BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

.

Rabu, 09 Maret 2011

like a miracle part 2

“non, sudah jam lima,,” bibi membelai rambut panjangku.
       “uh, dah pagi ya bi?” aku beranjak dari tempat tidur.
       “setelah mandi di tunggu tuan di ruang makan” aku hanya mengangguk menanggapi bibi.
        Lima belas menit aku habiskan untuk mandi dan bersiap-siap, ku turun dengan di baluti kaos biru dan jaket dengan celana jins abu-abu kesayangan ku. Dan kebiasaan yang tak pernah aku tinggalkan adalah headphone yang selalu nemeninku jalan-jalan, tentang lagu yang aku pilih tetep donk lagu milik linkin park dan black eyed pears.
       “appa,,”
       “Ree, sampai kapan ayah harus nunggu kamu turun, ni udah jam berapa? Sekarang ambil roti kamu kita berangkant sekarang, ok eon,,” ayah mendahuluiku menuju mobil.
       Ku tak pernah menyangka jika keberangkatanku ke korea ngebuat ayah berubah, atau mungkin karna aku cuekin beberapa hari ini?, entahlah?!. Tapi aku bahagia orang yang aku pikir sudah benar-benar melupakan keluarga, ternyata nggak betah aku cuekin berhari-hari.
       Sesampai di bandara ayah nyerocos nggak karuan hingga menjelang aku chek in, ayah menasehatiku panjang lebarseakan aku akan menjadi TKI atau semacamnya yang akan meninggalkanya selama bertahun-tahun. Oh tuhan mimpi apa aku semalam. Semoga saja mama tersenyum bahagia melihat ayah seperti ini.
      “eon, ingat saat sampai di bandara Incheon, akan ada orang utusan ayah yang akan menjemputmu di sana” ayah mengingatkan aku tentang bodyguard ku nanti.
       “bagaimana aku bisa tau kalok dia orang yang akan jemput aku?” aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
      “tenang saja, dia pernah bertemu dengan mu beberapa hari yang lalu. Karena  kamu masih marah ma ayah, jadi ayah biarkan saja” ayah memelukku lagi.
       “yah aku berangkat dulu ya” aku melambaikan tanganku pada ayah, aku akan cukup lama di korea.
       Aku memutuskan untuk tinggal di korea selama dua Minggu, aku ingin sekali bertemu dengan Jun dan si kuda jelek. Oh ya, aku lupa bilang. Aku akan bertemu dengan teman-teman yang akan datang besok, kami akan bertemu di taman Yeouido, karena saat ini sudah waktunya bunga-bunga cherry (sakura) akan berguguran.
       Aku menempuh perjalanan selama 1 jam, dan 1 jam pula aku menunggu di bandara. Aku mondar-mandir dengan barang bawaan ku yang begitu banyak dan tak tau apa yang akan aku lakukan. Berkali-kali aku menelphon ayah tapi tak ada respon sama sekali. Bosen tentu ada, ipot yang aku bawa malah kehabisan batre.
       “ni orang mau bikin aku menunggu sampai berapa lama si?!” ku berjalan mondar-mandir tak menghiraukan orang-orang yang lalu lalang di sekitarku. Hingga tak sadar aku menabrak seseorang dari belakang.
       “eh, mian aku tak melihat anda di situ.” Bodoh. Bukannya ketemu orang yang mau jemput aku malah nyenggol orang, duh bajunya pakek basah pula. Sial. L
       “gwechana chingu.” Jawabnya. Untung ni orang nggak marah.
       “mian, aku Ree dari indonesia.” Aku mencoba berlagak sopan, sekalipun aku mulai kesal karena menunggu orang suruhan ayah.
       “Ree, sepertinya kamu tak asing bagi ku.” Cowok itu mengangkat alisnya berfikir, dan sepertinya aku sependapat dengannya. Seperti...
       “Rena..”
“kura-kura jelek” hampir bersamaan lah, dan aku mulai curiga.
       “kamu yang ayah suruh untuk jemput aku di bandara?!” aku semakin kesal, dan kebetulan ayah menelphone ku.
       “appa! Kenapa nggak bilang kalok si kura-kura jelek ini yang jemput!!” aku kesal dengan tinggkah ayah yang mentertawakan ku dari seberang.
       “maaf sayang, nanti kakak mu akan dateng ke apartemen Siwon, dan kebetulan kamu akan di sana selama tiga hari.”
