke tengah taman dan tak sengaja bertubrukan dengan seorang cewek baru di sekolahnya. Terjadi percakapan kecil di antara mereka dan mengakrapkan mereka, cewek yang mengaku bernama So Eun ini adalah anak yang menjadi pertukaran pelajar dengan Hyorie. Ree mengantar So Eun ke kantor kepala sekolah dan meninggalkannya di sana.
Bel masuk sekolah membimbing Ree masuk ke dalam kelas, seperti biasa Kyu menyambutnya dengan senyum. Ree mengedarkan matanya ke seluruh ruangan, yang mencolok di matanya hanya Jun yang sibuk dengan Hyorie. Hyun yang sadar menarik Ree dari pintu dan mengajaknya berkumpul dengan yang lainnya, sampai wakil kepala sekolah dateng bersama anak baru yang sebelumnya bersama Ree di taman. Jun yang tadinya sibuk dengan Hyorie tersentak kaget melihat Merry datang.
“S-So Eun!!”
“Hyorie, nanti siang kamu datang ke kantor saya. Semua masalah pertukaran pelajar sudah selesai dan nanti kamu bisa langsung berangkat ke amrik” terang wakasek yang langsung pergi keluar di susul Guru Matematika masuk ke dalam kelas.
“So Eun kamu bisa duduk di sebelah Jun” So Eun yang melihat calon tunangannya tersenyum bahagia.
“Oh, maaf tapi Jung min akan pindah di sebelah saya” kata Jun. Jung min yang kaget hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan kawandnya.
“pak, maaf sekalipun di sebelah saya kosong, saya nggak mau duduk dengan mak lampir satu ini. hehe,,” Saengi ikut menolak. So Eun hanya bisa senyum.
“So Eun, kamu duduk disini saja bareng Kyu oppa, biar aku yang duduk dengan Saeng. Boleh oppa?” Kyu yang ingin menolak tak bisa apa-apa karena Ree, Saeng yang selamat dari So Eun tersenyum lega tapi nggak dengan Kyu.
Setelah Kyu duduk dengan So Eun wajahnya berubah pucat dan tak enak di pandang. Ree yang melihat Kyu merasa bersalah, sedangkan Hyun yang memang duduk sendiri hanya tertawa melihat kesialan di antara kawan-kawannya. Semua orang di sekolah itu tau kalo Hyun anti duduk berdua saat pelajaran, semua guru saja tidak ada  yang berani melawan kehendak Hyun. Karena orang tua Hyun adalah investor terbesar setelah Hyorie di sekolah itu. Hyun tertawa tak ada habisnya, setelah di tambah melihat wajah Jun yang asem. Setelah pelajaran usai So Eun buru-buru menghampiri Ree yang akan beranjak meninggalkan tempat duduknya.
“gomawo ya Ree,,”
“eh nggak apa-apa Chingu” kata Ree yang masih tak enak melihat Kyu.
“Jun!” So Eun menyusul  Jun yang pergi bersama Hyorie. Ree mengekori dari sudut matanya. Lalu beranjak mengahampiri Kyu di ikuti Saeng dan Jung min.
“eh oppa, kenapa?”
“hhe nggak apa-apa Ree,,” Kyu memaksakan senyumnya.
“Saeng sayang kamu belum tau ya?” Kata Jung min sambil merangkul Ree.
“apa oppa?” Ree semakin penasaran.
“saeng sayang dia itu nyebelin, tambah lagi parfum yang dia pakek itu ukh ennekg banget aku. Pinter si pinter tapi joroknya itu, iiskh” terang Jung min.
“heh, jorok??” Ree bingung.
“Ree, Kyu itu anti sama yang namanya hal-hal berbau jorok. Di tambah lagi parfum yang dia pakek, lihat saja Kyu sudah kayak mayat hidup” timpal Hyun.
“hhaaah? Oppa maaf oppa,,” Ree mengelus tangan Kyu bersalah.
“tenang saja Ree,” kata Saeng sambil menepuk bahu Ree.
“eh Hyun oppa, Kyu oppa duduk dengan Hyun ya” bujuk Ree.
“heh?! Duduk dengan dia??” Hyun mundur dari tempatnya berdiri.
“ayolah Hyun oppa hari ini ja, kasian Kyu oppa,,” Ree memohon pada Hyun dan semakin erat menggenggam tangan Kyu.
“huft, ya udah hari ini saja.” Hyun menyerah.
Di sisi lain Jun dan So Eun sedang terjadi perdebatan besar yang membuat Jun buru-buru kembali ke kelas. Ree memapah Kyu ke tempat duduk Hyun, Jun yang memasuki kelas berhenti melangkah melihat Kyu di papah, yang di ikuti rangkulan oleh So Eun.
“heh, mak lampir bisa nggak sii kamu itu nggak ganggu terus!” Jun menarik tangannya dari rangkulan So Eun.
“Jun kamu kan tunangan aku” rengek So Eun.
“t-tunangan?!” Ree kaget.
“idih, masih calon, lagian mana mau aku tunangan dengan mak lampir kayak kamu!! Ikh!!” Jun mengedarkan matanya ke seluruh ruangan dan melihat aneh Kyu.
“Kyu?” Jun memandang kawand-kawandnya bingung.
“Juuun,,” So Eun masih merengek.
“Diem!! Ini semua gara-gara cewek sial macam kalian berdua!!” Jun langsung mendorong Ree yang berdiri di samping Kyu.
“Ree!!” para member kaget, Saeng buru-buru membantu Ree bangkit dari jatuhnya tapi Ree menepisnya. Ree beranjak dan membendung kuat-kuat air matanya, semua anak yang ada di dalam kelas hanya bisa diam dan tak ada yang berani angkat bicara.
“cukup Jun!!!” Ree menatap Jun tajam.
“apa?! Masih mau mungkir!!!” Jun membentak Ree.
“Jun” Saeng, Hyun, dan Jung min mencoba melerai.
“cukup Jun CUKUP!!” Ree menatap Jun hingga air matanya tumpah. Kyu yang sudah lebih baik beranjak dari duduknya, menatap Ree lirih.
“Deg” saat akan menghampiri Ree perasaan aneh melanda hati Kyu, Kyu mematung tak berdaya dengan perasaannya yang menguasai hati dan pikirannya.
“Jun, udahlah lagian Kyu juga udah baikan kan!?” Hyun mencoba mencairkan suasana.
“nggak bisa, biar dia tau aja aku ennek liat mukanya tiap hari”
“plak” tamparan keras mendarat di pipi Jun.
“sudah cukup jun, kamu bukan lagi Jun kecil yang aku kenal. Kalok memang kamu udah nggak mau ketemu aku lagi aku akan pindah sekolah. Dan maaf telah mengusik kehidupanmu selama ini” Ree berlari keluar di ikuti Hyun dan Kyu.
Saeng dan Jung min menyeret Jun ke basecamp, So Eun yang tak tau apa yang terjadi sebenarnya di antara Jun dan Ree, So EUn memilih pergi menyusul Ree. Kyu dan Hyun mengejar Ree ke taman, Ree tertunduk menangis di bawah pohon mepel tua. Kyu menghampirinya dan memeluknya erat di ikuti Hyun yang duduk di sebelahnya. Kyu yang masih bingung dengan perasaannya terhadap Ree tak bisa tahan melihat Ree di perlakukan serupa oleh sahabatnya sendiri yang tidak lain adalah orang yang sangat penting bagi Ree.
“Ree kamu nggak papa?” Kyu melepas pelukannya.
“...” Ree hanya tertunduk tak berani menatap Kyu. Hyun yang duduk di sebelahnya membelai rambut panjang Ree.
“pa kamu harus pindah sekolah?” Hyun mencoba memastikan ucapan Ree, Ree hanya menganggukkan kepala.
“di sini masih ada kita Ree, pa itu harus??” Kyu mengangkat wajah Ree.
“oppa aku dah nggak tahan jadi pelampiasan Jun, aku akan pindah ke sekolah swasta.” Ree meyakinkan Kyu dan Hyun.
“kenapa harus kau pedulikan dia, biar Jun jadi urusan kita saja” Kyu masih belum bisa menerima niat kepindahan Ree.
“oppa, aku akan tetap pindah” Ree menatap Kyu dalam, Hyun yang hanya bisa menerima keputusan Ree memeluk Ree dari samping. Dari kejauhan So Eun yang sejak dulu mencintai Jun meyakinnkan dirinya bahwa Jun akan tetap menjadi tunangannya sekalipun ia tak tau apa yang terjadi antara Ree dan Jun.
Sepulang sekolah Jun pergi terlebih dahulu dari sekolah menuju taman, ia menghubungi Hyorie dan menceritakan semua yang telah terjadi di sekolah. Sedangkan Ree dan Kyu pergi melihat sekolah tempat Ree akan pindah. Saat memasuki sekolah Kyu dan Ree menjadi pusat perhatian semua murit perempuan sampai Kyu dan Ree memasuki ruang kepsek. Tak beberapa lama mereka masuk ke dalam kantor, seorang cowok yang terlihat cuek dan dingin memasuki kantor kepsek. Kepsek yang terlihat sangar tertunduk patuh terhadap cowok dingin itu.