“hah, mang apartemen buatku nggak ada?” aku ngelirik Siwon yang sedang melipat tangannya dan mengedarkan pandangannya.
“ada, Siwon yang akan menyiapkan semuanya buat kamu, ya sudah ayah masih ada rapat.”
“hm,,” Ayah menutup telphone nya, sedangkan aku tambah kesal hingga tak sadar seorang anak kecil menabrakku hingga handphone yang aku pegang terjatuh.
“bruakh”
       Mimpi buruk!
       “duh pakek rusak lagi” handphone ku rusak karena benturan keras tadi.
“ya tuhan kenapa kau pertemukan aku dengan kura-kura jelek ini,,” aku merengek melihat hp dan nasip ku. Tapi jujur aku senang bisa bertemu dengannya lagi.
       “heh, sudah untung aku jemput” dia berlalu ninggalin aku.
       “aish, kura-kura jelek! Tunggu, kamu tu ya dari dulu ampek sekarang nggak pernah berubah!” aku ngikutin dia melangkah ke parkiran.
       “mang harus berubah gitu?”
       “aish, tau ah!!”
       Siwon menstater mobilnya, melaju kencang membawaku ke pusat kota Seoul, tak banyak mobil di jalan yang aku lalui hanya ada orang-orang yang berlalu-lalang berjalan kaki. Karena kebanyakan orang-orang disini lebih memilih kereta bawah tanah, dan bus dari pada harus repot-repot bawa mobil pibadi.
       Siwon membawaku membeli handphone baru dan mengajakku berkeliling kota Seoul, seneng sii tapi lebih mirip jalan sama batu. Siwon hanya diem saja, tambah lagi orang-orang ngeliat aku aneh, kayak mau bilang kalok sii kura-kura jelek ini sumpek jalan dengan ku. What ever lah. Lama-lama ngerasa bosen juga, jalan tanpa ada yang di ajak ngobrol. Kebetulan aku dan Siwon melewati kios es crim. Aku menarik tangan Siwon memasuki kios es crim. Awalnya Siwon menolak, karena dari dulu dia nggak suka dengan sesuatu yang manis-manis. Kalau nggak salah itu karena giginya sakit karena terlalu banyak makan manis-manis. Dan kenapa aku manggil dia kura-kura, itu karena dulu dia itu lemot banget tapi aku nggak nyangka dia bisa jadi lulusan terbaik di sekolahnya. Pakek jampi-jampi apa ya dia? J
       “eon, aku pesan es crim karamel.” Kataku sambil membolak balik buku menu, “hm, ada brownis keju.” Bisikku.
       “sama brownis keju ya” aku melirik Siwon yang mengernyitkan alisnya.
       “untuk pa pesan begitu banyak?”
       “ada de,”
       Pesananku datang, aku meletakkan piring berisi brownis keju. Siwon membelalakkan matanya melihat makanan didepannya.
       “au”
       “kamu mau aku mati?” Jung menjitakku.
       “napa sii, nggak papa kali.” Aku menyendokkan potongan kecil ke mulutnya.
       “nggak, pa’an sii!”
       “ih ni anak, udah de!” aku memaksa Jung, yang akhirnya nyerah.
Satu suap,,
       Dua suap,,
       “gimana?”
       “emh, dah!!”
       “dasar kau nii, kura-kura jelek!!” aku melanjutkan makanku.
       Seharian penuh aku menghabiskan waktuku berjalan-jalan di Seoul. Sudah waktunya ke apartemen.
Siwon membawaku ke tengah perkotaan seoul, dia membawaku ke apartemen mewah. Tapi mana munkin ayah nyiapin apartemen seperti ini, apartemen kakak aja nggak kayak gini.
       “ini apartemen siapa?” kataku sambil menutup pintu mobil.
       “ini apartemen ku, tuk sementara waktu kamu tinggal di sini, apartemen mu masih ku renof. Tapi awas ya, jangan bikin susah!!” Siwon membanting pintu mobilnya.
       “heh?” aku kaget setengah mati.
       Tiba-tiba,,
       Seorang cowok dateng dengan seorang cewek cantik, begitu mesrah dan serasi. Saat melewati Siwon dan aku, bukan senyum yang dia perlihatkan tapi kesinisan yang ia tampakkan. Tapi siapa cowok itu, kenapa dia masuk ke apartemen Siwon?
~sEe U,,~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/05/kursor-diikuti-jam-dan-tanggal-v2.html#ixzz1OkC3Xc7e