“hhe, ketemu orang yang lebih parah lagi dari Jun dan Jung min. Semoga saja dewi fortuna berpihak padaku selama aku di sekolah ini” bisik batin Ree. (Jung min yang jail memang rada cuek).
Urusan sekolah baru Ree selesai, Kyu mengantar Ree kembali ke apartemennya. Ree yang masih belum sempat menghubungi Shiwon buru-buru menelphone Shiwon dan menjelaskan semua yang terjadi.
***
Esok harinya Hyun dan Kyu datang menjemput Ree di apartemennya, mereka berdua mengantar Ree kesekolah barunya yang memang satu arah sekalipun sekolah Ree lebih jauh beberapa KM dari sekolah  sebelumnya. Di mobil Kyu tidak lagi tidur, dia hanya bengong memandang keluar jendela. Kyu menyelami dunia hayalnya di kursi belakang.
“Ree lihat Kyu, dia seperti itu karena kamu pindah sekolah, hahaha” Hyun tertawa.
“heh? Kenapa oppa? Bukannya kita Cuma beda sekolah, bukan beda negarakan?” Ree menatap Kyu yang sedang bengong.
“dia itu takut kamu nggak ada yang jaga dan takut kamu punya pacar, karena dia sayang ma kamu, hhe lihat saja dia,,”
“sayang, bukannya Hyun oppa, Saeng oppa, dan Jung min oppa sekalipun rada cuek sii,,  juga sayangkan ma aku, hehehe”
“idih ge er banget!!”
“tapi benerkan,,” kata Ree sambil menarik baju Hyun.
”ia-ia, kamu kan udah kayak saeng ku sendiri, lah dia,,” Hyun menarik hidung Ree.
“oppa, oppa, oppa, sakit tau!!” Ree mengelus hidungnya yang sakit.
“Kyu oppa?!” Ree menatap Kyu yang mematung memandang keluar jendela dengan senyum manisnya. Ree ikut tersenyum melihat tingkah Kyu.
Sesampainya di sekolah baru Ree, Hyun turun dari mobil di ikuti Ree dan Kyu yang masih setengah bengong. Hyun dan Kyu menjadi perhatian semua murid cewek di sekolah baru Ree bahkan tak sedikit murit cewek yang histeris. Tapi seperti biasa Hyun hanya tersenyum simpul, sampai seorang cowok turun dari mobilnya. Cowok dingin yang Ree temui di ruang kepsek kemaren bersama Kyu.
“Hai Hyun” sapa cowok dingin itu dan mengangkat tangannya.
“Hai yun Ho” Hyun menjabat tangan cowok cuek yang memiliki nama Yun ho dan melepaskan jabatannya.
“sedang apa kau disini?”
“aku mengantar temanku yang baru saja pindah di sekolah” Hyun menoleh pada Ree.
“emh” Yun ho melihat ke arah Ree dan menatap Hyun kembali.
“kalian saling kenal? Tapi Kyu oppa?” Ree menatap Kyu yang hanya berdiam diri.
“siapa yang tak kenal dengan Yun ho?!, kalok Kyu sii memang belum sempat bertemu Yun ho” terang Hyun.
“heh?!” Ree mengernyitkan alisnya.
“ya sudah, aku mau pergi dulu, Kyu ayo” Hyun pergi di ikuti Yun ho yang juga pergi memasuki kelas. Kyu masih tetap berdiri di samping Ree.
“emh, oppa nanti bisa jemput aku?”
“ok” Kyu menganggukkan kepalanya  dan pergi menyusul Hyun yang sudah menunggu di dalam mobil.
Ree memasuki taman sekolah, sekolah yang jam masuknya kurang lima belas menit lagi Ree gunakan untuk duduk di bawah pohon dan mendengarkan musik favoritnya. Musik mengalun indah di telinganya sampai Ree merasakan suara yang begitu halus dan lembut, suara Jun yang begitu indah mengalun di telinganya. Ree yang begitu memendam perasaannya mengalirkan air mata rindu. Ree buru-buru melepas headphonenya dan menghapus air matanya. Ree memilih beranjak dan tak sengaja tersenggol oleh seorang cewek hingga ipod yang ia pegang terjatuh.
“mianhe, aku tidak sengaja” kata cewek itu sambil membungkukkan badannya sembari mengambil ipod yang jatuh di sebelah kakinya.
“oh, tidak apa-apa chingu” sambut Ree ramah.
Ree memandang cewek berkuncir kuda itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, dia terlihat pucat dan gemetaran. Ree yang tak tega memapahnya duduk di sebelah Ree.
“chingu nggak apa-apa? Aku Ree”
“aku Hyorien, aku nggak apa-apa kugh chingu, oh ya chingu anak baru ya? Kelas berapa?”
“oh aku kelas dua”
“wah kita sekelas rupanya, ya udah kita kekelas yuk” Hyorien menarik tangan Ree sambil berlari melewati koridor menuju kelasnya. Di kelas Hyorien dan Ree duduk bersama di bangku paling belakang. Ree bingung dengan keadaan kelas dan teman barunya itu, Ree mengedarkan matanya dan kembali menatap Hyorien yang ternyata tersenyum memandangnya.
“eh, mian”
“nggak papa kugh, kamu merasa bingung wajar kugh” Hyorien tetap tersenyum.
“ya iyalah nggak apa, mana mau dia bilang kalau dia itu murit paling aneh dan paling di benci di sini, hha” seorang cewek yang terlihat modis dan cantik tiba-tiba ikut nimbrung. Hyorien tertunduk, tubuhnya bergetar ketakutan.
“maksud mu apa si?!” Ree yang tak tega melihat Hyorien memandang tajam cewek di hadapannya.
“masih belum paham juga!? Dia itu aneh dan dia itu miskin, siapa yang mau temenan dengan dia. Dan aku saranin untuk tidak dekat-dekat dengannya!” cewek itu melipat tangannya dan mengangkat kepalanya.
“memang kenapa kalau dia miskin?! Mang apa urusan mu?!” Ree angkat bicara lagi dengan nada tinggi.
“seharusnya kamu berterima kasih! Lihat saja dia, jelek, kumuh, miskin, ANEH!!” cewek itu menyeringai menatap Hyorien yang tertunduk.
“aku nggak butuh ya!!”
“liat saja nanti” cewek dihadapan Ree menyeringai.
“kau!!” Ree sudah mengangkat tangannya bersiap menampar cewek di hadapannya tapi tertahan karena ia mendengar isak tangis Hyorien.
“Hyorien,,” Ree menatap kawannya yang menangis dengan tubuhnya yang semakin bergetar.
“sudah cukup ya Ji moon!” suara cowok di balik pintu mengagetkan ji moon dan kawan-kawan yang baru masuk ke dalam kelas.
Yong jun masuk kedalam kelas di ikuti guru BP. Ji moon buru-buru kembali ketempat duduknya dengan bibir manyunnya. Yong jun hanya cuek dan duduk di tempat duduknya yang tak jauh dari tempat duduk Ree dan Hyorien. Anehnya tatapan mata Hyorien tak lepas dari Yong jun. Hyorien tersenyum memandang Yong jun dan menghapus air matanya. Ree dan Hyorien duduk disertai senyuman dan gelengan kepala dari Ree.
“kita kedatangan teman baru, silahkan Ree” Guru BP mempersilahkan Ree untuk memperkenalkan dirinya.
“emh” Ree mengangguk dan beranjak ke depan kelas.
“anyeong, Rena imnida. Kalian bisa panggil aku Ree karena itu lebih baik. Aku pindah dari sekolah SHINZUU, dan di Korea ini aku tinggal bersama kakak, Shiwon dan member SS501, mohon petunjuknya.” Ree beranjak menuju tempat duduknya, saat melewati Ji moon ia tersenyum sok manis di depan Ree.
Pelajaran berjalan cukup lama di bandingkan sekolah sebelumnya. Ree telihat bosan di dalam kelas, waktu yang di laluinya benar-benar berjalan lambat. Beberapa menit kemudian bel berbunyi dan membuat Ree benar-benar tersenyum lebar. Semua murid beranjak keluar kecuali Hyorie, Ree, Ji moon, dan Yong jun yang sibuk tidur di bangku belajarnya. Ree dan Hyorie yang akan beranjak meninggalkan kelas di halangi oleh Ji moon.
“eh, ada apa lagi?” Ree mengernyitkan alisnya memandang Ji moon.
“jadi, kamu kenal dekat dengan ss501, hm berarti kamu dekat dengan Kyu oppa?”
“mau apa kamu nanyak Kyu oppa?”
“Ree dia itu suka ma Kyu oppa,,” Hyorien ikut nimbrung dengan kepala tertunduk.
“yaps” Ji moon melipat tangannya.
Saat Ree akan angkat bicara, handphonenya berdering dari kantong bajunya.
Let me be the one neomanui saram
Naega deogosipdago (Let me be the one)
Let me be the one nan haru jongil
Neoman saenggakhandago (Oh love) #3 (geu sarami narago)
Let me be the one na yaksokhalge
Neoreurwilhae sandago (Let me be the one)
Let me be the one na yeongwontorok #3 ( would you let me be)

see you,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1OkC3Xc7e